Tragedi Ban Selip di Mandai Maros: Pengendara Motor Bonceng Tiga Terjatuh, Satu Remaja Meninggal Dunia

Wamanews.id, 24 Juni 2026 – Kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa kembali terjadi di jalur trans-Sulawesi, tepatnya di wilayah Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Sebuah sepeda motor yang dikendarai oleh tiga orang remaja (bonceng tiga) mengalami insiden fatal akibat ban kendaraan selip saat melaju di jalanan. Peristiwa nahas ini mengakibatkan satu orang penumpang yang masih berusia remaja dilaporkan meninggal dunia di tempat kejadian.
Insiden ini langsung memicu perhatian publik dan menjadi pengingat keras akan pentingnya aspek keselamatan berkendara (safety riding), khususnya bagi para remaja yang kerap berkendara melebihi kapasitas muatan yang diizinkan. Petugas kepolisian setempat segera turun ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengevakuasi para korban ke fasilitas medis terdekat.
Mengutip laporan penanganan kecelakaan lalu lintas dari detikSulsel pada Rabu (24/6/2026), peristiwa tragis ini terjadi saat kondisi jalanan ditengarai memicu hilangnya kendali atas kendaraan roda dua yang sarat muatan tersebut, hingga berakhir fatal bagi salah satu penumpangnya.
Berdasarkan data awal dan keterangan saksi di lokasi kejadian, sepeda motor tersebut tengah bergerak dari arah tertentu menuju arah Mandai dengan kecepatan yang cukup tinggi. Kehilangan kendali dipicu ketika ban motor mendadak mengalami slip atau selip, yang membuat laju kendaraan menjadi tidak stabil secara drastis. Akibat ketidakseimbangan muatan karena dinaiki oleh tiga orang sekaligus, motor tersebut langsung oleng dan terlempar keras ke permukaan aspal.
Benturan keras tidak dapat dihindarkan. Dua orang penumpang lainnya dikabarkan mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif karena mengalami trauma fisik berwujud luka lecet dan benturan di beberapa bagian tubuh.
Namun nahas, satu remaja lainnya yang ikut berboncengan tidak dapat terselamatkan. Korban mengalami cedera kepala parah akibat benturan langsung dengan permukaan jalan atau pembatas jalan. Warga sekitar yang berada di lokasi kejadian sempat berupaya memberikan pertolongan pertama, namun korban dinyatakan telah mengembuskan napas terakhirnya di lokasi akibat fatalnya luka yang diderita.
Merespons tragedi memilukan ini, pihak Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Maros kembali mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih ketat dalam mengawasi anak-anak mereka yang belum cukup umur atau belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dalam membawa kendaraan bermotor.
Budaya berboncengan tiga orang menggunakan sepeda motor (cenglu) dinilai sebagai salah satu pemicu tertinggi fatalitas kecelakaan roda dua di jalan raya. Hal ini dikarenakan suspensi dan sistem pengereman motor tidak dirancang untuk menahan beban tiga orang dewasa atau remaja sekaligus, sehingga tingkat risiko ban selip atau gagal mengerem menjadi berlipat ganda.
Polisi memastikan kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan ke pos lantas terdekat sebagai barang bukti, sementara penyelidikan lebih lanjut terus dilakukan untuk mengetahui kepastian faktor kelalaian di balik insiden maut di Mandai ini.







