Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Ekonomi Sulsel Tumbuh Tangguh 6,88 Persen, Mampu Tahan Guncangan Krisis Global

Wamanews.id, 11 Juni 2026 – Di tengah bayang-bayang ketidakpastian kondisi ekonomi dunia yang kian bergejolak, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi dalam menghadapi berbagai tekanan global. Ketahanan makroekonomi daerah yang kokoh terbukti lewat capaian pertumbuhan ekonomi Sulsel yang sukses menyentuh angka fantastis, yakni sebesar 6,88 persen pada Triwulan I tahun 2026. Angka pertumbuhan ini dinilai menjadi modal krusial yang sangat penting dalam menjaga ritme pembangunan serta memperkuat daya tahan ekonomi domestik.

Gubernur Sulawesi Selatan, Sudirman Sulaiman, mengungkapkan bahwa realisasi capaian tersebut secara otomatis menempatkan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai salah satu wilayah dengan laju pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Bahkan, posisi Sulsel kini berhasil merangkak naik secara signifikan hingga sukses bertengger di peringkat keenam pada level nasional.

“Sulsel Alhamdulillah pertumbuhannya 6,88 persen, salah satu yang tertinggi, peringkat keenam di Indonesia. Yang tadinya di tengah, sekarang kita berada di posisi enam,” tutur Sudirman Sulaiman dalam keterangannya pada Kamis (11/6/2026).

Menurut gubernur, angka pertumbuhan yang impresif tersebut mencerminkan roda aktivitas ekonomi masyarakat di lapangan yang terus bergerak dinamis dan berkembang pesat, terutama pada sektor-sektor produktif yang selama ini menjadi penopang utama struktur perekonomian daerah.

Lebih lanjut, Sudirman menguraikan bahwa masifnya pembangunan infrastruktur fisik, program pengembangan wilayah terpadu, serta tingginya intensitas aktivitas konstruksi yang konsisten berjalan dalam beberapa tahun terakhir menjadi faktor stimulan paling penting yang memicu lonjakan ekonomi Sulawesi Selatan.

“Ini menjadi tanda bahwa Sulsel terus membangun perekonomian di sektor riil, khususnya pembangunan wilayah dan pembangunan konstruksi. Akumulasi dari seluruh aktivitas itu membuat Sulsel berkembang pesat secara ekonomi,” jelasnya secara rinci.

Kendati menorehkan raport kinerja ekonomi yang sangat positif, Sudirman Sulaiman tetap memberikan catatan peringatan bahwa tantangan dari dinamika ekonomi global saat ini masih belum sepenuhnya mereda. Gejolak finansial di sejumlah negara maju, fluktuasi nilai tukar mata uang, hingga tren perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia berpotensi membawa dampak rambatan (spillover effect) terhadap stabilitas ekonomi nasional maupun daerah.

“Kondisi ini bersifat global. Di beberapa belahan dunia terjadi persoalan ekonomi yang berdampak secara keseluruhan. Tentu kita harus waspada terhadap perkembangan tersebut,” imbau Sudirman.

Meski dunia diselimuti ketidakpastian, Sudirman menegaskan bahwa Sulawesi Selatan telah memiliki fondasi ekonomi domestik yang kokoh untuk mengantisipasi berbagai gejolak eksternal tersebut, salah satunya melalui penguatan sektor strategis lokal. Pemprov Sulsel berkomitmen bahwa arah pembangunan ekonomi tidak boleh hanya berorientasi pada mengejar pertumbuhan angka statistik semata. Pertumbuhan tersebut harus berjalan beriringan dengan penguatan ketahanan daerah, khususnya pada sektor kedaulatan pangan dan energi yang menjadi hajat hidup dan kebutuhan dasar masyarakat.

“Indonesia dan Sulsel menghadapi situasi ini dengan optimistis. Bagaimana kita membangun keseimbangan daerah, memperkuat ekonomi, kedaulatan pangan dan energi, serta mendorong produk-produk Sulsel bisa masuk ke pasar nasional maupun global,” urainya menjabarkan visi strategis daerah.

Peningkatan daya saing produk lokal dinilai menjadi kunci utama agar pelaku ekonomi di Sulawesi Selatan mampu bertahan sekaligus jeli menangkap peluang di tengah pergeseran rantai pasok dunia. Dengan capaian pertumbuhan yang konsisten berada di atas rata-rata nasional, Pemprov Sulsel menaruh harapan besar agar tren positif ini dapat terus terjaga sepanjang tahun 2026, sehingga mampu memperluas penciptaan lapangan kerja baru, meningkatkan iklim investasi, dan mengeskalasi kesejahteraan masyarakat secara merata. 

Penulis

Related Articles

Back to top button