Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Dana Desa 2026 Menurun, Pemprov Sulsel Dorong Desa Tematik dan Penguatan BUMDes

Wamanews.id, 10 Juni 2026 – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) bergerak cepat merespons dinamika penganggaran di tingkat desa. Pemprov Sulsel secara aktif mendorong seluruh pemerintah desa di wilayahnya untuk segera melakukan penyesuaian dan reorientasi program pembangunan. Langkah strategis ini mendesak dilakukan menyusul adanya penurunan pagu alokasi Dana Desa secara nasional pada tahun anggaran 2026 ini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Saleh, mengungkapkan bahwa berkurangnya alokasi Dana Desa membawa konsekuensi logis di lapangan. Pemerintah desa dipastikan tidak lagi dapat sepenuhnya memfokuskan atau memprioritaskan anggaran pendapatan dan belanja desa mereka pada pembangunan infrastruktur fisik semata, sebagaimana yang lazim dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Memang kita harus sadari bahwa tahun ini ada penurunan. Tentu dengan penurunan ini tidak semua program bisa ter-cover, sehingga harus ada penyesuaian dan efisiensi,” ujar Muhammad Saleh saat memberikan keterangan resmi pada Selasa (9/6/2026).

Menurut Muhammad Saleh, keterbatasan anggaran akibat penurunan pagu ini mengharuskan para kepala desa beserta jajarannya untuk membagi fokus anggaran secara bijak. Alokasi dana kini harus dialihkan ke berbagai program prioritas lainnya yang dinilai memiliki dampak lebih nyata dan langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa serta penguatan ekonomi akar rumput.

“With menurunnya pagu dana desa di masing-masing desa, tentu tidak bisa lagi sama dengan tahun-tahun sebelumnya yang lebih memprioritaskan infrastruktur dasar,” jelas Saleh. “Karena masih banyak prioritas lain yang harus dilakukan, khususnya bagaimana meningkatkan ekonomi desa melalui penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan menurunkan angka kemiskinan di desa.”

Terkait dengan performa dan perkembangan BUMDes di Sulawesi Selatan saat ini, Saleh tidak menampik bahwa potret kondisi di lapangan masih sangat beragam. Ia mengakui bahwa sebagian BUMDes di Sulsel tercatat telah maju, berkembang, dan mampu menyumbang pendapatan asli desa (PADes) yang signifikan. Namun, di sisi lain, masih banyak pula BUMDes yang statusnya berada pada tahap dasar dan belum mampu berkembang secara optimal.

Tabel: Skema Strategi Pemprov Sulsel dalam Menghadapi Penurunan Dana Desa 2026

Langkah StrategisImplementasi Kebijakan di LapanganTarget Capaian Utama
Efisiensi & PenyesuaianMengurangi porsi anggaran untuk pembangunan infrastruktur fisik dasar.Penghematan anggaran di tengah penurunan pagu Dana Desa.
Penguatan BUMDesMembina BUMDes kategori dasar agar mampu menghasilkan pendapatan mandiri.Kemandirian finansial desa secara berkelanjutan.
Penerapan Desa TematikMemfokuskan satu desa pada satu produk atau potensi unggulan lokal.Terciptanya produk bernilai tambah dan lapangan kerja.
Optimalisasi Desa WisataMendorong BUMDes mengelola potensi alam dan wisata daerah.Peningkatan PADes dan ekonomi masyarakat sekitar.

Guna menjembatani ketimpangan perkembangan BUMDes tersebut, Dinas PMD Sulsel menawarkan solusi berupa penerapan konsep desa tematik. Lewat konsep ini, setiap desa diharapkan mampu melahirkan kluster ekonomi khusus dengan cara memaksimalkan potensi unggulan yang dimiliki oleh masing-masing wilayah. Desa tematik sendiri menitikberatkan pada pengembangan satu sektor dominan lokal sebagai motor penggerak utama roda ekonomi masyarakat setempat.

“Kalau potensinya kopi, maka didorong produksi kopi yang ada di desa tersebut,” urai Saleh memberikan contoh. “Kalau potensinya bawang, kita dorong agar bisa diolah menjadi produk bernilai tambah seperti bawang goreng dan lain-lain.”

Selain bertumpu pada sektor pertanian, perkebunan, dan industri kreatif, Pemprov Sulsel juga mencatat bahwa beberapa BUMDes di Sulawesi Selatan telah mengukir cerita sukses melalui sektor pariwisata. Pengelolaan destinasi wisata berbasis desa terbukti ampuh memberikan kontribusi nyata yang berkelanjutan terhadap pendapatan desa. “Beberapa BUMDes sudah maju dengan mengelola desa-desa wisata,” pungkas Saleh optimis.

Melalui kombinasi penguatan kelembagaan BUMDes dan akselerasi desa tematik ini, Pemprov Sulsel berharap ketahanan ekonomi desa tetap terjaga kokoh. Strategi ini diharapkan mampu menjadi jawaban jitu di tengah keterbatasan fiskal, sekaligus menjadi batu pijakan menuju kemandirian desa yang berkelanjutan di Sulawesi Selatan. 

Penulis

Related Articles

Back to top button