Cuaca Ekstrem Mengintai Sulsel, PLN Ingatkan Bahaya Listrik: Ini Panduan Aman bagi Warga

Wamanews.id, 22 Januari 2026 – Masyarakat di wilayah Sulawesi Selatan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV-Makassar telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diprediksi akan mengguyur sejumlah titik di Sulawesi Selatan hingga 23 Januari 2026.
Menyikapi peringatan tersebut, PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) bergerak cepat dengan mengeluarkan imbauan keselamatan. Mengingat cuaca ekstrem sering kali disertai angin kencang dan potensi banjir, risiko gangguan kelistrikan yang membahayakan nyawa menjadi perhatian utama.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menegaskan bahwa keselamatan pelanggan adalah prioritas yang tidak bisa ditawar. Dalam kondisi hujan lebat yang memicu genangan air atau banjir, listrik dapat menjadi sumber bahaya serius jika tidak ditangani dengan prosedur yang benar.
“PLN mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan kelistrikan, terutama saat cuaca ekstrem seperti sekarang. Air adalah konduktor listrik yang sangat baik, sehingga potensi korsleting atau sengatan listrik meningkat tajam saat banjir,” ujar Edyansyah dalam keterangan resminya.
Edyansyah memberikan panduan praktis bagi warga yang rumahnya mulai dimasuki air:
- Matikan MCB: Segera putuskan aliran listrik dari sumber utama dengan mematikan Miniature Circuit Breaker(MCB) pada kWh meter.
- Cabut Peralatan Elektronik: Lepaskan semua kabel perangkat elektronik dari stop kontak untuk menghindari kerusakan akibat lonjakan arus atau rendaman air.
- Evakuasi ke Tempat Aman: Pindahkan perangkat elektronik berharga ke area yang lebih tinggi, aman, dan kering.
Selain bahaya air, angin kencang yang sering menyertai cuaca ekstrem juga menyimpan ancaman tersendiri. Pohon tumbang, material bangunan yang terbang, hingga papan reklame yang roboh dapat merusak kabel jaringan listrik.
Masyarakat diminta untuk tidak mendekati infrastruktur listrik dalam kondisi cuaca buruk. Hindari berteduh di bawah tiang listrik, dan jangan sekali-kali mencoba menyentuh atau memindahkan kabel yang menjuntai di tanah.
“Jika melihat kabel yang menjuntai, tiang yang miring, atau percikan api pada jaringan, segera menjauh. Jangan mencoba menangani sendiri. Segera laporkan melalui kanal resmi agar petugas kami yang memiliki alat pelindung diri (APD) lengkap bisa segera mengamankan lokasi,” tambah Edyansyah.
Guna mengantisipasi gangguan pasokan listrik akibat kerusakan infrastruktur, PLN telah menyiagakan kekuatan penuh. Sebanyak 71 posko siaga kelistrikan telah diaktifkan di seluruh wilayah kerja UID Sulselrabar. Tak kurang dari 2.278 personel teknis dikerahkan untuk melakukan pemantauan intensif dan percepatan pemulihan jika terjadi gangguan.
Edyansyah juga menjelaskan bahwa dalam kondisi tertentu, PLN terpaksa melakukan pemadaman sementara. Langkah ini biasanya diambil jika area pemukiman sudah terendam banjir atau jika ada jaringan yang tertimpa pohon besar.
“Pemadaman sementara terkadang menjadi satu-satunya cara untuk menjamin keselamatan masyarakat di lokasi bencana. Namun, kami pastikan pasokan listrik akan segera dipulihkan secepat mungkin setelah kondisi dinyatakan benar-benar aman oleh tim di lapangan,” tegasnya.
Di era digital ini, PLN mendorong masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi PLN Mobile. Aplikasi ini menjadi kanal paling efektif untuk melaporkan gangguan atau potensi bahaya kelistrikan secara real-time. Selain itu, masyarakat tetap bisa menghubungi Contact Center PLN 123 atau mendatangi kantor unit PLN terdekat.
Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah, PLN, dan kesadaran masyarakat, diharapkan dampak buruk dari cuaca ekstrem ini dapat diminimalisir, sehingga tidak ada korban jiwa akibat insiden kelistrikan di Bumi Sawerigading.







