Misteri Pembunuhan Sadis di Pinrang, Warga Geger Temukan Mayat!

Wamanews.id, 2 April 2025 – Warga Desa Bungi, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, digegerkan dengan penemuan mayat seorang gadis muda di area persawahan. Korban yang diketahui berinisial MI (18) ditemukan dalam kondisi mengenaskan, terbungkus sarung, pada Selasa (1/4/2025) pagi.
Penemuan mayat tersebut sontak membuat warga sekitar panik dan melaporkannya kepada pihak berwajib. Aparat kepolisian dari Polsek Duampanua dan Polres Pinrang segera tiba di lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Kami telah melakukan olah TKP di lokasi penemuan mayat dan jenazah korban telah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum,” ungkap Kapolsek Duampanua, Iptu Eko Prabowo.
Hasil penyelidikan cepat mengarah pada seorang pemuda berinisial A (25), warga desa setempat, sebagai terduga pelaku pembunuhan. Polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku di rumahnya beberapa jam setelah penemuan mayat korban.
“Diduga korban pembunuhan dan terduga pelaku sudah kami amankan. Saat ini terduga pelaku telah dibawa ke Polres Pinrang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kasat Reskrim Polres Pinrang, Iptu Andi Reza Pahlawan.
Namun, motif di balik pembunuhan tragis ini masih menjadi misteri. Pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman terhadap terduga pelaku untuk mengungkap alasan di balik perbuatan keji tersebut.
“Kami masih terus melakukan pendalaman terhadap terduga pelaku, termasuk motif pembunuhannya. Jika ada perkembangan terbaru, akan segera kami sampaikan,” lanjut Iptu Andi Reza Pahlawan.
Kabar duka ini menyelimuti warga Kelurahan Salo, tempat tinggal korban. Keluarga dan tetangga korban tampak terpukul dan berharap agar pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal. Mereka juga berharap agar pihak kepolisian dapat segera mengungkap tuntas kasus ini.
Penemuan mayat MI di pematang sawah yang biasanya sunyi ini meninggalkan luka mendalam bagi warga Pinrang. Kasus ini menjadi pengingat bahwa kekerasan bisa terjadi di mana saja, bahkan di desa yang tenang sekalipun. Masyarakat pun berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali.







