Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Kesehatan

5 Tanda Kolesterol Tinggi Dibalik Kulit dan Mata Jangan Sampai Terlambat!

Wamanews.id, 9 Juni 2025 – Kolesterol tinggi sering dijuluki “silent killer” karena biasanya tak menimbulkan gejala yang jelas. Namun, tubuh kita ternyata bisa memberikan sinyal lewat area kulit, mata, tangan, dan betis. Berikut lima tanda yang wajib diwaspadai:

1. Timbunan Lemak Kuning di Kelopak Mata (Xanthelasma)

Tanda ini paling umum: muncul bercak atau benjolan kecil berwarna kuning di sudut mata. Kondisi ini disebut xanthelasma, disebabkan oleh akumulasi kolesterol di bawah kulit kelopak.Meskipun tidak menimbulkan nyeri, keberadaannya menandakan ada risiko kesehatan jantung.

2. Cincin Putih atau Abu-Abu di Sekitar Kornea (Arcus Senilis)

Terlihat seperti lingkaran pucat mengelilingi iris. Biasanya muncul pada usia lanjut, namun jika muncul di usia muda, bisa menjadi indikator kolesterol tinggi.

3. Benjolan Lemak di Kulit Lain (Xanthoma & Xanthoderma)

Kulit di tangan, siku, betis, atau bokong bisa menunjukkan tonjolan kecil kekuningan disebut xanthoma atau xanthoderma. Ini muncul akibat penumpukan lipid dan menandakan gangguan metabolisme lemak.

4. Nyeri, Kesemutan, dan Mati Rasa di Tangan & Betis (PAD)

Kolesterol yang menumpuk di arteri kecil dapat menyebabkan nyeri, kram, kesemutan, atau mati rasa terutama saat berjalan (betis) atau di jari tangan saat disentuh. Ini sering disebut penyakit arteri perifer (PAD).

5. Perubahan Kulit, Kuku, atau Warna Betis

Perubahan kulit bisa terjadi, seperti muncul ruam gatal (lichen planus), atau warna kuku dan kulit menjadi pucat atau kebiruan akibat peredaran darah yang buruk.

Meski kolesterol tinggi sering tidak menimbulkan gejala awal, tanda-tanda fisik ini adalah peringatan penting. Jika dibiarkan, risiko komplikasi seperti serangan jantung, stroke, atau gangguan sirkulasi bisa meningkat tajam.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Menemukan Tanda-Tanda Ini?

  1. Segera periksa kadar kolesterol melalui tes darah.
  2. Konsultasi ke dokter untuk evaluasi risiko penyakit kardiovaskular.
  3. Kendalikan kolesterol melalui perubahan gaya hidup: diet rendah lemak jenuh, rutin berolahraga, berat badan ideal, berhenti merokok, dan batasi alkohol 
  4. Obat penurun kolesterol (seperti statin) mungkin diresepkan dokter jika diperlukan.

Mata, kulit, tangan, dan betis bisa menjadi indikator alami jika kolesterol terlalu tinggi. Jangan abaikan tanda seperti xanthelasma, arcus senilis, xanthoma, sensasi nyeri atau kesemutan, dan perubahan warna kulit.

Sadar dan tanggap sejak dini berdampak besar pada mencegah penyakit serius. Jadi, perhatikan tubuh Anda jangan biarkan kolesterol tenggelam tanpa “alarm”!

Penulis

Related Articles

Back to top button