Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Lifestyle

Sering Pakai Earphone Seharian Saat Kerja? Waspadai Risiko Kerusakan Telinga Permanen!

Wamanews.id, 23 Juli 2026 – Di era kerja fleksibel dan digital saat ini, penggunaan perangkat pendengar pribadi seperti earphoneheadphone, maupun headset telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari rutinitas harian para pekerja. Mulai dari mendengarkan musik untuk menjaga fokus, menghadiri rapat virtual (online meeting) berjam-jam, hingga menerima panggilan telepon pekerjaan, peranti ini hampir menempel di telinga sepanjang hari.

Kendati sangat membantu produktivitas, kebiasaan menggunakan earphone secara terus-menerus selama seharian penuh memicu pertanyaan mendasar terkait dampaknya terhadap kesehatan organ pendengaran: amankah penggunaan earphone durasi panjang bagi telinga manusia?

Para dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) serta pakar audiologi menegaskan bahwa penggunaan earphone seharian saat bekerja menyimpan risiko gangguan kesehatan yang signifikan apabila dilakukan tanpa jeda dan dalam volume suara yang tinggi.

Penggunaan earphone yang menyumbat saluran telinga secara terus-menerus dapat memicu serangkaian gangguan kesehatan pendengaran, di antaranya:

1. Kerusakan Sel Rambut Halus (Noise-Induced Hearing Loss)

Di dalam koklea (rumah siput) terdapat sel-sel rambut halus yang berfungsi mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik ke otak. Paparan suara keras berdurasi panjang dari earphone dapat merusak atau mematikan sel-sel tersebut. Kerusakan ini bersifat irreversibel atau tidak dapat disembuhkan, yang memicu penurunan kemampuan mendengar secara permanen.

2. Penumpukan Kotoran Telinga dan Infeksi Bakteri

Saat earphone terpasang rapat di dalam lubang telinga, sirkulasi udara menjadi tersumbat dan menciptakan kondisi lembap. Kondisi ini menekan kotoran telinga (serumen) makin mendalam serta menjadi tempat ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang biak, memicu peradangan atau infeksi (otitis eksterna).

3. Tinnitus (Dengung Permanen) dan Kelelahan Pendengaran

Gejala awal kerusakan pendengaran sering ditandai dengan munculnya sensasi berdengung, mendesis, atau berdenging di dalam telinga (tinnitus). Selain itu, saraf pendengaran yang terus dipaksa bekerja memproses suara akan mengalami kelelahan yang berimbas pada pusing dan penurunan konsentrasi kerja.

Tabel: Panduan Batas Aman Volume dan Durasi Penggunaan Perangkat Suara

Tingkat Intensitas Suara (Desibel / dB)Contoh Sumber SuaraBatas Waktu Aman PenggunaanRisiko / Dampak Kesehatan
< 60 dB (Rekomendasi)Percakapan santai / Musik lembutMaksimal 60 menitberturut-turutAman bagi fungsi pendengaran harian.
80 – 85 dBSuara lalu lintas / Volume sedangMaksimal 8 jam per hariPotensi kelelahan pendengaran ringan.
90 – 100 dBVolume earphonetinggi (>70%)** Kurang dari 15–30 menit**Risiko tinggi tinnitus & kerusakan permanen.
> 100 dBSuara konser / Mesin jetKurang dari beberapa menitNyeri telinga hebat & ketulian mendadak.

Agar produktivitas kerja tetap terjaga tanpa membiarkan kesehatan telinga terancam, masyarakat dapat menerapkan aturan serta kebiasaan aman (healthy hearing habits) berikut:

  • Terapkan Aturan 60/60: Batasi batas maksimal volume earphone tidak melebihi 60 persen dari kapasitas maksimum, dan beri jeda istirahat setelah penggunaan selama 60 menit berturut-turut.
  • Beri Waktu Telinga Istirahat: Lepas earphone selama 10 hingga 15 menit di sela-sela jam kerja untuk mengembalikan sirkulasi udara alami di dalam saluran telinga.
  • Gunakan Fitur Speakerphone atau Over-Ear Headphone: Apabila situasi memungkinkan saat bekerja di ruang pribadi, manfaatkan pengeras suara luar (speaker) laptop/HP atau pilih headphone tipe over-earyang tidak langsung menyumbat lubang telinga.
  • Rutin Membersihkan Perangkat: Bersihkan bantalan earphone secara berkala menggunakan kain mikrofiber lembap atau alkohol untuk mencegah penumpukan bakteri penyebab infeksi.

Dengan menerapkan prinsip penggunaan yang bijak, para pekerja dapat menikmati kenyamanan teknologi audio digital tanpa harus mengorbankan fungsi pendengaran di masa depan. 

Penulis

Related Articles

Back to top button