Satu Atap Beda Bendera: Fenomena Keluarga Beda Partai Warnai Politik Sulsel

Wamanews.id, 6 Agustus 2026 – Peta politik di Sulawesi Selatan (Sulsel) menjelang kontestasi demokrasi terus menyajikan lanskap yang makin menarik untuk dicermati. Salah satu fenomena dominan yang kian menonjol adalah tingginya fleksibilitas afiliasi politik di lingkup internal keluarga para tokoh publik dan kepala daerah. Satu rumah tangga kini tak lagi mutlak menginduk pada satu panji partai politik (parpol) yang sama.
Kondisi “satu atap beda bendera” ini tidak hanya melibatkan hubungan kekerabatan jauh, melainkan terjadi langsung pada ikatan inti seperti pasangan suami-istri, orang tua dan anak, hingga saudara kandung. Meskipun terlihat unik, fenomena keberagaman pilihan politik dalam keluarga ini dinilai para tokoh sebagai bagian dari pendewasaan demokrasi yang makin terbuka dan dinamis.
Fenomena ini terpotret jelas di berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Salah satu contoh paling menyita perhatian datang dari keluarga mantan Gubernur/Wakil Gubernur dan elit partai.
Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, dikenal sebagai kader utama Partai NasDem. Namun, suaminya, Rusdi Masse (RMS), beserta putranya, Muammar Feriraee Gandi Rusdi, saat ini tercatat berkiprah bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Potret serupa juga terjadi pada deretan kepala daerah dan elit politik lokal lainnya di Sulsel:
- Kabupaten Sinjai: Bupati Sinjai, Ratnawati Arif, baru saja resmi dilantik menjadi Ketua DPC Partai Gerindra Sinjai pada Selasa (4/8/2026). Di sisi lain, putranya, Achmad Fauzan Guntur, merupakan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang kini duduk di kursi DPRD Sulsel.
- Kabupaten Selayar: Bupati Selayar, Muh Natsir Ali, menjatuhkan pilihan politiknya bersama Partai Gerindra, sedangkan saudaranya, Muh Basli Ali, mengabdi di Partai Golkar.
- Kabupaten Pangkep: Bupati Yusran Lalogau merupakan kader Partai NasDem. Sementara pamannya, Syamsudin Hamid, adalah tokoh senior Golkar, dan iparnya, Raizsa Makis, berlabuh di PSI.
- Kabupaten Pinrang & Enrekang: Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid (NasDem) beda partai dengan putranya Andi Ichsan Aswad (PSI). Sementara Bupati Enrekang Yusuf Ritangnga (Gerindra) beda naungan dengan istrinya, Ratnawati Muchlis (PSI).
Tabel: Pemetaan Hubungan Kekerabatan & Perbedaan Partai Tokoh Politik Sulsel
| Tokoh Utama / Pejabat | Jabatan / Status | Partai Tokoh | Anggota Keluarga & Hubungan | Partai Anggota Keluarga |
| Fatmawati Rusdi | Wagub Sulsel | NasDem | Rusdi Masse (Suami) & Gandi Rusdi (Anak) | PSI |
| Ratnawati Arif | Bupati Sinjai | Gerindra | Achmad Fauzan Guntur (Anak) | PPP |
| Andi Irwan Hamid | Bupati Pinrang | NasDem | Andi Ichsan Aswad (Anak) | PSI |
| Yusuf Ritangnga | Bupati Enrekang | Gerindra | Ratnawati Muchlis (Istri) | PSI |
| Rudianto Lallo | Anggota DPR RI | NasDem | Sukarno Lallo (Saudara Kandung) | PSI |
| Taufan Pawe | Anggota DPR RI | Golkar | Musdalifah Pawe (Saudara Kandung) | PAN |
Menanggapi perbedaan garis politik antara dirinya dan sang putra, Bupati Sinjai Ratnawati Arif menegaskan bahwa dirinya sangat menghormati independensi dan pilihan pribadi anaknya tanpa ada bentuk intervensi keluarga.
“Silakan dia menentukan sikap politiknya sendiri. Setelah melihat mamanya menjadi Ketua Gerindra, tentu itu menjadi pertimbangannya. Tetapi sampai hari ini saya belum menyampaikan apa pun kepada dia. Itu adalah sikap pribadi dan pilihan politiknya. Hari ini kita berada dalam tatanan demokrasi yang sehat,” tegas Ratnawati usai menerima SK Kepengurusan Gerindra.
Kendati jamak dijumpai, perbedaan perahu politik di dalam satu keluarga terbukti tidak selalu bersifat permanen. Dalam banyak kasus, peta politik keluarga kerap bersatu kembali mengikuti momentum dan pertimbangan emosional kekeluargaan.
Hal itu dibuktikan oleh keputusan Rusdi Masse (RMS) yang akhirnya memilih hengkang dari NasDem untuk bergabung ke PSI menyusul jejak sang anak. RMS secara terbuka mengakui bahwa langkah politiknya diambil demi memberikan dukungan moral penuh kepada putranya.
“Kamu juga pasti kalau arahnya anakmu tujuannya baik, pasti kamu ikut. Siapa orang yang tidak berkorban demi anaknya,” ujar RMS saat menjelaskan alasannya berlabuh ke PSI pada awal Januari 2026 lalu.
Pola serupa juga pernah mewarnai perjalanan politik mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS) serta mantan Bupati Enrekang Muslimin Bando, di mana pergeseran kepengurusan parpol pada akhirnya menyatukan kembali haluan politik keluarga.
Fenomena ini membuktikan bahwa peta politik di Sulawesi Selatan sangat cair, fleksibel, serta menempatkan ikatan kekeluargaan dan strategi politik sebagai dua hal yang berjalan secara dinamis.







