Cuaca Ekstrem Makassar: Pohon Tumbang di Tamalanrea Timpa Pedagang Rambutan Hingga Luka Parah

Wamanews.id, 2 Februari 2026 – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang kembali menunjukkan taringnya di Kota Makassar. Pada Minggu (1/2/2026) siang, fenomena alam ini memicu serangkaian insiden pohon tumbang di sejumlah titik strategis. Kejadian paling memilukan terjadi di Kecamatan Tamalanrea, di mana seorang pedagang buah menjadi korban keganasan cuaca tersebut.
Insiden ini menambah daftar panjang dampak cuaca buruk yang sedang melanda Sulawesi Selatan awal Februari ini. Tidak hanya mengakibatkan kemacetan, pohon yang tumbang juga merusak aset warga hingga menimbulkan korban luka yang harus menjalani perawatan intensif.
Peristiwa yang menelan korban jiwa bermula di Jalan Ir. Sutami, tepatnya di samping jalur Tol, Kelurahan Parangloe. Seorang pedagang buah rambutan, Hasma Ayu Lestari (31), tengah menjajakan dagangannya di atas mobil pick-upmiliknya sekitar pukul 12.00 WITA.
Menurut keterangan saksi mata, cuaca yang awalnya mendung tiba-tiba berubah menjadi hujan lebat disertai hembusan angin yang sangat kencang. Korban dilaporkan sempat panik dan berusaha mengamankan diri, namun nahas, sebuah pohon besar yang berada tepat di samping lokasinya berjualan roboh seketika sebelum ia sempat menjauh.
Kapolsek Tamalanrea, Muhammad Yusuf, mengonfirmasi bahwa korban tertimpa batang pohon besar pada bagian kepala. “Korban sudah dibawa ke Rumah Sakit (RS) Dr. Wahidin Sudirohusodo untuk mendapat perawatan medis. Korban mengalami luka pada bagian kepala sebelah kanan,” ungkap Yusuf kepada wartawan, Minggu sore.
Selain melukai Hasma, hantaman pohon tersebut juga mengakibatkan mobil pick-up yang digunakannya sebagai tempat berjualan ringsek berat di bagian depan dan atap.
Sesaat setelah kejadian, personel Polsek Tamalanrea bersama Tim Rescue dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Makassar langsung terjun ke lokasi. Proses evakuasi dilakukan dengan memotong batang-batang pohon menggunakan gergaji mesin guna membebaskan kendaraan yang terjepit serta membersihkan jalur agar arus lalu lintas kembali kondusif.
Camat Tamalanrea, Ikbal, menjelaskan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan lintas instansi untuk menangani dampak cuaca ekstrem ini.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, angin kencang siang itu menyebabkan pohon tumbang di tiga titik berbeda di wilayahnya:
- Jalan Ir. Sutami (Samping Tol)
- Jalan Perintis Kemerdekaan
- Wilayah Bontoa Parangloe A
“Kami bersama BPBD, TNI, Polri, Damkarmat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Satpol PP langsung melakukan pengamanan area serta pembersihan pohon tumbang guna memastikan mobilitas warga kembali normal,” jelas Ikbal.
Pihak otoritas terus mengingatkan warga Makassar bahwa cuaca ekstrem diprediksi masih akan berlanjut. Masyarakat diminta untuk lebih mawas diri dan tidak meremehkan peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG.
Kompol Muhammad Yusuf menyampaikan sejumlah imbauan penting bagi warga yang masih harus beraktivitas di luar rumah:
- Hindari Berteduh di Bawah Pohon: Jangan sekali-kali berlindung di bawah pohon besar, baliho, atau papan reklame saat hujan disertai angin kencang.
- Pantau Informasi Resmi: Selalu perbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi banjir dan genangan air.
- Keamanan Listrik: Amankan peralatan listrik di rumah untuk mencegah risiko korsleting akibat genangan air.
- Pengawasan Anak: Orang tua diminta memastikan anak-anak tidak bermain di luar rumah atau di sekitar saluran drainase saat hujan lebat.
Bagi masyarakat yang menghadapi kondisi darurat atau melihat adanya potensi bencana di wilayah Tamalanrea, pihak kepolisian telah menyediakan layanan pengaduan cepat. “Jika terjadi bencana atau kondisi darurat di wilayah kami, warga bisa langsung menghubungi call center di nomor 081245941110,” pesan Kompol Yusuf.
Situasi di lokasi kejadian kini telah berangsur normal, namun sisa-sisa material pohon dan kerusakan kendaraan menjadi pengingat bagi setiap warga Makassar untuk selalu mengutamakan keselamatan di tengah musim penghujan yang kian tak menentu ini.







