Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Nasional

Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Ruteng Manggarai NTT, 12 Gempa Susulan Tercatat

Wamanews.id, 21 September 2026 – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (21/9) pagi. Guncangan terjadi sekitar pukul 08.41 WIT dan sempat membuat warga panik saat beraktivitas.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lokasi gempa berada di titik koordinat 8.33 Lintang Selatan dan 120.59 Bujur Timur. Titik tersebut berada cukup dekat dengan permukiman penduduk di Ruteng.

BMKG mencatat episentrum gempa berada sekitar 34 kilometer Timur Laut Ruteng, Manggarai. Jarak yang cukup dekat ini membuat getaran dirasakan cukup kuat oleh masyarakat sekitar.Gempa tersebut memiliki kedalaman 10 kilometer yang termasuk kategori gempa dangkal. Gempa dangkal biasanya dirasakan lebih kuat di permukaan meskipun magnitudonya tidak terlalu besar.

Meski tergolong dangkal, BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hal ini karena kekuatan dan mekanisme gempa tidak memenuhi syarat untuk memicu gelombang tsunami.

Namun BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati. Warga diminta tidak panik namun tetap siaga terhadap kemungkinan gempa susulan yang bisa terjadi kapan saja.

Getaran gempa dilaporkan dirasakan paling kuat di wilayah Manggarai, Bajawa, dan Labuan Bajo. Warga di tiga daerah tersebut mengaku merasakan guncangan beberapa detik.BMKG mencatat intensitas getaran berada pada skala III-IV MMI. Pada skala IV, getaran dirasakan banyak orang baik di dalam maupun di luar rumah, bahkan dapat membuat gerabah pecah dan pintu berderik.

Melalui akun resmi di platform X, BMKG menginformasikan perkembangan gempa di Ruteng. Hingga siang ini tercatat sudah ada sekitar 12 kali gempa susulan dengan magnitudo bervariasi.

Pemerintah daerah dan BPBD diminta untuk terus memantau kondisi di lapangan. Masyarakat juga diimbau mengikuti informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah percaya pada isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Penulis

Related Articles

Back to top button