Rilis Survei Terbaru, 13 Profesi Ini Disebut Paling Berpotensi Selingkuh

Wamanews.id, 24 September 2026 – Sebuah hasil survei yang mengulas tentang tingkat potensi perselingkuhan berdasarkan jenis pekerjaan tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Data tersebut mengungkap ada 13 profesi yang memiliki persentase lebih tinggi dibanding lainnya.
Survei yang bersumber dari RantCasino dan viral di Instagram itu menempatkan profesi di bidang Sales atau Penjualan sebagai yang tertinggi dengan angka mencapai 14,5 persen.
Posisi kedua ditempati oleh profesi di dunia pendidikan, seperti guru, pelatih, dan tenaga pendidik dengan persentase 13,7 persen. Sementara di urutan ketiga ada tenaga kesehatan, termasuk dokter dan perawat, sebesar 12,5 persen.
Berikut adalah daftar lengkap 13 profesi yang disebut dalam survei tersebut:
- Sales/Penjualan: 14,5%
- Guru, Pelatih & Tenaga Pendidikan: 13,7%
- Tenaga Kesehatan (Dokter/Perawat): 12,5%
- Transportasi & Logistik: 9,8%
- Perhotelan & Penyelenggara Acara (Event): 7,7%
- Teknik & Manufaktur: 6,6%
- Properti & Konstruksi: 5,5%
- Akuntansi, Perbankan & Keuangan: 5,4%
- Teknologi Informasi (IT): 4,6%*- *Tentara: 4,0%
- HRD: 2,2%
- Pekerja Amal dan Sukarela: 1,9%
- Rekreasi, Olahraga, dan Pariwisata: 1,9%
Jika dilihat dari polanya, profesi dengan persentase tinggi umumnya memiliki karakteristik mobilitas tinggi, intensitas pertemuan dengan orang baru yang sering, serta jam kerja yang tidak selalu menetap di satu tempat.
Meski demikian, pengamat sosial menilai data ini tidak bisa dijadikan patokan mutlak untuk menilai kesetiaan seseorang.
Pakar hubungan menyebut faktor perselingkuhan lebih banyak dipengaruhi oleh faktor personal, komunikasi dalam hubungan, dan komitmen individu, bukan semata-mata karena jenis pekerjaannya.
Survei tersebut juga mendapat tanggapan beragam dari warganet. Banyak yang menganggapnya hanya sebagai data statistik yang menarik untuk dibaca, bukan untuk menghakimi.
Terlepas dari pro dan kontra, daftar ini menjadi pengingat bahwa menjaga komunikasi dan kepercayaan tetap menjadi kunci utama dalam sebuah hubungan, apa pun profesinya.







