Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Wajo

Bertanding dalam Keadaan Terluka, Andi Munir Persembahkan Medali Perak untuk Kabupaten Wajo

Wamanews.id, 7 November 2026 – Andi Munir Haqsari menunjukkan sikap keteguhan yang patut menjadi teladan. Meski tubuhnya masih dibalut luka akibat kecelakaan lalu lintas, atlet menembak Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Kabupaten Wajo tersebut tetap memutuskan untuk tampil pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan di Kabupaten Bone.

Kecelakaan tersebut terjadi dua hari sebelum pertandingan, ketika Andi Munir bertolak dari kediamannya menuju Kabupaten Bone. Di tengah perjalanan, sepeda motor yang dikendarainya menabrak seekor anjing yang melintas secara tiba-tiba sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.

Akibat peristiwa itu, Andi Munir terjatuh dan mengalami luka yang cukup serius, terutama pada bagian kaki. Berdasarkan dokumentasi yang beredar, luka pada lutut kanannya tampak sedang mendapatkan penanganan medis dari tim kesehatan.

Kondisi tersebut sejatinya dapat menjadi alasan yang sah baginya untuk mengundurkan diri dari pertandingan. Namun, atlet berusia 22 tahun tersebut memilih untuk tetap melanjutkan perjuangannya.

Keputusan itu didasari oleh rasa tanggung jawab yang besar terhadap timnya. Ia menyadari bahwa kehadirannya sangat menentukan kelengkapan tim dalam pertandingan tersebut.

“Saya tidak dapat tidur memikirkan tim saya. Kami satu tim tidak dapat bertanding apabila tidak lengkap,” ujar Andi Munir.

Bagi Andi Munir, Porprov bukan sekadar ajang kompetisi. Ajang tersebut merupakan hasil dari proses latihan yang panjang dan persiapan yang telah dilakukan secara sungguh-sungguh selama berbulan-bulan.

“Saya tidak ingin mengorbankan latihan saya selama ini. Saya tidak ingin kegagalan pada hari ini membuat saya menyesal empat tahun ke depan,” tuturnya.

Ia pun memaknai musibah tersebut sebagai bagian dari ketetapan Tuhan yang harus diterima dengan lapang dada.

“Segalanya telah saya persiapkan, tetapi semua ini telah menjadi kehendak Tuhan,” ucapnya.

Sebenarnya, pelatih dan keluarganya telah menyarankan agar ia beristirahat total demi proses pemulihan. Akan tetapi, tekadnya untuk tetap bertanding telah bulat dan tidak dapat digoyahkan.

“Pelatih dan keluarga telah menyuruh saya beristirahat, tetapi keinginan saya sendiri untuk berangkat ke Bone mengikuti pertandingan,” katanya.

Pengorbanan tersebut tidak berakhir sia-sia. Dengan kondisi yang belum pulih sepenuhnya, Andi Munir berhasil meraih medali perak dan menempati posisi juara kedua pada cabang olahraga menembak.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa semangat juang seorang atlet tidak hanya diukur dari kondisi fisik yang sempurna. Keberanian untuk tetap bertanding di tengah keterbatasan justru melahirkan sebuah pencapaian yang membanggakan.

Medali perak tersebut dipersembahkan Andi Munir untuk Kabupaten Wajo, tim, pelatih, dan keluarganya yang telah memberikan dukungan penuh di tengah masa sulit yang dihadapinya.

Penulis

Related Articles

Back to top button