Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Mudik Sulsel 2026: 210 Personel Dishub Siaga Tempur di Titik Macet, Maros Jadi Atensi Khusus!

Wamanews.id, 3 Maret 2026 – Tradisi mudik Lebaran selalu menjadi ujian kesabaran bagi masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel). Namun, untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang jatuh pada tahun 2026 ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) tampaknya enggan berkompromi dengan kemacetan. Tak tanggung-tanggung, Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel telah menyusun strategi “pagar betis” untuk memastikan arus kendaraan tetap mengalir.

Sebanyak 210 personel dipastikan akan turun ke lapangan, menyebar di berbagai titik nadi transportasi yang selama ini menjadi langganan macet. Langkah ini diambil guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik yang diprediksi akan membanjiri jalur-jalur utama dalam skala masif.

Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Erwin Terwo, menjelaskan bahwa penempatan personel tahun ini tidak hanya fokus pada jalur keluar kota. Dinamika masyarakat saat menjelang Lebaran yang cenderung memadati pusat perbelanjaan dan lokasi wisata juga menjadi perhatian serius.

“Personel kami fokuskan pada lokasi dengan potensi kepadatan tinggi. Mulai dari Jalan Perintis Kemerdekaan yang menjadi pintu keluar masuk utama Makassar, jalur-jalur wisata, hingga pusat perbelanjaan dan mal. Kami tahu ‘demam belanja’ menjelang Lebaran seringkali memicu simpul kemacetan baru,” ujar Erwin saat ditemui di kantornya, Selasa (3/3/2026).

Selain itu, personel juga akan diperbantukan untuk mengatur lalu lintas di sekitar masjid-masjid besar yang menggelar Salat Idul Fitri. Koordinasi erat dengan pemerintah kabupaten/kota serta kepolisian menjadi kunci agar transisi dari arus mudik ke hari kemenangan berjalan tanpa kendala berarti.

Untuk memperkuat pengawasan, Dishub Sulsel kembali membentuk Posko Terpadu di lokasi-lokasi vital. Belajar dari efektivitas tahun-tahun sebelumnya, posko ini akan berfungsi sebagai pusat kendali dan informasi bagi pengguna jalan.

Adapun titik-titik posko tersebut mencakup:

  • Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (Pintu masuk jalur udara).
  • Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar (Nadi utama jalur laut).
  • Simpang Lima Bandara (Titik temu arus kendaraan).
  • Simpang Tiga Maros (Gerbang utama menuju jalur utara dan Bone).

Salah satu tantangan terberat setiap musim mudik di Sulsel adalah poros Maros-Camba. Jalur ini melegenda karena kemacetan yang bisa berlangsung berjam-jam akibat kontur jalan yang sempit dan berliku, ditambah volume kendaraan yang meluap.

Erwin mengakui bahwa wilayah Maros Simpang 3 dan kawasan Camba adalah prioritas utama mitigasi. “Mudik seperti ini luar biasa tekanannya, kemacetan bisa berjam-jam di sana. Kami sudah mitigasi bersama Dishub kabupaten setempat dan pihak kepolisian. Tahun lalu kami tempatkan 12 orang khusus di titik kritis Camba untuk membantu, dan tahun ini antisipasi serupa akan lebih diperketat,” bebernya.

Meskipun kondisi infrastruktur di wilayah Camba saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, Dishub tetap menyiagakan personel untuk mengantisipasi kejadian tak terduga, seperti kendaraan mogok atau kecelakaan yang bisa menutup akses jalan sepenuhnya.

Selain fokus pada jalan raya, Erwin Terwo menegaskan bahwa pelayanan di terminal angkutan darat dan pelabuhan tidak boleh kendur. Ia memerintahkan agar kehadiran petugas di lokasi-lokasi tersebut tetap maksimal selama 24 jam dalam periode arus mudik dan balik.

“Personel di terminal dan pelabuhan tidak boleh kosong. Pelayanan kepada masyarakat harus optimal. Keamanan pengguna jalan dan kelancaran arus logistik adalah prioritas yang tidak bisa ditawar,” pungkasnya.

Pemprov Sulsel mengimbau para pemudik untuk tetap mematuhi arahan petugas di lapangan, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, serta selalu memantau informasi cuaca dan lalu lintas sebelum berangkat. Dengan kesiapan 210 personel dan posko terpadu ini, diharapkan Mudik Lebaran 2026 di Sulawesi Selatan dapat berjalan dengan jargon: Mudik Aman, Mudik Berkesan.

Penulis

Related Articles

Back to top button