Trans Sulsel Hidupkan Dua Koridor dengan 27 Armada Baru, Siap Kurangi Macet & Layani Masyarakat

Wamanews.id, 26 Juni 2025 – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) menunjukkan komitmen kuatnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan transportasi publik. Sebagai kabar gembira bagi masyarakat, Pemprov Sulsel akan menghidupkan kembali dua koridor layanan transportasi umum yang kini berganti nama menjadi Trans Sulsel. Inisiatif ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan diiringi dengan penambahan signifikan sebanyak 27 unit armada bus baru yang siap beroperasi melayani mobilitas warga.
Langkah strategis ini diambil menyusul kebijakan Pemprov Sulsel untuk mengambil alih sepenuhnya subsidi operasional dua koridor tersebut. Sebelumnya, layanan ini dikenal dengan nama Teman Bus yang subsidinya sebagian besar berasal dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Namun, dengan adanya pembatasan subsidi dari Kemenhub, Pemprov Sulsel secara proaktif memutuskan untuk menanggung biaya operasional dan menjaga keberlanjutan layanan vital ini. Total subsidi yang digelontorkan oleh Pemprov Sulsel untuk 27 armada baru ini mencapai angka fantastis, yaitu Rp16,7 miliar.
Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Erwin Terwo, menjelaskan bahwa langkah pengambilalihan subsidi ini merupakan bukti keseriusan Pemprov dalam menyediakan transportasi publik yang handal dan terjangkau. “Pemprov Sulsel mengambil alih operasional satu koridor usai Kemenhub membatasi subsidi layanan Trans Sulsel. Koridor yang akan disubsidi Pemprov Sulsel adalah koridor 1 dan 2,” ujar Erwin. Penegasan ini memberikan kepastian bagi keberlanjutan layanan yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Tak hanya subsidi dan armada baru, rute kedua koridor ini juga akan mengalami penyesuaian signifikan atau re-routingdemi mengoptimalkan bangkitan penumpang dan menyasar daerah-daerah strategis, termasuk destinasi wisata dalam kota.
Koridor 1: Penambahan Rute hingga ke CPI Koridor 1 akan dilayani oleh 14 unit bus yang telah di-branding khusus dengan nama Trans Sulsel.
Rute yang sebelumnya hanya meliputi Panakkukang Square hingga Pelabuhan Galesong, kini akan diperpanjang dengan tambahan jalur menuju Centre Point of Indonesia (CPI). Penambahan rute ke CPI ini bukan tanpa alasan. “Ada tambahan sedikit karena kita salah satu tambahan arah ke CPI. Kita mau mengurangi kemacetan kendaraan pribadi di sana,” jelas Erwin. Hal ini menunjukkan visi Pemprov untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di area-area vital dan destinasi populer.
Lebih dari itu, rute Koridor 1 ini juga akan terintegrasi dengan terminal waterbase di Taman Andalan, serta mencakup halte-halte penting seperti Masjid 99 Kubah, RS Vertikal, hingga Pelabuhan Takalar. Dengan total 105 halte pulang pergi, Koridor 1 ini mendapatkan alokasi subsidi sebesar Rp9,4 miliar, menunjukkan investasi besar untuk memastikan jangkauan layanan yang luas.
Koridor 2: Menghubungkan Kawasan Pendidikan dan Transportasi Terpadu Sementara itu, Koridor 2 akan diperkuat dengan 13 unit armada baru.
Rutenya dirancang untuk menghubungkan kawasan pendidikan utama seperti Unhas Tamalanrea, Bandara Sultan Hasanuddin, hingga Terminal Kereta Api Mandai Maros. Desain rute ini sangat strategis karena akan terkoneksi dengan jalur kereta api yang menuju Pangkep, Barru, dan Parepare, menciptakan sistem transportasi publik yang lebih terintegrasi dan efisien. Koridor 2 ini akan memiliki 51 halte dan menerima subsidi sebesar Rp7,3 miliar.
Saat ini, hanya Koridor 5 Teman Bus dengan rute Teknik Unhas Gowa ke Unhas Tamalanrea yang masih beroperasi dengan 20 unit bus, melayani mayoritas mahasiswa dan masyarakat di koridor tersebut. Kehadiran Trans Sulsel dengan koridor baru dan penyesuaian rute diharapkan dapat mengurangi beban Koridor 5 dan memberikan alternatif transportasi yang lebih luas.
Sebagai persiapan operasional, Dinas Perhubungan Sulsel telah melakukan simulasi rute selama tiga hari untuk memastikan kelancaran dan efisiensi. “Sudah 3 hari kita simulasi terkait rute. Rutenya ini agak berbeda,” kata Erwin. Seluruh armada yang akan beroperasi merupakan bus baru tahun 2024 dengan kapasitas muat 35-40 orang, serta dapat menampung lebih banyak penumpang berdiri, menjamin kenyamanan dan kapasitas yang memadai.
Erwin Terwo menyampaikan optimismenya terhadap minat masyarakat. “Alhamdulillah, pergerakan orang yang menggunakan armada kita laporan terakhir peminatnya besar,” tambahnya, menunjukkan antusiasme publik yang tinggi terhadap peningkatan layanan ini.
Target peluncuran Trans Sulsel ditetapkan pada 9 Juli 2025. “Insyaallah kami sudah lapor Pak Gubernur terkait progres. Tentu evaluasi saya sampaikan sudah rampcheck kendaraan kelayakannya. Sudah dari awal kita check. Kendaraan baru semua. Sudah di-branding semua. Simulasi sudah dilihat,” pungkas Erwin, meyakinkan bahwa semua persiapan telah matang.
Dengan peluncuran 27 armada baru dan pengaktifan kembali dua koridor strategis ini, Pemprov Sulsel berharap dapat memberikan solusi nyata untuk masalah kemacetan, meningkatkan aksesibilitas, dan mendorong penggunaan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan.







