Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Wajo

MQK Internasional 2025: Momentum Sejarah Wajo Menuju Pusat Literasi Islam di Timur Indonesia 

Wamanews.id, 24 September 2025 – Tahun 2025 akan menjadi saksi sejarah bagi Kabupaten Wajo saat menjadi tuan rumah gelaran perdana Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Internasional. Lebih dari sekadar ajang perlombaan, even ini adalah sebuah panggung besar bagi Wajo untuk menunjukkan komitmennya dalam memajukan keilmuan Islam dan memperkuat posisinya di peta dunia sebagai destinasi pendidikan dan wisata religi.

Menurut Bupati Wajo, Andi Rosman, MQK Internasional adalah momentum bersejarah yang tidak boleh disia-siakan. “Event ini merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas keilmuan Islam sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Wajo sebagai pusat pengembangan literasi Islam di kawasan timur Indonesia,” ujar Bupati. Visi ini menunjukkan ambisi besar untuk memanfaatkan acara ini sebagai katalisator bagi perkembangan yang lebih luas, baik secara keilmuan maupun sosial-ekonomi.

Rapat koordinasi awal yang dipimpin langsung oleh Bupati bersama Forkopimda pada Selasa (23/9/2025) menjadi bukti nyata dari keseriusan tersebut. Diskusi yang dilakukan bersifat komprehensif, mencakup segala aspek, mulai dari logistik, keamanan, hingga promosi acara. 

Bupati Rosman menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi dari semua pihak untuk memastikan MQK Internasional berjalan dengan sukses. Kesuksesan acara ini diharapkan akan membawa citra positif bagi Wajo, yang pada gilirannya akan menarik lebih banyak perhatian dari komunitas internasional.

Bagi para peserta, yang terdiri dari santri-santri terbaik dari berbagai daerah di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara, MQK adalah kesempatan emas untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam membaca dan memahami kitab-kitab klasik Islam. 

Acara ini bukan hanya menguji hafalan, tetapi juga kedalaman pemahaman, sebuah tradisi keilmuan yang telah lama mengakar dalam dunia pesantren. MQK Internasional ini akan menjadi wadah yang sangat berharga bagi mereka untuk memperdalam serta merayakan warisan keilmuan Islam yang kaya dan beragam.

Dampak dari event ini diproyeksikan akan melampaui batas-batas keilmuan. Sebagai tuan rumah, Wajo berharap dapat menarik perhatian para wisatawan religi dan akademisi dari dalam dan luar negeri. Hal ini secara langsung dapat memberikan dorongan signifikan bagi sektor pariwisata lokal, termasuk hotel, restoran, dan UMKM. Komitmen yang telah dimulai sejak dini oleh pemerintah daerah menunjukkan optimisme bahwa Wajo mampu menjadi tuan rumah yang berkelas dunia. 

Diharapkan, even ini tidak hanya akan memberikan dampak positif bagi pengembangan ilmu keislaman, tetapi juga akan mengangkat citra Wajo di panggung nasional maupun internasional, menjadikannya destinasi yang patut diperhitungkan.

Penulis

Related Articles

Back to top button