Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Meriah, Makassar Cultural Day Hadirkan Atraksi Budaya hingga Kuliner Legendaris

Wamanews.id, 10 April 2025 – Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam merawat dan merayakan kekayaan budaya lokal melalui gelaran akbar Makassar Cultural Day, yang dijadwalkan berlangsung pada bulan April ini. Acara tahunan yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan Kota Makassar ini siap menampilkan nuansa budaya yang kental dengan beragam atraksi, kuliner khas, hingga eksplorasi tanah leluhur.

Mengusung semangat pelestarian budaya, Makassar Cultural Day tak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga dijadikan momentum untuk mengangkat potensi UMKM dan pariwisata budaya kota daeng. Tema tahun ini yang diangkat adalah Makassar Cultural Day, dengan rangkaian acara utama yang akan dipusatkan di Taman Macan, salah satu ruang publik ikonik di jantung kota Makassar.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan bahwa perencanaan yang matang menjadi kunci kesuksesan acara ini. Ia menyoroti pentingnya pemilihan waktu yang tepat dan kesiapan menghadapi cuaca yang bisa saja berubah sewaktu-waktu. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan perayaan bisa dijadwalkan ulang ke bulan Agustus jika dinilai lebih kondusif.

“Cuaca yang tidak menentu serta pengundangan dari pihak kementerian perlu menjadi pertimbangan utama. Kita ingin acaranya berjalan lancar dan optimal,” ungkap Munafri pada Rabu, 9 April 2025.

Lebih dari sekadar tontonan, Munafri berharap Hari Kebudayaan ini bisa menghadirkan manfaat konkret, terutama bagi para pelaku UMKM kuliner lokal. Stand makanan akan disiapkan sebagai etalase kuliner khas Makassar mulai dari coto Makassar, pallubasa, jalangkote, hingga barongko yang siap menggoda lidah para pengunjung dari berbagai kalangan.

“Kita ingin kegiatan ini membawa dampak nyata. Ini bukan hanya selebrasi, tapi peluang besar untuk mengenalkan potensi kuliner kita ke publik, termasuk wisatawan,” lanjutnya.

Pihak Pemkot juga berencana memaksimalkan fungsi taman budaya seperti Taman Macan untuk menjadi pusat kebudayaan terbuka yang bisa diakses masyarakat lokal dan wisatawan mancanegara. Ke depannya, taman ini akan terus diberdayakan sebagai panggung kreatif dan ruang ekspresi seni tradisi maupun kontemporer.

Di sisi lain, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, turut mengingatkan pentingnya efisiensi dalam pelaksanaan acara. Menurutnya, acara tak harus berlangsung secara besar-besaran, yang lebih penting adalah dampaknya terhadap masyarakat dan pemerintah kota.

“Acara ini harus efektif dan efisien. Jangan terlalu besar jika tak memberikan nilai tambah. Fokus kita adalah manfaat bagi masyarakat dan UMKM,” tegas Aliyah.

Makassar Cultural Day juga rencananya akan disemarakkan oleh pertunjukan pakaian adat dari berbagai etnis di Sulawesi Selatan, pertunjukan seni tradisional, dan aktivitas interaktif budaya yang dapat melibatkan pengunjung secara langsung. Tidak hanya warga lokal, acara ini juga diharapkan bisa menarik perhatian wisatawan domestik dan internasional sebagai bagian dari branding kebudayaan Makassar.

Dengan sinergi antara Pemkot, pelaku budaya, dan pelaku usaha lokal, perayaan ini diharapkan bukan hanya menjadi ajang selebrasi semata, melainkan juga motor penggerak pemulihan ekonomi kreatif dan promosi budaya daerah secara berkelanjutan.

Makassar, yang dikenal sebagai kota yang sarat nilai historis dan kearifan lokal, kini tengah membuktikan diri sebagai pusat kebudayaan urban yang inklusif, hidup, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional bahkan global.

Penulis

Related Articles

Back to top button