Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

News

Koperasi Merah Putih Dinilai Mampu Tingkatkan Kesejahteraan dan Ketahanan Pangan Desa 

Wamanews.id, 24 September 2025 – Program Koperasi Merah Putih digadang-gadang memiliki potensi besar untuk menjadi pendorong utama ekonomi desa. Menurut pengamat ekonomi dari Universitas Bosowa, dr. Lukman, inisiatif ini bukan sekadar jargon, melainkan sebuah solusi terintegrasi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan melalui prinsip-prinsip ekonomi kerakyatan.

Dr. Lukman menjelaskan bahwa Koperasi Merah Putih dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui pendekatan yang berbasis pada prinsip gotong royong, kekeluargaan, dan saling membantu. “Koperasi Merah Putih dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui pendekatan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada prinsip gotong royong, kekeluargaan, dan saling membantu,” ujarnya, Selasa (23/9/2025). Visi ini menjadikan koperasi sebagai fondasi yang kuat, di mana setiap anggota memiliki peran dan manfaat yang adil dalam kegiatan ekonomi.

Lebih lanjut, dr. Lukman menyoroti peran penting koperasi ini sebagai offtaker untuk hasil pertanian. Dengan menyerap hasil produksi petani pada harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah, koperasi ini dapat memberikan kepastian pendapatan bagi petani. Mekanisme ini tidak hanya menstabilkan harga komoditas, tetapi juga secara langsung membantu mengentaskan kemiskinan. 

“Fungsinya sebagai offtaker untuk hasil pertanian, koperasi ini dapat menyerap hasil produksi petani dengan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani dan membantu mengentaskan kemiskinan,” tambah Lukman.

Manfaat lain yang tidak kalah penting adalah kemampuannya dalam memperkuat ketahanan pangan. Melalui sistem yang terintegrasi, Koperasi Merah Putih dapat meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi hasil pertanian. Hal ini memastikan pasokan pangan tetap stabil dan tersedia di masyarakat. 

Program ini menjadi solusi yang holistik, tidak hanya mengatasi masalah ekonomi tetapi juga isu fundamental terkait pangan. Dr. Lukman menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih dapat menjadi solusi terintegrasi untuk stabilitas pangan dan perekonomian desa, dan ini adalah peluang bagi pemerintah untuk mengklaim keberhasilan program.

Meskipun memiliki potensi besar, Dr. Lukman juga mengakui bahwa ada tantangan yang harus diselesaikan. Ia menyebut Koperasi Merah Putih sebagai program klasik yang sebenarnya sudah ada sejak zaman Orde Baru, namun persoalan utamanya terletak pada manajemen pengelolaan. Agar program ini dapat berjalan optimal, diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang cakap dan sistem manajemen yang terintegrasi, termasuk alur kerja dan laporan keuangan berbasis teknologi informasi (IT). 

Menurutnya, hal ini krusial untuk memastikan bahwa prinsip koperasi yang ideal, yaitu perwujudan kesejahteraan bagi anggotanya, dapat benar-benar dirasakan.

Dengan rencana implementasi yang konkret dan potensi dampak yang signifikan, Koperasi Merah Putih dinilai mampu mendorong perekonomian desa dan menjadi jawaban atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini.

Penulis

Related Articles

Back to top button