Komitmen KKP: Jamin Beasiswa Pendidikan hingga Perguruan Tinggi bagi Anak Korban Tragedi Pesawat ATR-42 500

Wamanews.id, 26 Januari 2026 – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyusul tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 PK-THT di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas dedikasi para patriot kelautan yang gugur dalam tugas, KKP secara resmi memberikan jaminan pendidikan bagi anak-anak yang ditinggalkan.
Pemberian beasiswa ini merupakan wujud nyata perhatian negara agar masa depan putra-putri korban tetap terjaga meski sang ayah telah tiada. Kepastian ini disampaikan oleh Wakil Menteri KKP, Didit Herdiawan, saat membacakan amanat dari Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono dalam upacara penghormatan dan pelepasan jenazah yang berlangsung khidmat di AUP, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Minggu (25/1/2026).
Dalam suasana penuh haru, Didit menegaskan bahwa kementerian tidak akan membiarkan keluarga korban berjuang sendirian. Selain proses pemulangan jenazah, aspek kesejahteraan jangka panjang menjadi prioritas utama.
“Bagi keluarga almarhum yang ditinggalkan, tentunya akan diberikan santunan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, negara juga memberikan perhatian khusus di mana anak-anak almarhum akan diberikan beasiswa pendidikan,” ujar Didit Herdiawan di depan barisan peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih.
Didit juga menyampaikan duka cita mendalam secara spesifik kepada ketiga pegawai KKP yang menjadi korban, yakni Ferry Irawan, Yoga Naufal Prakoso, dan Deden Maulana, serta kepada Andy Dahananto sebagai pilot. Ia mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan agar para almarhum mendapatkan tempat terbaik dan diterima amal ibadahnya.
Dalam kesempatan tersebut, KKP juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi di medan yang sangat sulit di kawasan Pangkep. Perjuangan tanpa henti selama tujuh hari di lereng terjal Gunung Bulusaraung akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya seluruh korban.
“Kami berterima kasih kepada Menteri Perhubungan, Gubernur Sulawesi Selatan, Kepala Basarnas, Kapolda, Panglima Kodam Hasanuddin, serta seluruh relawan yang telah bekerja siang dan malam tanpa kenal lelah melaksanakan pencarian selama lebih kurang tujuh hari,” tambah Didit.
Sebagaimana diketahui, pesawat ATR 42-500 tersebut hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) siang saat hendak melakukan pendaratan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Operasi SAR yang berlangsung dramatis diakhiri dengan penemuan 10 korban dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (23/1/2026).
Kapolda Sulsel, Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro, sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa tim DVI Biddokkes Polda Sulsel telah berhasil mengidentifikasi seluruh manifes pesawat yang terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang (pegawai KKP).
Berikut adalah daftar lengkap korban yang telah teridentifikasi:
- Kru Pesawat: Pilot Captain Andi Dahananto, Kopilot Farhan Gunawan, Pramugari Florencia Lolita Wibisono, Pramugari Esther Aprilita S, Flight Operation Officer (FOO) Hariadi, serta dua teknisi (Engineer on Board) bernama Resti Ad dan Dwi Murdiono.
- Penumpang (Pegawai KKP): Deden Maulana, Ferry Irawan, dan Yoga Naufal Prakoso.
Meskipun terdapat perbedaan jumlah kantong jenazah (11 kantong) dengan jumlah manifes (10 orang) karena kondisi temuan di lapangan, pihak kepolisian memastikan bahwa secara saintifik, seluruh identitas korban telah sesuai dengan data yang terdaftar.
Kepergian para pegawai KKP ini menjadi kehilangan besar bagi sektor kelautan dan perikanan Indonesia. Mereka gugur saat menjalankan misi yang bertujuan untuk kemajuan maritim tanah air. Dengan adanya jaminan beasiswa pendidikan ini, diharapkan anak-anak mereka dapat terus mengejar cita-cita dan melanjutkan semangat pengabdian yang telah dicontohkan oleh orang tua mereka.
Tragedi Bulusaraung akan terus dikenang bukan hanya sebagai sebuah kecelakaan, tetapi sebagai saksi bisu dedikasi para abdi negara yang tuntas menjalankan tugasnya hingga akhir hayat.







