Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Kesehatan

Kanker Usus Tak Pandang Usia, Intai Gen Z & Milenial! Dokter Yale Ungkap Fakta Mengejutkan

Wamanews.id, 20 Juni 2025 – Sebuah ancaman kesehatan serius kini mengintai generasi muda. Kasus kanker kolorektal atau kanker usus besarmenunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan di kalangan Generasi Z dan Milenial. 

Para dokter bedah di Yale Medicine bahkan mendesak orang-orang yang berusia di bawah 45 tahun untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala mencurigakan, seperti sembelit, pendarahan rektal, atau perubahan tiba-tiba pada gerakan usus. 

Ini adalah peringatan keras yang tidak boleh diabaikan.

Dokter Bedah Usus Besar & Rektal Yale Medicine melaporkan tren yang sangat mencemaskan: mereka semakin sering menangani pasien muda dengan diagnosis kanker kolorektal. 

Sebagai contoh, seorang pria berusia 30-an didiagnosis kanker usus besar setelah berbulan-bulan mengira pendarahan rektalnya disebabkan oleh wasir. Lebih ekstrem lagi, ada satu minggu di mana ketujuh pasien yang ditangani praktik tersebut, yang didiagnosis kanker rektal, semuanya masih muda, dengan yang tertua berusia 35 tahun. 

Bahkan, pasien kanker kolorektal termuda yang didiagnosis di lokasi ini dalam beberapa bulan terakhir baru berusia 18 tahun.

“Kami melihat peningkatan yang jelas dalam kanker kolorektal pada generasi yang lebih muda,” kata Dr. Haddon Pantel, seorang ahli bedah kolorektal dari Yale Medicine. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa fenomena ini bukanlah kebetulan atau anomali, melainkan tren yang stabil dan perlu perhatian serius.

Pada saat yang sama, data menunjukkan paradoks. Meskipun kanker kolorektal masih paling sering didiagnosis pada orang yang berusia di atas 65 tahun, insidensi pada kelompok usia tersebut justru menurun. Lebih lanjut, orang yang lebih tua cenderung tidak didiagnosis dengan penyakit lanjut dibandingkan orang yang berusia di bawah 50 tahun. 

Hal ini menunjukkan bahwa kanker kolorektal pada generasi muda seringkali terdeteksi pada stadium yang lebih lanjut, kemungkinan karena kurangnya kesadaran dan kecenderungan untuk mengabaikan gejala.

Meskipun kanker kolorektal seringkali dapat diobati jika dideteksi dini, diagnosisnya dapat menjadi cobaan berat bagi Generasi Z, Milenial, dan Generasi X, yang rentang usianya antara pertengahan 20-an hingga akhir 50-an. 

Penyakit ini dapat mengganggu karier yang sedang menanjak dan merusak stabilitas keuangan mereka. “Kami masih melihat trennya, jadi itu tidak sementara,” tegas Dr. Reddy, menyoroti urgensi penanganan masalah ini.

Tidak ada yang tahu pasti mengapa jumlah kasus kanker kolorektal bisa meningkat pada orang muda. Namun, para ahli telah mengidentifikasi beberapa faktor gaya hidup yang sangat mungkin berkontribusi terhadap fenomena ini. 

Faktor-faktor tersebut meliputi:

  • Gaya hidup yang jarang bergerak atau kurang aktivitas fisik.
  • Kelebihan berat badan dan obesitas.
  • Merokok.
  • Konsumsi alkohol berlebihan.
  • Pola makan rendah serat, tinggi lemak, atau diet tinggi daging olahan.
  • Faktor lingkungan lainnya.

Selain gaya hidup, riwayat keluarga juga memegang peranan penting. Memiliki riwayat keluarga kanker kolorektal atau polip, serta kondisi seperti penyakit radang usus, juga merupakan faktor risiko yang signifikan.

Ketika seseorang didiagnosis menderita kanker di usia muda, banyak yang menduga adanya faktor genetik. Namun, para ahli masih belum dapat menggunakan faktor genetik untuk menjelaskan sepenuhnya lonjakan ini. Kondisi genetik yang paling umum dikaitkan dengan kanker usus besar adalah Sindrom Lynch, yang biasanya melibatkan tumor di sisi kanan usus besar. 

Namun, Dr. Reddy mencatat bahwa itu bukan yang menyebabkan mayoritas kasus pada pasien muda ini. Dokter-dokter di Yale justru melihat banyak orang muda yang kanker kolorektalnya tampaknya terjadi secara sporadis, bukan disebabkan oleh sindrom genetik tertentu.

Jika Anda memiliki riwayat kanker dalam keluarga, dokter mungkin akan merekomendasikan skrining kolonoskopi pada usia 40 tahun atau 10 tahun sebelum usia saat anggota keluarga Anda didiagnosis, mana yang lebih dulu.

Masyarakat, khususnya generasi muda, wajib mengenali tanda dan gejala kanker kolorektal agar bisa melakukan deteksi dini. 

Berikut adalah beberapa gejala yang perlu diwaspadai:

  • Perubahan kebiasaan buang air besar yang terus-menerus (diare atau sembelit yang tidak biasa).
  • Merasa tidak tuntas setelah buang air besar.
  • Adanya darah pada tinja (bisa berwarna merah terang atau kehitaman).
  • Penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya secara drastis.
  • Sering mengalami sakit perut, kembung, atau kram yang tidak kunjung hilang.
  • Merasa sangat lelah sepanjang waktu (anemia akibat pendarahan kronis).

Kendati demikian, penting untuk diingat bahwa ada beberapa orang yang tidak menunjukkan gejala sama sekali. Oleh karena itu, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda memiliki riwayat kanker kolorektal dalam keluarga Anda, meskipun Anda tidak merasakan gejala apa pun. Kesadaran dan deteksi dini adalah kunci untuk melawan ancaman kanker kolorektal pada generasi muda ini.

Penulis

Related Articles

Back to top button