Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Uncategorized

Asmaranya Ditentang, Ibu Lansia di Polman Jadi Korban Penganiayaan Anak

Wamanews.id, 27 Juni – Seorang pemuda di Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, nekat menganiaya ibu kandungnya sendiri karena tak terima sang ibu ingin menikah lagi dengan pria yang jauh lebih muda. Pelaku bernama Aswar (27) menyerang Nurlia (64) di Desa Rappang Barat, Kecamatan Mapilli, Kamis (26/6), sekitar pukul 07.00 Wita.

Motif kekerasan didorong rasa kecewa dan amarah pelaku yang menolak rencana ibunya menjalin asmara usai ditinggal sang ayah beberapa bulan lalu. Polisi segera mengamankan Aswar setelah kejadian.

“Tidak sepakat (ibu kandung menikah lagi),” ujar Aswar saat diperiksa di Polsek Wonomulyo.

Aswar mengaku telah berkali-kali meminta ibunya mengakhiri hubungan tersebut karena menganggap pria itu tidak pantas. Ia menekankan bahwa pria yang akan menikahi ibunya masih berusia sekitar 40-an tahun.

“Apalagi baru beberapa bulan meninggal bapakku. Itu juga laki-laki (yang mau menikah dengan Nurlia) bisa dibilang berondong, usianya sekira 40 tahunan,” sambungnya.

Aswar berdalih tindakannya semata demi menjaga kehormatan keluarga. Ia juga merasa terganggu karena pria itu kerap datang ke rumah saat keluarga masih dalam suasana berkabung.

“Kita juga jaga nama baik keluarga, tidak enak apa kata orang, itu laki-laki sudah saya bicarai, jangan selalu datang karena kita di sini masih suasana berduka,” kata Aswar lagi.

Hubungan antara Aswar dan ibunya pun semakin memburuk sejak kehadiran pria tersebut. Ia bahkan menuduh lelaki itu memprovokasi agar dirinya dilaporkan ke polisi.

“Kan selalu ka bertengkar (dengan korban). Itu laki-laki selalu pengaruhi (korban) bilang, kalau saya melawan terus, satu ji jalannya, dilapor kan saja ke polisi,” ungkapnya.

Puncak keributan terjadi saat Aswar memergoki ibunya sedang menelepon sang kekasih. Ia menuturkan sempat diancam dengan linggis oleh ibunya sebelum penganiayaan terjadi.

“(Korban) menelepon sama itu laki-laki. Pas saya jalan ke bawah (menemui ibu kandungnya) langsung ka na ancam pakai itu linggis,” jelasnya.

Aswar mengklaim tidak bermaksud melukai sang ibu, melainkan hanya menangkis serangan. Namun, kursi plastik yang digunakan justru mengenai wajah korban.

“Saya tidak pukul, saya cuman tangkis, karena saya mau dipukul pakai linggis. Itu kakinya kursi kena hidungnya (korban) langsung berdarah,” ucapnya.

Akibat insiden tersebut, korban melapor ke polisi dengan didampingi aparat Koramil 1402-02/Wonomulyo. Kapolsek Wonomulyo, AKP Sandy Indrajatiwiguna menyampaikan korban datang dengan kondisi luka di wajah.

“Pemukulan menggunakan kursi (plastik) mengakibatkan luka di hidung dan keluar darah dari bibir (korban),” terang Sandy.

Pelaku sempat bersimpuh dan menangis di hadapan ibunya saat diamankan polisi. Saat ini, kasus telah dilimpahkan ke Polres Polman untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

“Untuk proses lebih lanjut, pelaku diserahkan ke Reskrim Polres Polman. Barang bukti kursi plastik yang dipakai memukul korban juga telah diamankan,” tutup Sandy.

Penulis

Related Articles

Back to top button