Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Wajo

Jamin Kelayakan Konsumsi, DPKP Wajo Terjunkan 29 Petugas untuk Periksa Ketat Ribuan Hewan Kurban 

Wamanews.id, 18 Mei 2026 – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, bergerak cepat guna menjamin kesehatan dan kelayakan hewan kurban menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Otoritas terkait secara resmi menerjunkan puluhan petugas medis veteriner untuk melakukan pemeriksaan klinis secara masif di seluruh wilayah bumi Lamaddukelleng tersebut.

Langkah preventif ini diambil guna memastikan bahwa ribuan hewan ternak yang akan disembelih oleh masyarakat memenuhi syariat Islam serta aman dari paparan penyakit menular. Proses pemeriksaan dijadwalkan mulai bergulir secara serentak pada Senin (18/5/2026).

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKP Kabupaten Wajo, drh. Bone Ramadan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus yang berisikan puluhan tenaga ahli kesehatan hewan untuk memantau kelayakan ternak di lapangan.

“Betul, ada sekitar 29 sampai 30 petugas yang akan memeriksa hewan kurban. Insya Allah hari Senin kami mulai pemeriksaan di 14 Kecamatan se-Kabupaten Wajo,” ujar drh. Bone Ramadan pada Minggu (17/5/2026).

Guna memaksimalkan pengawasan, DPKP Wajo memusatkan posko pemeriksaan pada tiga Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) strategis, yaitu:

  • Puskeswan Majauleng
  • Puskeswan Tanasitolo
  • Puskeswan Pammana

Meski fokus utama berada di tiga titik penyaringan tersebut, drh. Bone Ramadan menambahkan bahwa tim medis juga akan melakukan jemput bola dengan mendatangi langsung lokasi peternakan warga. “Kami juga akan jadwalkan periksa hewan kurban masing-masing di kandang peternak. Tapi fokus dulu di tiga titik itu,” paparnya.

Berdasarkan data proyeksi yang dihimpun oleh DPKP Wajo, total hewan yang disiapkan untuk kebutuhan kurban tahun ini mencapai 3.239 ekor. Jumlah tersebut didominasi oleh komoditas sapi, disusul kambing, dan kerbau. Secara rinci, pasokan terdiri atas 3.151 ekor sapi, 85 ekor kambing, dan 3 ekor kerbau yang tersebar di 14 kecamatan.

Kecamatan Tempe tercatat menjadi wilayah dengan tingkat partisipasi kurban tertinggi, yakni mencapai 739 ekor sapi dan 15 ekor kambing. Sebaliknya, wilayah dengan proyeksi paling sedikit berada di Kecamatan Pammana dengan jumlah 94 ekor sapi dan 6 ekor kambing.

Menariknya, Idul Adha kali ini juga diwarnai dengan masuknya komoditas kerbau yang pada tahun sebelumnya absen dalam daftar penyembelihan. “Tahun ini ada kerbau, satu di Kecamatan Keera dan dua di Kecamatan Bola. Kalau tahun lalu kan tidak ada kerbau sama sekali,” urai drh. Bone Ramadan.

Tabel: Proyeksi Sebaran Hewan Kurban di Kabupaten Wajo (Idul Adha 1447 H)

Wilayah / KecamatanKuota Sapi (Ekor)Kuota Kambing (Ekor)Kuota Kerbau (Ekor)Status Pemeriksaan
Kecamatan Tempe739150Prioritas Volume Tinggi
Kecamatan Pammana9460Fokus Puskeswan Pammana
Kecamatan KeeraData KolektifData Kolektif1Spesifik Ternak Kerbau
Kecamatan BolaData KolektifData Kolektif2Spesifik Ternak Kerbau
Total Seluruh Wajo3.151853Target Ring 14 Kecamatan

Ketatnya pengawasan dari pemerintah daerah mendapat respons positif dari para pelaku usaha ternak lokal. Rahmat, salah seorang pedagang hewan kurban di Kecamatan Tanasitolo, mengaku sangat memperhatikan manajemen pemeliharaan sapinya demi menjaga kualitas dan kesehatan fisik ternak.

“Pakan kami murni hijauan, tidak ada tambahan ransum. Untuk perawatan, kami juga dibantu beberapa orang tenaga gembala yang setiap hari mengambil pakan,” kata Rahmat. Sapi-sapi tersebut diberi pakan hijauan segar tiga kali sehari serta dimandikan secara rutin setiap tiga hari sekali.

Rahmat juga memastikan bahwa sapi-sapi yang ia datangkan dari luar pulau, seperti Provinsi Maluku dan Provinsi Sulawesi Tenggara, telah mengantongi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) resmi dari dinas peternakan daerah asal sejak dari pelabuhan pengiriman. Dokumen tersebut nantinya akan divalidasi kembali oleh petugas DPKP Wajo pada sepekan menjelang hari H penyembelihan demi menjamin keamanan pangan bagi konsumen. 

Penulis

Related Articles

Back to top button