Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Internasional

Guncang Dominasi Silicon Valley: UpScrolled, Medsos Besutan Palestina Mendadak Viral dan Rajai App Store AS

Wamanews.id, 30 Januari 2026 – Peta persaingan media sosial di Amerika Serikat (AS) mengalami pergeseran yang mengejutkan. Di tengah ketidakpastian masa depan raksasa teknologi asal China, TikTok, sebuah aplikasi baru bernama UpScrolled mendadak mencuri perhatian jutaan pengguna di Negeri Paman Sam. Menariknya, aplikasi ini bukanlah besutan perusahaan besar dari Silicon Valley, melainkan lahir dari tangan dingin pengembang asal Palestina.

Lonjakan popularitas UpScrolled terjadi hampir bersamaan dengan momen krusial industri teknologi global. Pada Kamis (22/1/2026), kesepakatan divestasi bisnis TikTok di AS secara resmi ditandatangani, menandai berakhirnya ketergantungan penuh platform tersebut kepada ByteDance. Kondisi ini memicu gelombang migrasi pengguna yang mencari alternatif platform “netral” dan bebas dari agenda politik terselubung.

Data menunjukkan bahwa UpScrolled bukan sekadar tren sesaat. Per akhir Januari 2026, aplikasi dengan logo bertuliskan “Up” ini berhasil bertengger di peringkat pertama daftar media sosial yang paling banyak diunduh di App Store AS. 

Sementara di Google Play Store, UpScrolled berhasil merangsek ke urutan keenam.

Pencapaian ini sangat fenomenal mengingat UpScrolled berhasil mengungguli nama-nama besar seperti Threads (milik Meta), WhatsApp, hingga Telegram. Berdasarkan analisis pasar dari Appfigures, aplikasi ini tercatat diunduh sebanyak 41.000 kali hanya dalam periode 21-24 Januari 2026. Angka tersebut mewakili sepertiga dari total unduhan aplikasi sejak pertama kali dirilis.

Pertumbuhan harian UpScrolled mencapai rata-rata 14.000 unduhan, atau melonjak sekitar 2.850 persen dibandingkan periode sebelumnya. Dari total 140.000 unduhan global per 26 Januari, lebih dari separuhnya berasal dari pengguna di Amerika Serikat.

Apa yang membuat pengguna di AS begitu terpikat? UpScrolled hadir dengan konsep unik yang menggabungkan fitur-fitur terbaik dari berbagai platform populer.

  • Tampilan Visual (Instagram): Antarmuka utamanya sangat akrab bagi pengguna Instagram, lengkap dengan ikon likes, komentar, hingga fitur berbagi pesan langsung (DM).
  • Topik Hangat (X/Twitter): Tersedia fitur Trending Topic yang memungkinkan pengguna memantau isu-isu yang sedang viral secara real-time.
  • Halaman Penemuan (TikTok/Snapchat): Fitur Discover Page menyajikan konten berbasis video pendek dan foto yang dikurasi secara dinamis.

Sejauh ini, banyak konten di halaman penemuan tersebut yang berkaitan dengan isu kemanusiaan dan Palestina, menjadikannya platform alternatif bagi narasi yang selama ini sering dianggap “tertekan” di media sosial arus utama.

UpScrolled dikembangkan oleh Issam Hijazi, seorang pengusaha dan pengembang berpengalaman keturunan Palestina, Yordania, dan Australia. Hijazi bukanlah orang baru di dunia teknologi; ia memiliki rekam jejak bekerja di raksasa Big Tech seperti Oracle dan IBM.

Aplikasi ini didukung oleh inkubator startup bernama Tech for Palestine, sebuah proyek advokasi yang mendanai inisiatif teknologi untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina. Dalam sebuah wawancara, Hijazi menegaskan bahwa misi utama UpScrolled adalah menyediakan ruang berekspresi yang benar-benar leluasa.

UpScrolled diklaim sebagai platform yang “anti-sensor” dan “anti-shadowban”. Tim pengembang sesumbar bahwa mereka membangun platform yang dimiliki oleh penggunanya, bukan dikendalikan oleh algoritma rahasia atau kepentingan pihak luar. Inilah yang menjadi daya tarik utama bagi netizen AS yang mulai skeptis terhadap kebijakan moderasi konten di platform milik Meta atau X.

Pertumbuhan yang terlalu cepat ini bukannya tanpa kendala. Tim kecil di balik UpScrolled mengaku sempat kewalahan menangani lonjakan lalu lintas data yang masuk secara tiba-tiba, menyebabkan server mereka beberapa kali mengalami gangguan.

Melalui akun X resminya, @realUpScrolled, pihak pengembang meminta maaf sekaligus memohon kesabaran para pengguna baru.

“Kalian muncul begitu cepat sehingga server kami kewalahan. Frustrasi? Iya. Emosional? Iya juga. Kami adalah tim kecil yang membangun apa yang telah dihentikan oleh perusahaan teknologi besar. Saat ini kami sedang meningkatkan skalanya,” tulis tim UpScrolled.

Fenomena UpScrolled menjadi bukti bahwa narasi teknologi kini tidak lagi bersifat unipolar. Munculnya platform alternatif dari wilayah yang tengah berkonflik seperti Palestina memberikan warna baru dalam dunia komunikasi digital global, di mana transparansi dan kebebasan berekspresi menjadi komoditas yang paling dicari.

Penulis

Related Articles

Back to top button