Rudal Iran Hantam RS di Israel, Netanyahu Ngamuk Ancam Balas Dendam!

Wamanews.id, 20 Juni 2025 – Konflik antara Israel dan Iran kembali memanas dan mencapai titik didih baru menyusul insiden serius yang terjadi di Israel selatan. Sebuah rudal Iran dilaporkan telah menghantam rumah sakit utama di wilayah tersebut, menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas medis dan memicu kemarahan besar dari Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu.
Insiden ini, yang terjadi pada Kamis (19/6/2025), langsung memicu eskalasi retorika dan ancaman balasan dari pihak Israel, sementara Iran memberikan penjelasan yang berbeda. Wakil Menteri Luar Negeri Israel, Sharren Haskel, dengan tegas menyebut serangan Iran terhadap rumah sakit itu sebagai tindakan “disengaja” dan “kriminal”.
Pernyataan ini disampaikan setelah Iran meluncurkan rentetan rudal, termasuk rudal balistik, ke Israel. “Iran baru saja menyerang Rumah Sakit Soroka di Be’er Sheva dengan rudal balistik. Bukan pangkalan militer. Sebuah rumah sakit. Ini adalah pusat medis utama untuk seluruh wilayah Negev di Israel. Disengaja. Kriminal.
Sasaran sipil. Dunia harus bersuara,” tulis Sharren Haskel di platform X, menyuarakan kemarahannya dan menyerukan perhatian internasional.
Layanan penyelamatan Israel, Magen David Adom (MDA), melaporkan bahwa sedikitnya 32 orang terluka setelah serangan rudal terbaru Iran tersebut.
Seorang pejabat militer Israel menambahkan bahwa serangan Iran itu melibatkan “puluhan rudal balistik”, menunjukkan skala serangan yang tidak main-main.
PM Israel Benjamin Netanyahu, yang dikenal dengan retorika kerasnya, mengungkapkan kemarahannya yang meluap-luap. Dia mengancam bahwa Iran akan “membayar harga yang mahal” atas serangan tersebut.
“Pagi ini, para diktator teroris Iran menembakkan rudal ke Rumah Sakit Soroka di Beer Sheva dan ke warga sipil di pusat negara. Kami akan membuat para tiran di Teheran membayar harga yang mahal,” tulis Netanyahu dalam sebuah posting di media sosial X, mengisyaratkan pembalasan yang berat.
Ancaman tidak berhenti sampai di situ. Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, juga mengeluarkan pernyataan bernada keras. Dia mengancam bahwa pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akan “diminta pertanggungjawaban” atas serangan rudal terhadap rumah sakit di Israel. Menhan Israel itu menambahkan bahwa ia telah memerintahkan tentara Israel untuk “mengintensifkan serangan” terhadap republik Islam tersebut.
“Ini adalah beberapa kejahatan perang yang paling serius — dan Khamenei akan dimintai pertanggungjawaban atas tindakannya,” kata Katz, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (19/6/2025). Katz juga mengungkapkan bahwa ia dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memerintahkan militer “untuk mengintensifkan serangan terhadap target-target strategis di Iran dan terhadap infrastruktur listrik di Teheran, untuk menghilangkan ancaman terhadap negara Israel dan mengguncang rezim Ayatollah”. Ini menunjukkan bahwa Israel tidak hanya berniat membalas, tetapi juga menargetkan infrastruktur penting di Iran.
Di tengah gelombang kemarahan Israel, otoritas Iran memberikan penjelasannya terkait insiden ini. Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, yang dilansir AFP pada Kamis (19/6/2025), mengatakan bahwa target utama serangan rudal yang menghantam rumah sakit di Israel selatan itu adalah pangkalan militer dan intelijen Israel, bukan fasilitas kesehatan.
Laporan menyebutkan bahwa selain rumah sakit di Israel selatan, dua kota dekat Tel Aviv juga dihantam rentetan serangan rudal Iran pada Kamis (19/6/2025). Tim penyelamat Israel melaporkan sedikitnya 47 orang terluka dalam serangan-serangan terbaru Iran tersebut, menunjukkan dampak yang lebih luas dari serangan tersebut.
“Target utama serangan itu adalah Pangkalan Intelijen dan Komando Angkatan Darat Israel (IDF C4I) dan Kamp Intelijen Angkatan Darat di Gav-Yam Technology Park, yang terletak di sekitar Rumah Sakit Soroka,” kata IRNA. Dikatakan bahwa rumah sakit itu “hanya terkena dampak ledakan”, dan bahwa “target langsung dan tepatnya” adalah fasilitas militer.
Penjelasan Iran ini, meskipun mencoba mengalihkan fokus dari rumah sakit sebagai target langsung, masih menunjukkan bahwa rudal-rudal mereka memiliki dampak di area sipil. Insiden ini berpotensi meningkatkan eskalasi konflik yang sudah tegang antara kedua negara, dengan ancaman pembalasan dari Israel yang tidak bisa diabaikan. Dunia internasional kini memantau dengan cemas perkembangan situasi di Timur Tengah.







