Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Internasional

Dampak Perang Iran: Harga Paracetamol di Inggris Melonjak 30 Persen, Krisis Obat Mengintai

Wamanews.id, 23 April 2026 – Perang dan konflik bersenjata sering kali dianggap sebagai peristiwa yang hanya berdampak pada wilayah yang bertikai. Namun, realitas ekonomi global saat ini membuktikan sebaliknya. Ketegangan yang memanas di Iran kini merambat hingga ke rak-rak apotek di Inggris. Obat-obatan umum yang biasanya dibeli tanpa pikir panjang, seperti parasetamol, kini mengalami lonjakan harga yang signifikan, menciptakan beban baru bagi kesehatan publik di Negeri Raja Charles tersebut.

Dalam hitungan minggu sejak konflik di kawasan Iran meningkat, biaya obat-obatan esensial di Inggris dilaporkan melonjak antara 20 hingga 30 persen. Fenomena ini menjadi pengingat keras bahwa rantai pasok dunia sangat rentan terhadap stabilitas politik di kawasan Teluk.

Data terbaru dari National Pharmacy Association (NPA) mencatat bahwa apotek komunitas di seluruh Inggris kini harus merogoh kocek jauh lebih dalam untuk mengisi stok mereka. Kasus yang paling mencolok terjadi pada parasetamol. Harga satu paket isi 32 tablet yang biasanya dijual sekitar £1,19 (sekitar Rp24.000) kini merangkak naik menjadi £1,50 (sekitar Rp30.000).

Kenaikan di tingkat grosir bahkan lebih dramatis. Pada akhir Maret lalu, harga grosir parasetamol sempat melonjak lebih dari dua kali lipat sebelum akhirnya sedikit melandai, namun tetap berada di angka yang jauh lebih tinggi dari kondisi normal. Tidak hanya parasetamol, obat alergi seperti Cetirizinejuga mengalami tren kenaikan serupa, sementara varian Aspirin dan ko-kodamol mulai dilaporkan langka di sejumlah wilayah.

Mengapa perang di Iran bisa berdampak langsung pada harga obat di Inggris? Jawabannya terletak pada dua faktor utama: energi dan logistik.

Lonjakan harga bahan bakar global akibat konflik tersebut telah meningkatkan biaya produksi dan distribusi secara drastis. Jalur udara, yang menyuplai sekitar seperlima kebutuhan obat untuk sistem kesehatan Inggris (NHS), terdampak langsung oleh kenaikan ongkos angkut. Mark Samuels, salah satu pengamat industri, memperingatkan bahwa biaya transportasi untuk pengisian ulang stok tertentu bahkan telah melonjak hingga 700 persen.

Selain itu, ada faktor kimia yang jarang disadari publik. Kawasan Teluk merupakan pemasok utama turunan minyak bumi yang menjadi bahan dasar penting dalam pembuatan banyak obat-obatan umum. Ketika jalur vital seperti Selat Hormuz terganggu, pasokan bahan baku ini tercekik, yang secara otomatis memicu kenaikan harga produksi di tingkat pabrik global.

Ringkasan Dampak Krisis Obat di Inggris 2026

Jenis Obat / SektorDampak yang TerjadiKeterangan
ParasetamolHarga Naik 30%Harga per paket naik dari £1,19 ke £1,50.
Aspirin & Ko-kodamolKelangkaan StokRantai pasok tersendat di tingkat distributor.
Biaya TransportasiNaik hingga 700%Lonjakan drastis pada ongkos angkut udara.
Apotek KomunitasAncaman Kebangkrutan1.400 apotek tutup sejak 2020 akibat margin tergerus.
Bahan BakuKrisis Turunan MinyakSuplai dari kawasan Teluk terganggu konflik.

Situasi ini menempatkan sistem kesehatan nasional Inggris, National Health Service (NHS), dalam dilema besar. Sebagian besar pendapatan apotek di Inggris berasal dari resep dengan harga tetap yang disubsidi pemerintah. Ketika harga grosir obat melonjak, apotek tidak bisa serta-merta menaikkan harga resep tersebut kepada pasien.

Akibatnya, margin keuntungan apotek tergerus habis, bahkan banyak yang terpaksa beroperasi dengan kerugian. Tren ini sangat mengkhawatirkan mengingat sejak tahun 2020, tercatat sekitar 1.400 apotek komunitas telah tutup permanen. Ketua NPA, Olivier Picard, menggambarkan situasi ini sebagai “tekanan berlapis” yang mengancam keberlangsungan layanan kesehatan tingkat dasar bagi masyarakat Inggris.

Di tengah ancaman kelangkaan, para apoteker dan otoritas kesehatan di Inggris mengeluarkan seruan keras agar masyarakat tidak melakukan pembelian karena panik (panic buying). Penimbunan obat di rumah-rumah warga hanya akan memperburuk situasi kelangkaan di pasar dan mendorong spekulan untuk menaikkan harga lebih tinggi lagi.

Kisah parasetamol ini memberikan gambaran sederhana namun menggetarkan tentang betapa terhubungnya dunia kita saat ini. Perang yang pecah ribuan kilometer jauhnya mampu merambat melalui pipa minyak, jalur penerbangan, hingga akhirnya sampai ke tangan seorang pasien yang sekadar mencari obat pereda demam.

Selama ketegangan di Timur Tengah belum mereda, ketidakpastian harga obat-obatan kemungkinan besar akan terus membayangi pasar global, termasuk potensi dampaknya ke negara-negara lain jika eskalasi terus berlanjut.

Penulis

Related Articles

Back to top button