Cemas Balik Kantor? Ini Tips Psikolog Agar Tetap Semangat Usai Libur Panjang

Wamanews.id, 5 Januari 2026 – Libur panjang akhir tahun 2025 dan awal tahun 2026 baru saja usai. Bagi banyak orang, momen ini adalah waktu yang paling membahagiakan untuk melepas penat dan berkumpul bersama keluarga. Namun, saat kalender menunjukkan waktu untuk kembali ke rutinitas kantor, tidak sedikit yang justru merasa diliputi rasa berat, gugup, hingga stres yang mendalam.
Fenomena ini dikenal sebagai kecemasan pasca-liburan atau post-holiday blues. Alih-alih merasa segar dan penuh energi, banyak pekerja justru merasa tertekan membayangkan tumpukan email, tenggat waktu yang mengejar, hingga drama di lingkungan kerja yang kembali menanti.
Psikolog dan terapis kenamaan, Audrey Tang, menjelaskan bahwa perasaan cemas saat kembali bekerja adalah respons yang sangat wajar dari otak manusia. Menurutnya, transisi dari fase istirahat total ke fase produktivitas tinggi sering kali terjadi terlalu mendadak.
“Tidak ada fase transisi yang jelas saat kembali bekerja, sehingga banyak orang merasa harus langsung ‘siap tempur’ setelah lama terputus dari rutinitas,” ujar Tang sebagaimana dikutip dari The Independent. Otak kita membutuhkan waktu untuk beradaptasi kembali dengan ritme kerja yang penuh tuntutan setelah sebelumnya berada dalam mode relaksasi.
Agar transisi kembali bekerja di tahun 2026 ini berjalan lebih mulus, berikut adalah beberapa strategi jitu yang bisa Anda terapkan:
1. Pertahankan “Ritual Kecil” dari Masa Liburan
Salah satu kesalahan terbesar saat kembali bekerja adalah langsung menghapus semua kebiasaan menyenangkan selama libur. Cobalah untuk membawa sedikit elemen liburan ke dalam hari kerja Anda. Jika saat liburan Anda sangat menikmati sarapan santai atau minum kopi di teras rumah, usahakan untuk tetap melakukannya meski hanya 15 menit sebelum berangkat ke kantor.
Kebiasaan kecil ini memberikan sinyal pada otak bahwa Anda tetap memiliki kontrol atas kebahagiaan Anda, meskipun aktivitas utama Anda sudah berubah kembali menjadi bekerja.
2. Berhenti Menjadi “Pahlawan” di Kantor
Banyak orang merasa cemas karena merasa harus menyelesaikan semua tumpukan pekerjaan dalam satu hari. Tang mengingatkan bahwa memikul beban secara berlebihan justru memicu kelelahan emosional (emotional burnout).
“Tanyakan pada diri sendiri apakah sebuah tugas benar-benar menjadi tanggung jawab kita,” jelas Tang. Memberi ruang bagi rekan kerja untuk menyelesaikan tugas mereka masing-masing bukan berarti malas, melainkan cara untuk mendorong kemandirian tim dan menjaga kesehatan mental Anda sendiri.
3. Persiapan Matang di Malam Sebelumnya
Kecemasan di pagi hari pertama kerja sering kali dipicu oleh suasana yang terburu-buru. Untuk menghindarinya, siapkan segala kebutuhan seperti pakaian kerja, tas, hingga menu makan siang sejak malam sebelumnya.
Persiapan ini sebaiknya dilakukan beberapa jam sebelum tidur. Dengan menyiapkan segala hal secara fisik, pikiran Anda akan menjadi lebih tenang dan rileks, sehingga kualitas tidur Anda tetap terjaga dengan baik.
4. Hindari Kontak dengan Pekerjaan Terlalu Dini
Godaan untuk membuka email kantor pada Minggu malam sebelum masuk kerja memang sangat besar. Namun, kebiasaan ini justru akan meningkatkan level stres sebelum hari kerja dimulai.
“Jika suatu masalah bisa menunggu selama liburan, kemungkinan besar masih bisa menunggu hingga jam kerja dimulai,” tegas Tang. Menghindari kontak dengan pekerjaan sebelum benar-benar tiba di kantor memberikan kesempatan bagi otak untuk beradaptasi secara perlahan tanpa tekanan dini.
5. Maknai Liburan Sebagai Nutrisi Mental
Jangan memandang liburan sebagai bentuk kemewahan atau waktu yang terbuang. Liburan adalah kebutuhan dasar manusia untuk merangsang otak dan meningkatkan rasa ingin tahu. Selama libur, tubuh memproduksi hormon bahagia seperti serotonin dan mendapatkan asupan vitamin D yang krusial bagi kesehatan mental.
Jadikan energi positif yang Anda dapatkan selama liburan sebagai bahan bakar untuk memulai kebiasaan baru yang lebih sehat di kantor, bukannya kembali ke pola lama yang membuat stres.
Kembali bekerja setelah libur panjang memang tidak selalu mudah. Namun, dengan pendekatan yang lebih sadar dan berani menetapkan batasan, rasa cemas tersebut dapat dikelola dengan baik. Tahun 2026 adalah kesempatan baru bagi Anda untuk bekerja dengan lebih cerdas, bukan sekadar lebih keras.






