Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Lifestyle

Heboh, Makanan Kalengan Ini Ternyata Bisa Lawan Kanker!

Wamanews.id, 21 Juni 2025 – Di tengah persepsi negatif yang sering menyertai makanan kalengan, sebuah fakta mengejutkan datang dari dunia medis. Para ahli kini mengungkap bahwa makanan kalengan, khususnya yang kaya serat dan nutrisi tertentu, memiliki potensi besar untuk mengurangi risiko kanker kolorektal, jenis kanker ketiga yang paling umum menyerang usus besar di Amerika Serikat. Informasi ini, yang dikutip dari Eatingwell pada Jumat (20/6/2025), memberikan perspektif baru tentang pilihan makanan sehat.

Faktor-faktor seperti usia, pola makan, tingkat aktivitas fisik, berat badan, dan asupan alkohol memiliki kaitan erat dengan risiko kanker kolorektal. Namun, perbaikan pola makan menjadi salah satu upaya pencegahan paling efektif yang dapat dilakukan, dan di sinilah makanan kalengan bisa berperan.

Maria Elena Fraga, RD, CDCES, Direktur Program Aliansi Diabetes Mt. Sinai, AS, merekomendasikan fokus pada makanan kalengan yang memiliki kandungan kaya serat, antioksidan, dan rendah sodium. Rekomendasi ini membuka mata kita bahwa tidak semua makanan kalengan itu buruk; yang penting adalah memilih dengan bijak.

Berikut adalah lima jenis makanan kalengan yang direkomendasikan ahli untuk membantu mengurangi risiko kanker kolorektal:

  1. Kacang Kalengan: Kacang-kacangan seperti buncis, lentil, dan kacang polong, baik yang kering maupun kalengan, merupakan rekomendasi utama. Mengapa? Karena mereka sangat kaya akan senyawa antiradang dan serat. Serat sangat penting dalam melindungi tubuh dari kanker karena membantu menjaga kesehatan usus dan memperlancar pencernaan. Kehadiran serat yang cukup membantu mendorong pergerakan sisa makanan, mengurangi waktu zat karsinogen bersentuhan dengan dinding usus.
  2. Artichoke Kalengan: Meskipun mungkin tidak sepopuler kacang, artichoke kalengan adalah sumber serat yang luar biasa. Dalam setengah cangkir (sekitar 120 gram), artichoke kalengan dapat menyediakan sekitar 5 gram serat, yang sebagian besar berasal dari inulin dan serat prebiotik. Prebiotik memiliki peran vital dalam kesehatan usus dengan menyediakan “makanan” bagi bakteri baik (probiotik) untuk berkembang biak. Ekosistem usus yang sehat adalah kunci untuk mencegah berbagai penyakit, termasuk kanker kolorektal.
  3. Labu Kalengan: Labu kalengan, dengan warna jingga cerahnya, bukan hanya enak tetapi juga kaya nutrisi penting. Makanan ini mengandung serat, beta-karoten, dan karotenoid. Beta-karoten adalah pigmen yang diubah tubuh menjadi Vitamin A, yang berperan sebagai antioksidan kuat. Beberapa penelitian mengaitkan karotenoid tertentu dengan penurunan risiko kanker kolorektal, menjadikannya pilihan cerdas untuk diet Anda.
  4. Sup Kalengan dengan Gandum Utuh: Ahli gizi juga merekomendasikan sup kalengan yang mengandung biji-bijian utuh. Menurut Weiss, biji-bijian utuh secara signifikan membantu menurunkan risiko kanker kolorektal. Serat dalam biji-bijian utuh berperan dalam menjaga keteraturan pencernaan dan mengurangi peradangan. Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, disarankan untuk memilih sup kalengan yang secara eksplisit berlabel rendah sodium untuk menjaga kesehatan kardiovaskular Anda.
  5. Jeruk Kalengan: Makanan dengan kandungan vitamin C tinggi, seperti jeruk kalengan, juga dapat berkontribusi pada penurunan risiko kanker kolorektal. Vitamin C dikenal sebagai antioksidan kuat yang tidak hanya melindungi sel dari kerusakan, tetapi juga mengurangi stres dan peradangan. Stres oksidatif dan peradangan kronis adalah faktor utama dalam perkembangan kanker. Saat membeli jeruk kalengan, disarankan untuk memilih kemasan dalam jus sendiri daripada produk yang menggunakan sirup, untuk menghindari gula tambahan yang tidak perlu.

Selain memanfaatkan makanan kalengan yang disebutkan di atas, ada beberapa upaya pencegahan lain yang harus dilakukan. Ini termasuk melakukan skrining awal kanker kolorektal pada usia 45 tahun, banyak bergerak atau aktif secara fisik, mengurangi konsumsi daging merah dan daging olahan, serta menghindari konsumsi alkohol. 

Meningkatkan asupan serat secara keseluruhan juga mampu menurunkan risiko kanker kolorektal karena mampu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus. Dengan kombinasi pola makan cerdas dan gaya hidup sehat, kita dapat secara signifikan mengurangi risiko ancaman kanker kolorektal.

Penulis

Related Articles

Back to top button