Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Cegah Karhutla Meluas, Gubernur Sulsel Minta Warga Tak Buka Lahan dengan Dibakar 

Wamanews.id, 1 September 2026 – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) terus mempertinggi tingkat kewaspadaan dan memperkuat berbagai langkah antisipasi demi menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau. Masyarakat diimbau dengan sangat keras agar tidak membuka maupun membersihkan lahan pertanian dengan cara membakar.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan bahwa suhu udara yang tinggi serta kondisi kekeringan selama musim kemarau menjadikan area vegetasi dan lahan perkebunan sangat mudah tersulut api. Aktivitas pembakaran sekecil apa pun berisiko tinggi memicu titik api yang meluas dengan cepat dan sulit untuk dikendalikan.

“Kita harap tidak ada pembukaan lahan secara membakar karena bisa saja ini masalah, karena musim kemarau,” ujar Andi Sudirman memberikan keterangannya pada Senin (20/8/2026).

Gubernur menggarisbawahi bahwa upaya pencegahan karhutla tidak bisa hanya menggantungkan peran pemerintah semata. Keterlibatan aktif seluruh lapisan warga masyarakat dalam membendung potensi bencana ini dinilai sangat vital melalui penguatan semangat gotong royong dan kewaspadaan dini sejak awal.

Untuk merespons potensi ancaman tersebut secara maksimal, Pemprov Sulsel telah menyiagakan serta mengerahkan tim gabungan di berbagai titik rawan. Tim ini melingkupi jajaran aparat penegak hukum, petugas penanggulangan bencana, hingga personel dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).

“Bagaimana masyarakat gotong royong bahu-membahu bersama tim gabungan, penegak hukum, termasuk aparat dan tim KPH kehutanan kita. Sama-sama kalau ada kejadian, terus turun,” ungkap Andi Sudirman menekankan pentingnya respons cepat dan kolaboratif di lapangan.

Dampak dari ancaman musim kemarau panjang di wilayah Sulawesi Selatan tidak berhenti pada persoalan karhutla saja. Menyusutnya pasokan air bersih serta berkurangnya debit air untuk irigasi lahan pertanian menjadi hambatan nyata yang harus segera diatasi oleh pemerintah daerah.

Menanggapi krisis ketersediaan air tersebut, Pemprov Sulsel menggencarkan sejumlah program strategis penyediaan sumber air baku di berbagai wilayah yang membutuhkan, meliputi pengerjaan sumur bor hingga penyaluran sistem bantuan pompanisasi.

“Kita ada program bor, ada program pompanisasi dan ini terus kita layani masyarakat. Ini sekarang masih operasi, ada sekitar 10 bor yang bisa sama-sama bekerja,” terang Gubernur Andi Sudirman.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, Amson Padolo, turut memperingatkan masyarakat agar senantiasa menghindari segelintir aktivitas yang berpotensi menyulut kebakaran selama periode musim kering ini.

Warga diminta untuk menghentikan kebiasaan membakar sampah rumah tangga, memusnahkan semak belukar, ataupun melakukan pembersihan di area perkebunan secara sembarangan.

“Tidak melakukan pembakaran sampah, semak belukar, maupun lahan secara sembarangan. Tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar,” tegas Amson Padolo.

Amson juga mengingatkan seluruh masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran di lingkungan pemukiman. Sebelum keluar meninggalkan rumah atau tempat usaha, warga wajib mengamankan kompor, memeriksa instalasi kelistrikan, dan memastikan tidak ada sumber api yang masih aktif demi meminimalisasi risiko kelalaian.

Ia mengimbau agar masyarakat tidak menunda tindakan bila menemukan percikan atau titik api di sekitarnya. Pemadaman awal harus segera dikerjakan secara gotong royong selama situasi memungkinkan dan keselamatan jiwa tetap diutamakan.

“Segera melakukan pemadaman apabila menemukan api yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran,” pungkas Amson menutup imbauannya.

Penulis

Related Articles

Back to top button