Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Nasional

Calon Guru 2026 Dibuka! Pelamar Mengeluh Laman Error hingga Gagal Validasi Data Dukcapil

Wamanews.id, 29 Juni 2026 – Gerbang seleksi Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Tahun 2026 telah resmi dibuka oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sejak Sabtu, 27 Juni 2026 lalu. Program sertifikasi ini menjadi salah satu momen yang paling dinantikan oleh ribuan lulusan sarjana di seluruh penjuru tanah air, termasuk di Sulawesi Selatan, yang beraspirasi untuk berkarier secara profesional sebagai tenaga pendidik.

Namun, baru beberapa hari masa registrasi berjalan, gelombang keluhan mulai ramai dilayangkan oleh para calon pelamar di ruang digital. Sebagian besar pelamar mengaku menghadapi kendala teknis yang cukup krusial saat mencoba melengkapi berkas di portal pendaftaran resmi. Hambatan tersebut bervariasi, mulai dari keterbatasan kuota program studi, kendala sinkronisasi data kependudukan, hingga masalah situs web yang tidak dapat diakses.

Pantauan di akun Instagram resmi @ppgkemendikdasmen pada Senin (29/6/2026), kolom komentar unggahan pengumuman dipenuhi oleh aduan para lulusan baru (fresh graduate) yang merasa kebingungan dengan sistem pendaftaran online tersebut.

“Saya mau daftar kok tidak bisa masuk. Kendala masalah validasi data Dukcapil itu kenapa ya? Kalau boleh tahu?” tulis salah satu calon pelamar di kolom komentar.

Tak hanya urusan validasi identitas, masalah infrastruktur server juga menjadi sorotan. Beberapa netizen melaporkan kemunculan kode gangguan teknis saat mengakses tautan. “Kok di aku masih 404 halaman tidak ditemukan ya? Kalian sudah pada bisa?” keluh netizen lainnya, diikuti oleh pertanyaan senada dari pelamar lain yang mempertanyakan kesiapan server kementerian.

Sesuai jadwal resmi yang dirilis pemerintah, masa pendaftaran daring ini direncanakan akan berlangsung hingga tanggal 25 Juli 2026. Skema seleksi ini terbuka bagi seluruh lulusan bergelar Sarjana (S-1) maupun Diploma Empat (D-IV) yang memenuhi kualifikasi ketat.

Untuk memastikan proses rekrutmen berjalan objektif, pelamar wajib mencermati sejumlah persyaratan administratif. Salah satu poin mutlaknya adalah calon peserta belum boleh terdata sebagai guru aktif atau kepala sekolah di basis data nasional seperti Dapodik maupun Simpatika. Selain itu, batas usia maksimal peserta dikunci di angka 32 tahun per 31 Desember tahun pendaftaran dengan standar minimal Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,00.

Tabel: Persyaratan dan Tahapan Seleksi Administrasi PPG Calon Guru 2026

Kategori SyaratKriteria Regulasi AdministrasiBerkas Lapor Diri (Diserahkan Setelah Lolos)
Identitas & StatusWarga Negara Indonesia (WNI), tidak terdata di Dapodik/Simpatika.Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani.
Batas UsiaMaksimal 32 tahun pada 31 Desember 2026.Surat Keterangan Berkelakuan Baik (SKCK).
AkademikS-1/D-IV terdaftar di PD-Dikti dengan IPK minimal 3,00.Surat Keterangan Bebas Penyalahgunaan NAPZA.
KomitmenBersedia menandatangani Pakta Integritas resmi.Mengikuti tes Substantif dan Wawancara terpadu.

Pada gelombang seleksi tahun ini, pemerintah membuka ruang linieritas yang cukup luas dengan membagi bidang studi ke dalam dua klaster besar, yaitu Bidang Studi Umum dan Bidang Studi Kejuruan.

Untuk Bidang Studi Umum, fokus penempatan mencakup mata pelajaran dasar seperti PGSD, PJOK, Bimbingan dan Counseling, Informatika, Seni Budaya, Pendidikan Luar Bioskop, Bahasa Indonesia, Pendidikan Pancasila, IPS, Sejarah, Sosiologi, Bahasa Inggris, Geografi, PGPAUD, Ekonomi, serta bidang sains (Biologi, Kimia, Fisika).

Sementara itu, untuk mengakomodasi kebutuhan pengajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dibentangkan pula opsi Bidang Studi Kejuruan. Bidang ini mencakup keahlian spesifik seperti Teknik Otomotif, Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi, Manajemen Perkantoran, Desain Komunikasi Visual (DKV), Perhotelan, Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim, Kuliner, Teknik Pengelasan, Elektronika, Ketenagalistrikan, Tata Busana, Usaha Layanan Pariwisata, Agriteknologi, Pemasaran, hingga Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan.

Hingga berita ini diturunkan, para pelamar berharap pihak penyelenggara segera melakukan perbaikan infrastruktur digital dan sinkronisasi sistem Dukcapil agar proses registrasi dapat berjalan lancar sebelum tenggat penutupan 25 Juli mendatang. 

Penulis

Related Articles

Back to top button