Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Kemarau Panjang Terjang Sulsel, PLN Perkuat Listrik dan Siapkan Modifikasi Cuaca 

Wamanews.id, 14 Agustus 2026 – Fenomena kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan (Sulsel) selama lima hingga six bulan terakhir menjadi perhatian serius berbagai pihak. Selain berdampak pada sektor pertanian dan ketersediaan air bersih, kondisi cuaca ekstrem ini juga memberi tantangan tersendiri bagi keandalan sistem pasokan listrik serta meningkatkan risiko potensi kebakaran.

Merespons kondisi tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) bergerak cepat memperkuat sistem kelistrikan regional.

Langkah mitigasi komprehensif disiapkan demi menjamin ketersediaan daya bagi masyarakat di wilayah Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) tetap aman dan stabil.

Sinergi antarlembaga serta optimalisasi operasional pembangkit menjadi fokus utama PLN dalam mengantisipasi dampak lanjutan kemarau panjang yang berpotensi memicu fenomena El Nino.

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, Niki Rendra Adisetiawan, menjelaskan bahwa pihaknya telah merancang sejumlah opsi strategis untuk menjaga pasokan daya pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang mengandalkan debit air sungai dan danau.

Salah satu langkah mitigasi utama yang disiapkan adalah penggunaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) jika debit air di waduk PLTA terus menipis.

“PLN akan melakukan rencana pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) jika diperlukan pada PLTA dengan bersinergi bersama BMKG,” ujar Niki Rendra Adisetiawan pada Kamis (13/8/2026).

Selain kesiapan TMC, Niki menegaskan bahwa keandalan listrik di wilayah Sulbagsel saat ini jauh lebih tangguh ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

Pasca-tahun 2023, PLN telah melakukan penambahan kapasitas pembangkit secara signifikan di berbagai titik strategis dengan total pasokan tambahan mencapai 300 Mega Watt (MW). Penjadwalan pemeliharaan rutin pembangkit juga diperketat agar seluruh unit operasional dapat bekerja pada kapasitas penuh.

Di luar aspek teknis kelistrikan, musim kemarau yang identik dengan suhu udara tinggi dan kelembapan rendah turut meningkatkan kerentanan terjadinya bencana kebakaran akibat korsleting (short circuit).

Oleh karena itu, PLN UID Sulselrabar mengimbau seluruh pelanggan dan masyarakat luas untuk lebih bijak serta waspada dalam mengoperasikan peralatan elektronik di rumah maupun tempat usaha.

Niki mengingatkan hal-hal sederhana namun krusial yang kerap diabaikan masyarakat saat meninggalkan rumah atau saat alat listrik sedang tidak digunakan.

“Apabila sudah tidak terpakai, mohon colokan listrik dapat dicabut untuk mencegah korsleting listrik,” imbaunya.

PLN berharap tingginya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan instalasi listrik di bangunan masing-masing dapat membantu menekan angka kasus kebakaran.

Sinergi antara kesiapan infrastruktur PLN dan kepedulian masyarakat diharapkan mampu menjaga wilayah Sulawesi Bagian Selatan tetap terang dan aman sepanjang musim kemarau.

Penulis

Related Articles

Back to top button