Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Nasional

Dr. Ray Wagiu Basrowi Soroti Bahaya Narasi “Bacot” Atasan ke Bawahan di Tempat Kerja

Wamanews.id, 29 September 2026 – Dokter, Peneliti Kedokteran Komunitas, dan Pendiri Health Collaborative Center (HCC) Dr. Ray Wagiu Basrowi menyoroti fenomena ujaran kasar “bacot” dari atasan ke bawahan sebagai hazard psikososial yang berbahaya di tempat kerja.

Hal itu disampaikan Ray dalam kolom opininya di Kompas.com, Senin (29/9/2026). Ia menilai satu kata kasar yang diucapkan dalam detik bisa membekas lama di kepala penerimanya.

Menurut Ray, yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Health Development Center (IHDC) dan Pengajar Kedokteran Komunitas, kalimat “bacot kamu” bagi pengucapnya mungkin hanya emosi sesaat, tapi bagi bawahan yang dipermalukan di depan umum bisa memicu kecemasan dan trauma kerja.

Ray menegaskan, narasi merendahkan masih sering dianggap bagian dari gaya kepemimpinan. Padahal, WHO dan ILO sudah mengkategorikan intimidasi, penghinaan, dan kekerasan verbal sebagai risiko psikososial yang harus dikendalikan layaknya bahaya kerja fisik.

Secara ilmiah, ia mengklasifikasikan perilaku itu sebagai workplace incivility, hingga abusive supervisionjika dilakukan berkelanjutan oleh atasan dengan ketimpangan kuasa.

“Relasi kuasa mengubah makna bahasa, karena bawahan tidak berdiri pada posisi yang setara,” tulis Ray.

Ia pun mengutip penelitian di IJCOM dan penjelasan pakar psikologi Prof. Debora Purba bahwa luka verbal kronis dapat menyebabkan gangguan tidur, kelelahan emosional, hingga burnout, bahkan mengancam keselamatan kerja karena bawahan takut melapor.

Ray menekankan organisasi harus menetapkan penghinaan verbal sebagai risiko, membuat standar perilaku hingga pimpinan tertinggi, dan menyediakan kanal pelaporan yang aman.

Penulis

Related Articles

Back to top button