Buaya Raksasa 3 Meter Teror Warga Desa Lautang Wajo, Muncul di Dekat Kandang Sapi

Wamanews.id, 9 Januari 2026 – Rasa was-was dan ketakutan kini tengah menyelimuti warga Dusun Lakoro, Desa Lautang, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo. Pasalnya, seekor buaya muara berukuran raksasa dengan panjang diperkirakan mencapai 3 meter menampakkan diri di aliran sungai yang letaknya sangat dekat dengan permukiman penduduk dan area peternakan warga.
Kemunculan predator berdarah dingin ini bukan hanya sekadar isu. Sejumlah warga menyaksikan langsung keberadaan reptil besar tersebut saat sedang berjemur atau melintas di aliran sungai. Situasi ini pun langsung memicu kepanikan, mengingat aktivitas harian warga Desa Lautang sangat bergantung pada aliran air tersebut.
Peristiwa yang menggegerkan ini dilaporkan terjadi pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 13.00 Wita. Lokasi kemunculannya berada di titik yang sangat rawan, yakni di sungai yang berbatasan langsung dengan kandang sapi milik warga dan area rumah tinggal.
Kepala Desa Lautang, Muhammad Rustan, membenarkan adanya laporan keresahan warganya tersebut. Menurutnya, ukuran buaya yang mencapai 3 meter tersebut sangat mengancam keselamatan, baik bagi manusia maupun hewan ternak.
“Betul, kemarin siang seekor buaya dengan ukuran sekitar 3 meter muncul di sungai dekat pemukiman warga dan kandang sapi. Wargaku ketakutan karena buaya itu belum ditangkap,” ujar Muhammad Rustan saat memberikan keterangan kepada media pada Kamis (8/1/2026).
Rustan menambahkan bahwa penampakan ini bukanlah yang pertama kali terjadi di minggu ini. Setidaknya, predator tersebut sudah dua kali memperlihatkan dirinya secara mencolok, sehingga warga tidak berani lagi beraktivitas di pinggir sungai sendirian.
Menariknya, kemunculan buaya di Desa Lautang ini sebenarnya sudah menjadi buah bibir masyarakat sejak tahun 2025 lalu. Namun, selama beberapa bulan terakhir, buaya tersebut sempat “menghilang” dan tidak pernah terlihat lagi, hingga akhirnya kembali muncul dengan ukuran yang tampak lebih besar di awal tahun 2026.
“Selalu dibicarakan warga tahun lalu, dan baru menampakkan dirinya kembali sekarang. Kemarin saat muncul sudah banyak warga yang melihatnya langsung, jadi ini bukan sekadar desas-desus lagi,” tegas Rustan.
Kembalinya buaya ini menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat bahwa aliran sungai di Kecamatan Belawa memang telah menjadi habitat atau jalur migrasi bagi reptil tersebut. Hal ini tentu menjadi ancaman jangka panjang bagi desa-desa di pesisir sungai jika tidak segera ditangani secara profesional oleh pihak terkait.
Menyikapi ancaman keselamatan warganya, Pemerintah Desa Lautang telah mengambil langkah administratif dengan bersurat secara resmi kepada Bupati Wajo, Andi Rosman. Surat yang dilayangkan per tanggal 7 Januari 2026 tersebut berisi permohonan bantuan evakuasi darurat.
Rustan berharap tim penyelamat (rescue) dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Wajo atau pihak BKSDA (Badan Konservasi Sumber Daya Alam) segera turun ke lokasi untuk melakukan penangkapan.
“Kami dari pemerintah desa sudah membuat surat ditujukan ke Pak Bupati untuk dilakukan evakuasi oleh dinas terkait. Tapi sampai sekarang (Kamis) belum ada yang datang melakukan evakuasi,” imbuhnya dengan nada khawatir.
Kekhawatiran Muhammad Rustan bukan tanpa alasan. Wilayah Kecamatan Belawa, termasuk Desa Lautang, dikenal sebagai daerah yang rawan terdampak banjir saat musim penghujan tiba. Ia sangat khawatir jika debit air sungai meningkat dan terjadi luapan, buaya tersebut akan dengan mudah berpindah tempat atau bahkan masuk ke area rumah warga yang tergenang.
“Ini yang saya khawatirkan, jangan sampai nanti datang banjir, karena wilayah saya daerah banjir. Jangan sampai buaya itu pindah tempat masuk ke kolong rumah atau bahkan berkembang biak di sini. Itu akan menimbulkan keresahan yang jauh lebih besar bagi warga kami,” kata Rustan.
Selain risiko terhadap manusia, kehadiran buaya di dekat kandang sapi juga mengancam mata pencaharian warga. Sebagian besar warga Desa Lautang adalah peternak, dan kehilangan hewan ternak akibat dimangsa buaya tentu akan menjadi kerugian ekonomi yang besar.
Hingga berita ini diturunkan, warga Dusun Lakoro masih diimbau untuk tetap waspada, mengurangi aktivitas di pinggiran sungai, serta menjaga anak-anak dan hewan ternak mereka agar tidak mendekati area munculnya buaya tersebut. Penantian akan kehadiran tim ahli untuk mengevakuasi sang predator kini menjadi prioritas utama masyarakat Belawa.







