Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Nasional

Panduan Puasa 1 Muharram 1448 H/2026: Jadwal, Bacaan Niat, dan Dalil Anjurannya

Wamanews.id, 6 Juni 2026 – Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang sangat mulia dan dihormati di dalam kalender Islam. Kedatangan bulan ini memegang momentum penting bagi seluruh umat Muslim sedunia untuk meningkatkan kualitas ketakwaan dengan memperbanyak amalan saleh. Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan besar untuk dikerjakan di awal tahun baru Islam ini adalah melaksanakan ibadah puasa sunnah.

Berdasarkan literatur keislaman, anjuran untuk memperbanyak puasa di bulan Muharram memiliki landasan hukum yang kuat dari hadits sahih. Menilik buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun yang ditulis oleh Ust Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, sebuah riwayat hadits dari Abu Hurairah menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa Muharram dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim).

Bagi umat Islam di Indonesia yang berencana untuk mengamalkan ibadah sunnah ini, acuan penanggalan resmi telah diterbitkan oleh pemerintah. Merujuk pada dokumen Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang dikeluarkan secara resmi oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI, tanggal 1 Muharram 1448 Hijriah ditetapkan jatuh pada hari Selasa, 16 Juni 2026.

Dengan demikian, pelaksanaan ibadah puasa sunnah 1 Muharram dapat ditunaikan secara serentak pada hari Selasa, 16 Juni 2026. Layaknya ibadah puasa pada umumnya, prosesi mulia ini harus diawali dengan niat yang tulus di dalam hati. Waktu pelafalan niat ini sudah bisa mulai dilakukan sejak malam hari sebelumnya, tepatnya pada Senin, 15 Juni 2026 selepas waktu ibadah Maghrib tiba.

Tabel: Ragam Jadwal Amalan Puasa Sunnah di Bulan Muharram 1448 H / 2026 M

Nama Amalan IbadahKonversi Kalender HijriahKonversi Kalender Masehi 2026Catatan Keutamaan Fikih
Puasa Awal Tahun1 Muharram 1448 HSelasa, 16 Juni 2026Pembuka amalan utama di awal tahun Islam.
Puasa Tasua9 Muharram 1448 HRabu, 24 Juni 2026Puasa sehari sebelum hari Asyura.
Puasa Asyura10 Muharram 1448 HKamis, 25 Juni 2026Memiliki keistimewaan spiritual yang besar.
Puasa 10 Hari Pertama1 s.d 10 Muharram 1448 H16 Juni sampai 25 Juni 2026Metode pengosongan diri yang paling utama.

Menyadur informasi dari laman resmi NU Online, berikut adalah lafaz serta bacaan niat yang dapat dibaca oleh umat Muslim menjelang pelaksanaan puasa di hari pertama bulan Muharram:

نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta’âlâ.

Artinya: “Saya niat puasa Muharram karena Allah ta’âlâ.”

Waktu ideal untuk membaca niat di atas adalah pada malam hari esoknya berpuasa, yaitu sejak selepas Maghrib hingga sebelum masuknya fajar atau waktu Subuh. Kendati demikian, madzhab fikih memberikan kelonggaran bagi umat Islam yang lupa atau belum sempat berniat pada malam hari. Mereka masih diperkenankan untuk berpuasa dengan membaca niat yang sama sampai sebelum waktu Dzuhur tiba di hari Selasa tersebut. Kebijakan ini sah dengan syarat utama bahwa sejak terbit fajar hingga niat dibacakan, orang tersebut belum makan, minum, atau melakukan aktivitas lain yang membatalkan puasa.

Keutamaan puasa Muharram sebagai puasa paling utama setelah Ramadhan kembali dikuatkan oleh hadits yang dilansir dari laman Rumasho. Dalam HR. Muslim nomor 1163, Rasulullah SAW secara lugas menyebut Muharram sebagai “Bulan Allah” (Syahrullah).

Berdasarkan ulasan di buku Panduan Shalat Sunah Lengkap karya KH Muhammad Sholikhin, pelaksanaan ibadah puasa sunnah ini sebenarnya tidak kaku hanya dikhususkan pada tanggal 1 Muharram saja. Umat Muslim diperbolehkan mengambil satu hari saja di awal bulan, namun akan jauh lebih utama dan sempurna jika puasa tersebut diteruskan selama 10 hari pertama berturut-turut, yaitu dari tanggal 1 hingga puncaknya pada tanggal 10 Muharram (Hari Asyura).

Dalam riwayat Sunan Abu Dawud, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW membedakan esensi antara “Shaum Al-Muharram” (puasa sepanjang bulan Muharram secara umum) dengan “Shaum Yaum ‘Asyura” (puasa khusus hari kesepuluh). Menjalankan puasa di bulan ini merupakan ladang pahala yang sangat luas bagi kaum muslimin.

Sebagai informasi tambahan bagi umat Islam yang ingin menyusun agenda ibadah secara lengkap, berikut adalah jadwal puasa Tasua dan Asyura di pertengahan bulan Juni nanti berdasarkan kalender Kemenag RI:

  • Puasa Tasua (9 Muharram 1448 H): Jatuh pada Rabu, 24 Juni 2026.
  • Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026.

Semoga informasi panduan ini dapat memudahkan masyarakat dalam mempersiapkan diri guna meraup keberkahan di bulan Muharram yang mulia ini.

Penulis

Related Articles

Back to top button