Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Nasional

BNPB Rilis Update Bencana Nasional: Karhutla Dominasi Indonesia, Kalsel Terparah

Wamanews.id, 22 Agustus 2026 – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis rangkuman pembaruan data penanganan bencana secara nasional untuk periode pelaporan Kamis hingga Jumat (20–21/8/2026). Berdasarkan rekapan data lapangan, kejadian bencana di tanah air masih didominasi oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di samping adanya ancaman cuaca ekstrem dan kekeringan di beberapa wilayah.

Peristiwa karhutla dilaporkan melanda berbagai wilayah dari Indonesia Timur hingga Barat. Di Kota Sorong, Papua Barat Daya, api melahap lahan di Desa Sawagumu (5 Ha), Desa Klasabi (1 Ha), dan Desa Klabala (5 Ha) akibat faktor kekeringan dan angin kencang. Seluruh titik api di Sorong dilaporkan telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan BPBD dan relawan.

Di Pulau Sulawesi, karhutla terjadi di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, persisnya di Desa Buttu Batu dengan luas lahan terbakar mencapai 10 hektare akibat dugaan kelalaian pembuangan puntung rokok. Kebakaran lahan juga menghanguskan 5 hektare di empat kecamatan di Kabupaten Pinrang, Sulsel. Sementara itu, di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, karhutla meluas hingga 54 hektare dan masih dalam pemantauan ketat petugas.

Bencana karhutla juga terdeteksi di Desa Sembalun Timba Gading (Lombok Timur, NTB) seluas 10 hektare, Desa Kelarik Air Mali (Natuna, Kepri) seluas 4 hektare, serta Kabupaten Belitung Timur (Bangka Belitung) seluas 3,8 hektare. Seluruh titik tersebut kini telah berhasil dipadamkan.

Di sisi lain, fenomena cuaca ekstrem angin kencang merusak sembilan rumah warga di Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sementara di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, krisis kekeringan melanda sembilan desa dan mengancam 1.400 hektare lahan sawah akibat penurunan debit air utama hingga sisa 25 persen.

Penanganan karhutla di Pulau Kalimantan menjadi fokus dan prioritas utama pemerintah pusat, khususnya di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). BNPB mendeteksi keberadaan karhutla di sembilan kabupaten/kota, meliputi Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tapin, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, dan Balangan.

Direktorat Penanganan Darurat Wilayah III BNPB mencatat sebanyak 53 titik panas (fire spot) melahap estimasi total lahan seluas 595 hektare di Kalsel. Luasan terbakar terbesar berada di Kabupaten Banjar (174 Ha), Kabupaten Tanah Laut (107 Ha), Kabupaten Barito Kuala (96 Ha), serta Kabupaten Tapin (85 Ha).

Untuk mengatasi kobaran api, operasi pemadaman darat mengerahkan sedikitnya 387 personel gabungan yang dibekali armada mobil tangki, pompa induk, hingga motor trail karhutla. Pemadaman dilakukan secara masif di titik-titik krusial seperti Gambut (Kabupaten Banjar), Liang Anggang (Banjarbaru), hingga Bati-Bati (Tanah Laut). Guna menjangkau area isolasi yang sulit diakses jalur darat, BNPB memperkuat pengerahan armada udara dari Lanud Sjamsudin Noor Banjarbaru. Dua unit helikopter patroli dikerahkan untuk melakukan pemantauan udara.

Selain itu, tiga helikopter pengebom air (water bombing) tipe Super Puma, MI8-AMT, dan Sikorsky Black Hawk diterjunkan ke lokasi. Total penjatuhan air (water bombing) telah dilakukan sebanyak 384 kali atau menyiramkan lebih dari 1,5 juta liter air ke titik-titik api utama.

Operasi udara difokuskan untuk mengamankan kawasan Ring 1 Bandara Sjamsudin Noor serta pemukiman padat penduduk. BNPB bersama BMKG juga terus memantau potensi pertumbuhan awan hujan untuk merealisasikan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam waktu dekat.

Penulis

Related Articles

Back to top button