Banjir Tapanuli Utara Capai 4 Meter, 14 Titik Terdampak, Jalinsum Tarutung-Sibolga Lumpuh Total Akibat Longsor

Wamanews.id, 26 November 2025 – Bencana alam berupa banjir bandang dan longsor dengan intensitas parah melanda Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, menyusul hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.
Total 14 titik di kabupaten ini dilaporkan terendam dan tertutup material longsor, menyebabkan kerugian material yang signifikan. Kapolres Tapanuli Utara, Ernis Sitinjak, mengonfirmasi bahwa kondisi paling kritis tercatat di Desa Suka Maju, Kecamatan Pahae Jae, di mana ketinggian air mencapai puncaknya hingga empat meter.
“Banjir paling parah tercatat di Desa Suka Maju, Kecamatan Pahae Jae, dengan ketinggian air mencapai empat meter. Sedikitnya 20 rumah warga terendam, dan satu sisi Jembatan Aek Puli lama putus,” ujar AKBP Ernis pada Rabu (26/11/2025).
Meski Jembatan Aek Puli lama putus, arus lalu lintas beruntung dapat dialihkan melalui jembatan baru, mencegah isolasi total.
Dampak terparah dirasakan pada sektor transportasi, khususnya di sepanjang jalur vital Jalan Raya Lintas Sumatera (Jalinsum) Tarutung-Sibolga. AKBP Ernis menambahkan bahwa longsor terjadi di enam titik, dengan material longsor di tiga titik utama (KM 29-35) membuat akses strategis ini lumpuh total untuk sementara waktu.
Total sekitar 98 rumah warga terdampak di berbagai lokasi, termasuk Purbatua, Siatas Barita, dan Tarutung, dengan ketinggian air yang bervariasi antara 70 sentimeter hingga tiga meter. Bahkan, beberapa ruas jalan di Tarutung terputus total akibat luapan air sungai.
Meskipun Kapolres Ernis Sitinjak menegaskan tidak ada korban jiwa maupun hilang, tercatat beberapa warga mengalami luka-luka akibat tertimpa material longsor.
Seorang warga, Haratua Sipahutar (50), mengalami luka di bagian kepala setelah tertimpa material longsor di KM 29-30 Jalinsum dan kini dirawat intensif di RSUD Tarutung.
Longsor paling berdampak pada hunian terjadi di Desa Sitolu Ompu, Kecamatan Pahae Jae, yang menyebabkan dua rumah tertimpa tanah. Empat orang penghuni rumah tersebut mengalami luka-luka, yaitu Dahlia Banjarnahor (27), Iben Parapat (15), Liora Parapat (5), dan Lenora Parapat (5). Selain itu, satu titik pohon tumbang juga terjadi di Dusun 2 Sialang, Desa Simangumban Julu, yang sempat memicu kemacetan parah.
Upaya evakuasi dan pembersihan material longsor, yang melibatkan personel kepolisian dan instansi terkait, sempat dihentikan pada Selasa malam karena kendala cuaca ekstrem hujan lebat, angin kencang, dan minimnya penerangan.
“Operasi akan dilanjutkan kembali pada Rabu pagi ini,” tutup Kapolres.
Petugas kini masih bersiaga di sejumlah titik rawan dan membantu warga yang mengungsi, terutama di kawasan Adiankoting dan Pahae Jae.







