Dendam Lama Berujung Bentrok di Bua Luwu, Motor Dibakar Massa

Wamanews.id, 31 Agustus 2026 – Bentrokan mematikan antarwarga desa kembali pecah di wilayah Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel). Konfrontasi sengit yang melibatkan kelompok warga dari Desa Tana Rigella dan Desa Padang Kalua ini berlangsung secara beruntun selama tiga hari berturut-turut. Pertikaian fisik tersebut menelan korban luka akibat sabetan anak panah busur serta menyebabkan kerugian material berupa pembakaran satu unit sepeda motor di lokasi.
Kapolsek Bua, AKP Catur, membenarkan terjadinya peristiwa bentrokan memanas yang sempat melumpuhkan aktivitas warga di sekitar area konflik tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa rentetan insiden pertikaian ini berujung pada jatuhnya korban fisik dan kerusakan material akibat amuk massa.
“Benar, bentrokannya sudah 3 hari. Ada (warga) yang kena busur tadi malam dan satu unit motor dibakar massa,” terang Kapolsek Bua, AKP Catur, dalam keterangannya kepada media pada Minggu (30/8/2026).
Berdasarkan penelusuran pihak kepolisian di lapangan, bentrokan antarwarga ini bermula di area terbuka sekitar Lapangan Bua, Kecamatan Bua, sejak Jumat (28/8/2026) malam. Gesekan awal ini dipicu oleh insiden pemukulan yang menimpa salah seorang warga asal Desa Padang Kalua, yang kemudian memancing amosi balasan dari kelompok pemuda desa setempat.
AKP Catur mengungkapkan bahwa pertikaian ini sebenarnya merupakan konflik laten atau dendam lama antarwilayah desa yang belum sepenuhnya tuntas. Perselisihan tersebut mendadak kembali membara dan intensitas pertikaiannya memuncak pada Minggu (30/8/2026) malam.
Eskalasi kekerasan dalam pertikaian tersebut menelan korban seorang pemuda bernama Muh Azraf (28) yang mengalami luka parah akibat tancapan anak panah busur. Di samping jatuhnya korban luka, aksi saling serang antarwarga ini juga berlanjut pada pembakaran satu unit kendaraan sepeda motor oleh massa yang kian tidak terkendali.
Guna mengendalikan situasi yang kian mencekam, aparat kepolisian bergerak cepat melakukan pembubaran massa serta sterilisasi area pertikaian. Dalam operasi pengamanan tersebut, petugas berhasil membekuk lima orang pemuda yang diduga kuat ikut terlibat dan memperkeruh suasana bentrokan.
Para terduga pelaku yang berhasil diamankan masing-masing berinisial MF (17), MN (15), MM (14), S (16), dan F (20). Berdasarkan hasil identifikasi awal, kelima pemuda tersebut diketahui bukan merupakan penduduk dari kedua desa yang bertikai, melainkan warga yang sengaja datang dari Kota Palopo.
“Cuma yang kami amankan ini semua warga Kota Palopo. Kemungkinan datang membantu salah satu desa,” jelas AKP Catur mengenai indikasi adanya perbantuan massa dari luar wilayah.
Meskipun gejolak aksi saling serang sempat kembali memuncak pada Minggu sore dengan melibatkan kelompok orang dewasa, kehadiran ketat tim gabungan berhasil meredam aksi susulan.
Untuk mencegah bertambahnya korban dan potensi kerusuhan berulang, puluhan personel gabungan dari Polsek Bua, Polres Luwu, hingga Satuan Brimob kini ditempatkan di lokasi pertikaian guna melakukan penjagaan serta patroli terpadu secara ketat.
“Sempat terjadi sore tadi, dan kalau saya lihat yang terlibat sudah orang-orang dewasa. Tapi saat ini, tim Polsek, Polres dan Brimob masih berjaga di lokasi kejadian,” pangkas AKP Catur di akhir keterangannya.
Aparat penegak hukum mengimbau dengan tegas seluruh lapisan masyarakat dari kedua desa agar segera menahan diri, menghentikan segala bentuk aksi provokatif, serta menyerahkan seluruh penanganan proses hukum sepenuhnya kepada pihak kepolisian.







