Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Ribuan Orang Upacara HUT RI di Gunung Bawakaraeng, 31 Pendaki Dievakuasi SAR Akibat Hipotermia dan Cedera 

Wamanews.id, 18 Agustus 2026 – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di puncak Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, diwarnai penanganan darurat oleh tim penyelamat. Sebanyak 31 pendaki dilaporkan harus dievakuasi dari area pegunungan akibat mengalami masalah kesehatan, kelelahan fisik, hingga cedera fisik serius.

Berdasarkan data yang dihimpun hingga Selasa pagi (18/8/2026), proses evakuasi terus dilakukan secara bertahap oleh ratusan personel Search and Rescue (SAR) gabungan yang disiagakan di sepanjang jalur pendakian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A (Basarnas) Makassar, Muhammad Arif Anwar, membenarkan peningkatan jumlah pendaki yang membutuhkan pertolongan medis selama momen perayaan kemerdekaan tahun ini.

“Hingga pagi ini total ada 31 pendaki yang mengalami gangguan kesehatan atau troubledan sudah mendapatkan penanganan intensif dari tim SAR gabungan. Mayoritas dari mereka mengeluhkan hipotermia, serangan asma, kelelahan fisik ekstrem, hingga cedera pada kaki,” jelas Muhammad Arif Anwar saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (18/8/2026).

Arif membeberkan, sebagian besar korban telah berhasil diturunkan ke Posko Utama Bulu Balea untuk mendapatkan tindakan medis pertama. Kendati demikian, masih ada satu pendaki yang saat ini dalam proses evakuasi lantaran mengalami kecelakaan saat berjalan di medan terjal.

Pendaki tersebut dilaporkan tersandung bebatuan di sekitar Pos 7 jalur Lembanna hingga mengakibatkan cedera lutut yang cukup parah.

“Saat ini personel kami masih berjuang mengevakuasi satu pendaki yang terjatuh akibat tersandung batu di sekitar Pos 7 jalur Lembanna. Kondisinya mengalami cedera lutut yang cukup parah, sehingga proses evakuasi membutuhkan kecermatan ekstra mengingat medan yang curam dan terjal,” ujar Arif.

Ia menambahkan, seluruh pendaki yang telah dievakuasi akan menjalani pemeriksaan awal di posko siaga. Apabila kondisi fisiknya membutuhkan penanganan lanjutan, petugas akan merujuknya ke fasilitas kesehatan terdekat. Beberapa pendaki yang kondisinya lemah bahkan telah dirujuk ke Puskesmas Tinggimoncong.

Guna mengantisipasi potensi penambahan korban, Basarnas Makassar menyiagakan sebanyak 295 personel gabungan dari berbagai potensi SAR. Ratusan petugas tersebut disebar di delapan titik strategis, termasuk di kawasan Lembah Ramma dan Puncak Bawakaraeng.

Mengingat ribuan pendaki mulai melakukan pergerakan turun dari puncak gunung, Arif mengimbau seluruh rombongan untuk tetap waspada, mengutamakan keselamatan, serta menekan ego individual.

“Kami sangat mengimbau para pendaki untuk saling menjaga antar-anggota kelompok, terutama jika ada rekannya yang mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan atau sakit. Jangan memaksakan diri untuk terus berjalan. Segera melapor ke posko siaga terdekat apabila membutuhkan bantuan darurat,” tegasnya.

Kawasan Gunung Bawakaraeng memang selalu menjadi magnet bagi para pecinta alam dan masyarakat umum untuk menggelar upacara bendera memperingati Kemerdekaan RI setiap tanggal 17 Agustus.

Berdasarkan data registrasi resmi Basarnas Makassar hingga Senin (17/8) sore, tercatat sebanyak 3.786 orang melakukan pendakian melalui empat jalur resmi yang dibuka.

Jumlah terbanyak tercatat masuk melalui Pos Registrasi Bulu Balea dengan total 2.033 pendaki. Disusul oleh jalur Tassoso sebanyak 1.081 orang, jalur Kanreapia sebanyak 422 orang, serta jalur Lembanna yang dilalui oleh 250 pendaki. Petugas memperkirakan proses pemantauan arus turun pendaki masih akan berlangsung hingga pertengahan pekan ini.

Penulis

Related Articles

Back to top button