Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Pendidikan

Peminat Sekolah Rakyat Sulsel Membludak: Kuota SMA dan SMP Diserbu, Jenjang SD Malah Sepi

Wamanews.id, 1 Juli 2026 – Dinamika menarik mewarnai proses penerimaan peserta didik baru untuk program afirmasi Sekolah Rakyat di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tahun ajaran 2026/2027. Minat masyarakat dari berbagai penjuru daerah terpantau membludak secara drastis, terutama pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Sebaliknya, fenomena kontras justru terjadi pada jenjang Sekolah Dasar (SD) yang dilaporkan masih sangat sepi peminat hingga jauh dari target kuota yang telah ditetapkan.

Menyikapi ketimpangan animo pendaftaran tersebut, Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan bergerak cepat melakukan langkah taktis. Sisa alokasi kursi kosong dari jenjang SD yang tidak terisi diputuskan untuk dialihkan guna mengakomodasi gelombang pendaftar di tingkat SMP dan SMA yang saat ini mengalami kelebihan kapasitas (overload).

Kepala Dinas Sosial Sulawesi Selatan, Abdul Malik, menjelaskan bahwa pelaksanaan penjangkauan dan rekrutmen calon siswa ini sudah berjalan ketat sesuai dengan petunjuk pelaksanaan teknis dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

“Berdasarkan ketentuan pusat, setiap Sekolah Rakyat memperoleh pagu kuota yang merata, yakni masing-masing 90 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Namun, dalam realisasinya di lapangan, animo masyarakat dari 24 kabupaten/kota se-Sulsel paling besar menumpuk di jenjang SMA,” ujar Abdul Malik saat dikonfirmasi media pada Rabu (1/7/2026).

Data statistik pendaftaran menunjukkan angka yang cukup mencolok. Untuk Sekolah Rakyat yang berlokasi di Kota Makassar, kuota awal jenjang SMA yang hanya dibuka untuk 90 siswa justru diserbu oleh 352 orang pendaftar. Kondisi serupa terjadi pada jenjang SMP; dari daya tampung 90 kursi yang tersedia, jumlah pelamar yang masuk menembus angka di atas 200 calon peserta didik.

Kondisi sebaliknya terjadi pada jenjang SD. Dari target 90 anak, hanya ada 18 orang yang mendaftarkan diri sejak awal dibuka. Ironisnya, menjelang fase finalisasi penetapan peserta didik baru, dua orang anak memilih mengundurkan diri, sehingga menyisakan 16 siswa aktif saja.

Tabel: Perbandingan Kuota Awal dan Jumlah Pendaftar Sekolah Rakyat Sulsel (Makassar)

Jenjang PendidikanAlokasi Kuota AwalJumlah Pendaftar MasukStatus Ketersediaan Kursi / Tindakan
Sekolah Dasar (SD)90 Siswa16 Siswa (Sisa)Surplus Kuota (74 Kursi dialihkan ke SMP/SMA)
Seputar SMP90 Siswa200+ SiswaKelebihan Kapasitas (Mendapat tambahan kuota SD)
Sekolah Menengah Atas (SMA)90 Siswa352 SiswaKelebihan Kapasitas (Mendapat tambahan kuota SD)

Abdul Malik menuturkan, kebijakan pengalihan sisa kuota SD sebanyak kurang lebih 74 hingga 75 kursi ini diambil agar total target 270 siswa yang telah dianggarkan oleh pemerintah untuk operasional Sekolah Rakyat Sulsel tahun ajaran 2026/2027 tidak mubazir dan tetap terpenuhi secara optimal. Bagi ratusan pendaftar SMP dan SMA yang saat ini belum bisa tertampung, pihak Dinsos memastikan data mereka tetap diarsipkan sebagai cadangan bernilai prioritas.

“Jika di kemudian hari ada kebijakan penambahan kuota dari pemerintah pusat, maka nama-nama siswa SMP dan SMA yang berlebih dalam daftar tunggu tersebut akan segera kami panggil kembali untuk mengikuti proses belajar tahun ajaran ini,” tambahnya.

Untuk menjamin asas keadilan bagi masyarakat miskin, Dinas Sosial Sulsel menerapkan sistem filterisasi yang ketat dan objektif. Penentuan kelulusan diprioritaskan penuh bagi anak-anak dari keluarga pra-sejahtera yang tercatat resmi dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Proses pemetaan klaster ekonomi dimulai dari keluarga yang berada pada kategori desil 1 (paling miskin). Apabila seluruh kuota belum habis terserap oleh kelompok desil 1, barulah tim seleksi akan meloloskan calon siswa yang masuk dalam kategori desil 2. Penggunaan basis data DTSEN terpadu ini sengaja ditegakkan guna mengantisipasi adanya potensi bias atau manipulasi data di lapangan, sekaligus memastikan bahwa program afirmasi pendidikan ini benar-benar tepat sasaran. 

Penulis

Related Articles

Back to top button