Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Geger! Karyawan Dapur MBG Makassar Ditemukan Tewas di Kos, Suami Korban Langsung Diamankan 

Wamanews.id, 15 Juni 2026 – Warga yang bermukim di kawasan padat penduduk Jalan Mannuruki 6 Lorong 1, Kelurahan Mannuruki, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, mendadak digegerkan oleh peristiwa tragis pada Minggu (14/6/2026) malam. Seorang perempuan muda ditemukan terbujur kaku tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan di dalam kamar kosnya.

Korban diketahui bernama Alda Nurul Alfiah (24). Isak tangis dan kepanikan pecah saat jasad korban pertama kali ditemukan dalam kondisi bersimbah darah sekitar pukul 21.30 Wita. Penemuan mayat secara misterius ini langsung memicu kehebohan besar, hingga ratusan warga sekitar tampak memadati area lorong untuk menyaksikan jalannya proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan oleh Tim Dokpol dan aparat kepolisian setempat.

Keterangan mengenai awal mula terungkapnya kasus ini dipaparkan oleh Ketua RT 01 RW 04 Kelurahan Mannuruki, M. Muzakkar. Dirinya mengaku baru mengetahui insiden berdarah tersebut setelah menerima sambungan telepon darurat dari salah seorang warganya yang meminta dirinya untuk segera merapat ke lokasi kejadian.

“Tadi saya ditelpon warga, bilang, ‘Pak RT di manaki? Cepatki ke sini, wargata meninggal.’ Kita tidak tahu apakah ini bunuh diri atau dibunuh. Setelah itu saya langsung koordinasi dengan RW lalu menuju ke TKP,” ungkap M. Muzakkar saat memberikan konfirmasi di lokasi kejadian pada Minggu malam.

Muzakkar menambahkan, berdasarkan desas-desus dan informasi awal yang mengalir di lokasi saat kejadian, dugaan kuat mengarah pada keterlibatan orang terdekat korban. Menindaklanjuti kecurigaan tersebut, aparat kepolisian yang bergerak cepat dilaporkan telah mengamankan suami korban guna pemeriksaan lebih lanjut. “Kalau dari informasi awal itu suaminya yang bunuh,” imbuhnya, meski ia tetap menegaskan bahwa kepastian motif dan penyebab kematian mutlak menunggu rilis resmi hasil penyelidikan kepolisian.

Berdasarkan pelacakan administrasi kependudukan setempat, Alda bersama keluarga kecilnya tergolong sebagai penghuni baru di wilayah tersebut. Pasangan suami istri ini diketahui baru menetap di rumah kos tersebut selama beberapa bulan terakhir untuk menyambung hidup di Kota Metropolitan Makassar.

Di dalam kamar kos yang menjadi saksi bisu peristiwa berdarah itu, mereka tinggal bertiga bersama seorang anak mereka yang masih balita. “Iya, dia (korban) kos di rumah ini, belum cukup satu tahun dan mempunyai satu anak,” tutur Muzakkar dengan nada prihatin mengingat anak korban masih berusia sekitar satu tahun.

Hingga berita ini diturunkan, motif di balik dugaan pembunuhan sadis ini masih menjadi misteri yang didalami pihak penyidik. Tetangga kamar kos korban mengaku sama sekali tidak mendengar adanya tanda-tanda adu mulut, teriakan, ataupun pertengkaran domestik yang mengindikasikan terjadinya tindak kekerasan fisik sebelum korban ditemukan tewas. Situasi senyap itu membuat warga terpukul dan tidak menyangka insiden sekira pukul 21.30 Wita itu terjadi begitu cepat.

Di mata keluarga maupun komunitas warga sekitar, pasangan suami istri ini dikenal memiliki kepribadian yang sangat tertutup. Keduanya dilaporkan sangat jarang keluar kamar untuk berinteraksi atau bergaul dengan lingkungan tetangga, sehingga dinamika rumah tangga mereka nyaris tidak pernah diketahui oleh publik.

“Menurut keluarganya, yang laki-laki itu pendiam, yang perempuan juga pendiam. Menurut informasi, dia bekerja di MBG (karyawan SPPG), tapi kalau untuk posisinya sebagai apa kita tidak tahu,” tandas Muzakkar.

Alda Nurul Alfiah sendiri diketahui merupakan warga asli kelahiran Kabupaten Jeneponto yang merantau ke Makassar. Dirinya tercatat aktif bekerja sebagai salah satu staf di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sebuah unit pelayanan krusial yang menyalurkan program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kota Makassar.

Saat ini, kawasan kos-kosan tersebut telah dipasangi garis polisi (police line). Pihak Satreskrim Polrestabes Makassar bersama Polsek Tamalate masih terus melakukan pendalaman intensif, memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan bukti-bukti ilmiah guna mengungkap motif pasti dan kronologi utuh di balik kematian tragis ibu muda tersebut. 

Penulis

Related Articles

Back to top button