Pasca-Gempa M 7,7 Filipina: BMKG Pantau 20 Gempa Susulan, Peringatan Tsunami Resmi Berakhir

Wamanews.id, 9 Juni 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan pembaruan terkini mengenai aktivitas tektonik pasca-gempa besar berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Filipina pada Senin pagi. Berdasarkan hasil monitoring berkelanjutan, BMKG mencatat telah terjadi setidaknya 20 aktivitas gempa susulan (aftershocks) yang mengikuti gempa utama tersebut.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam konferensi pers resminya menjelaskan bahwa rentetan gempa susulan tersebut memiliki kekuatan yang bervariasi. Dari total 20 aktivitas yang terpantau, kekuatan gempa berada di rentang magnitudo 3,9 hingga yang terbesar mencapai 6,7. Selain itu, dilaporkan terdapat dua gempa yang getarannya dirasakan cukup kuat oleh masyarakat.
Sempat muncul kekhawatiran besar sesaat setelah gempa dangkal tersebut terjadi pada pukul 06.37 WIB. Guncangan hebat itu sempat memicu aktifnya status Siaga hingga Waspada tsunami bagi sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya di Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara. Namun, seiring dengan pemantauan data observasi yang masuk, ancaman tersebut kini dinyatakan telah berlalu.
Teuku Faisal menyampaikan bahwa berdasarkan pengamatan sensor di lapangan, sudah tidak terdeteksi adanya kenaikan muka air laut yang signifikan. Dengan mempertimbangkan kondisi terkini yang dinilai sudah tidak membahayakan, BMKG secara resmi mencabut peringatan dini tsunami.
“Peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir pada pukul 10.15.51 WIB,” tegas Teuku Faisal Fathani saat memberikan keterangan kepada media pada Senin (8/6/2026).
Tabel: Rekapitulasi Dampak dan Monitoring Gempa Filipina M 7,7
| Aspek Monitoring | Keterangan dan Data Lapangan |
| Waktu Gempa Utama | Senin, 8 Juni 2026 pukul 06.37 WIB. |
| Jumlah Gempa Susulan | 20 aktivitas gempa (aftershocks). |
| Rentang Magnitudo | Magnitudo 3,9 hingga 6,7. |
| Status Wilayah (Sempat) | Siaga & Waspada (Sulut, Gorontalo, Maluku Utara). |
| Tsunami Terdeteksi | Tertinggi 0,75 meter di Talengan, Kepulauan Sangihe. |
| Status Terkini | Peringatan Dini Tsunami berakhir pukul 10.15.51 WIB. |
Meskipun saat ini kondisi sudah dinyatakan aman, data dari pemutakhiran sensor alat pengukur pasang surut (tide gauge) menunjukkan bahwa tsunami kecil memang sempat menyentuh daratan Indonesia. Berdasarkan rekaman alat tersebut, gelombang tsunami kecil mendarat di beberapa titik pemantauan. Ketinggian gelombang tertinggi yang tercatat berada di wilayah Talengan, Kepulauan Sangihe, dengan ketinggian mencapai 0,75 meter.
Meski peringatan tsunami telah berakhir, pihak BMKG memastikan akan terus melakukan pemantauan ketat terhadap aktivitas gempa susulan yang mungkin masih akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
Teuku Faisal berharap agar pemerintah daerah di wilayah-wilayah terdampak tidak lengah dan tetap menjaga tingkat kesiapsiagaan. BMKG menegaskan akan terus menjalin koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait guna mengantisipasi segala kemungkinan bencana.
“BMKG terus memantau aktivitas gempa susulan yang terjadi dan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat, tim SAR, BPBD, dan segenap TNI-Polri yang terlibat sebagai tim siaga bencana di daerah masing-masing,” pungkasnya. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta hanya mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan oleh kanal komunikasi BMKG.







