Arus Mudik Membeludak di Pelabuhan Parepare: Penumpang Nekat Pasang Tenda di Dek Kapal

Wamanews.id, 23 Mei 2026 – Kepadatan luar biasa mewarnai jalannya arus mudik di Pelabuhan Nusantara, Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Lonjakan drastis jumlah penumpang yang datang maupun berangkat membuat fasilitas ruang tunggu pelabuhan dan kapasitas akomodasi di dalam armada kapal laut terisi penuh hingga melampaui batas kenyamanan normal.
Fenomena membeludaknya pemudik ini memicu pemandangan unik sekaligus memprihatinkan di atas kapal. Lantaran seluruh area kabin dan bangku penumpang di bagian dalam kapal sudah penuh sesak, sejumlah penumpang nekat mendirikan tenda-tenda darurat di area dek terbuka bagian atas kapal guna mendapatkan tempat beristirahat selama pelayaran jarak jauh.
Kondisi Pelabuhan Parepare yang menjadi salah satu pintu gerbang utama transportasi laut di Sulawesi Selatan ini dilaporkan mengalami tekanan arus penumpang yang masif sejak beberapa hari terakhir. Mayoritas pemudik merupakan pekerja perantau dan keluarga dari berbagai wilayah di Kalimantan yang hendak pulang ke kampung halaman di wilayah Ajatappareng dan sekitarnya.
Akibat tidak kebagian tempat tidur atau fasilitas kamar di dalam kapal, para penumpang yang memboyong keluarga dan anak-anak terpaksa memanfaatkan ruang kosong di dek kapal yang bersentuhan langsung dengan udara luar. Tenda kemah berbahan terpal dan parasut sengaja digelar dan diikat pada railing besi kapal sebagai pelindung dari sengatan matahari serta embusan angin laut malam yang dingin.
“Kami terpaksa pasang tenda seperti ini karena di dalam sudah padat sekali, tidak ada tempat untuk sekadar meluruskan kaki. Yang penting anak dan istri bisa tidur selama perjalanan di laut,” ujar salah seorang penumpang yang bersiap menempuh rute pelayaran antar-pulau tersebut.
Meskipun langkah mendirikan tenda di atas dek kapal ini dinilai inovatif secara mandiri oleh penumpang, situasi tersebut memicu kekhawatiran terkait aspek keselamatan pelayaran (safety) dan higienitas selama berada di lautan bebas.
Menanggapi fenomena membeludaknya penumpang hingga mendirikan tenda di dek terbuka, otoritas kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan (KSOP) bersama PT Pelni dan operator kapal swasta terus melakukan pemantauan melekat. Pengawasan ketat diterapkan pada manifestasi jumlah penumpang demi memastikan kapal tidak berlayar dalam kondisi kelebihan muatan (overcapacity) yang dapat membahayakan stabilitas kapal.
Petugas di lapangan juga mengimbau para penumpang yang berada di dek luar untuk tetap mengutamakan keselamatan, tidak bersandar berlebihan di pagar pembatas kapal, serta segera melapor ke posko kesehatan kapal jika mengalami gangguan kesehatan akibat cuaca buruk.
Pihak manajemen pelayaran berjanji akan mengevaluasi pola penjualan tiket dan pengaturan ruang akomodasi di masa puncak arus mudik ini. Penataan ini penting agar kenyamanan dan hak-hak dasar penumpang kelas ekonomi tetap terpenuhi secara layak tanpa harus mengorbankan standar keselamatan pelayaran internasional yang ketat.
Hingga berita ini diturunkan, gelombang kedatangan kapal sekunder dari Pelabuhan Samarinda, Balikpapan, dan Tarakan diperkirakan masih akan terus mengalirkan ribuan pemudik di dermaga Pelabuhan Parepare hingga mendekati hari H perayaan.







