Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Nasional

Bebas dari Penjara Israel, Sembilan WNI Misi Gaza Tiba di Turki dan Mengaku Sempat Disetrum

Wamanews.id, 22 Mei 2026 – Perjuangan diplomatik luar negeri Indonesia akhirnya membuahkan hasil positif di tengah ketegangan Laut Mediterania. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI secara resmi memastikan bahwa seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan di penjara militer Israel kini telah berhasil dibebaskan.

Sembilan WNI yang terdiri dari aktivis kemanusiaan dan jurnalis nasional tersebut merupakan bagian dari delegasi internasional dalam misi pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Jalur Gaza, Palestina. Usai dievakuasi dari otoritas hukum Israel, kesembilan warga negara Indonesia ini dilaporkan telah mendarat dengan selamat di Istanbul, Turki, untuk menjalani proses pemulihan dan pemulangan.

Kabar melegakan tersebut dikonfirmasi langsung oleh Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah. “Alhamdulillah, ke-9 WNI sudah mendarat di Istanbul,” ungkap Heni Hamidah melalui pesan singkat yang dikutip dari kantor berita Antara.

Heni memaparkan bahwa para aktivis kemanusiaan tersebut akan segera dipulangkan ke Tanah Air dalam waktu dekat. Kendati demikian, mereka masih harus menyelesaikan sejumlah prosedur tahapan administrasi keimigrasian serta pemeriksaan kesehatan pasca-penahanan di Turki sebelum terbang ke Indonesia. “Yang pasti akan segera dipulangkan setelah prosesnya selesai,” jelas Heni.

Setibanya di Turki, kedatangan sembilan pejuang kemanusiaan ini disambut hangat oleh Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono. Melalui akun Instagram resmi @menluri, Darianto membagikan rekaman video yang memperlihatkan kondisi fisik terkini para delegasi pasca-penahanan.

“Hari ini kami sudah bersama sembilan saudara kita yang bergabung dengan koalisi GSF. Mereka telah bersama kami dalam kondisi sehat walafiat,” ujar Darianto Harsono menenangkan publik di tanah air.

Tak lama setelah mendarat, kesembilan WNI tersebut juga langsung terhubung dengan Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, melalui sambungan panggilan video (video call) interaktif. Dalam dialog jarak jauh tersebut, Menlu Sugiono menegaskan komitmen penuh jajaran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengawal kepulangan para WNI hingga menapakkan kaki kembali di rumah masing-masing dengan aman.

“Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses pemulangan ini hingga seluruh WNI bisa kembali ke tanah air dengan selamat,” tegas Menlu Sugiono sembari menyampaikan apresiasi mendalam bagi masyarakat Indonesia yang terus mengalirkan dukungan dan doa.

Di balik rasa syukur atas kebebasan mereka, para WNI tersebut membeberkan pengakuan yang mencengangkan mengenai kebrutalan perlakuan aparat Zionis selama mereka berada di dalam jeruji besi tahanan Israel.

Manifes GSF 2.0 asal Indonesia ini mengaku menjadi korban intimidasi dan tindak kekerasan fisik yang melanggar hukum humaniter internasional. Para sipir dan personel militer Israel dilaporkan melakukan penyiksaan secara terstruktur mulai dari pemukulan, tendangan di bagian tubuh, hingga penggunaan alat kejut listrik (disetrum) selama masa interogasi penahanan. Kesaksian getir ini selaras dengan video viral penahanan diikat yang sempat memicu kemarahan global beberapa waktu lalu.

Daftar Lengkap 9 WNI Delegasi GSF 2.0 yang Berhasil Dibebaskan:

Sebagai pengingat bagi publik, berikut adalah daftar nama sembilan pahlawan kemanusiaan Indonesia yang sempat ditawan dan kini telah bebas:

  1. Thoudy Badai (Jurnalis Republika)
  2. Bambang Nuroyono (Jurnalis Republika)
  3. Andre Nugroho (Jurnalis Tempo)
  4. Rahendro Herubowo (Jurnalis GPCI)
  5. Andi Angga Prasadewa (Aktivis Kemanusiaan)
  6. Hendro Prasetyo (Aktivis Kemanusiaan)
  7. Ronggo Wirasanu (Aktivis Kemanusiaan)
  8. Herman Budianto (Aktivis Kemanusiaan)
  9. As’ad Aras (Aktivis Kemanusiaan)

Pihak Kemlu RI berjanji akan memberikan pembaruan informasi berkala mengenai jadwal mendaratnya rombongan WNI ini di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dalam beberapa hari ke depan.

Penulis

Related Articles

Back to top button