Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Nasional

Israel Tuai Kecaman Global! Menteri Ben-Gvir Unggah Video Aktivis Kemanusiaan Ditahan dengan Tangan Terikat

Wamanews.id, 21 Mei 2026 – Gelombang kecaman keras dari berbagai belahan dunia kembali menghantam pemerintah Israel. Ketegangan internasional ini memuncak setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, secara kontroversial mengunggah sebuah rekaman video yang memperlihatkan kondisi mengenaskan dari para aktivis kemanusiaan serta jurnalis internasional yang ditangkap dari armada Global Sumud Flotilla(GSF) 2026.

Video yang diunggah langsung melalui akun media sosial pribadi sang menteri dinilai oleh banyak pihak sebagai bentuk intimidasi psikologis dan pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional. Alih-alih mendapatkan perlakuan yang layak sebagai warga sipil, para sukarelawan kemanusiaan tersebut justru dipertontonkan ke publik dalam kondisi yang merendahkan martabat manusia.

Berdasarkan rekaman video yang diunggah di akun X (sebelumnya Twitter) @itamarbengvirpada Kamis (21/5/2026), cuplikan video dibuka dengan momen emosional ketika seorang perempuan peserta misi kemanusiaan berteriak lantang menyuarakan dukungannya di bawah tekanan aparat. “Free, free Palestine,” seru perempuan tersebut dengan berani di hadapan petugas.

Ironisnya, di sepanjang klip video yang beredar, pihak otoritas Israel dengan sengaja memutar lagu kebangsaan Israel secara berulang-ulang sebagai latar suara (backsound) untuk membungkam suara para tahanan.

Lebih memprihatinkan lagi, sejumlah aktivis lintas negara dipaksa berlutut dan diwajibkan memegang paspor kebangsaan mereka masing-masing ke arah kamera. Hal tersebut dilakukan dalam kondisi pergelangan tangan mereka yang terikat kencang oleh tali pengikat nilon. Menambahkan narasi provokatif, Ben-Gvir menuliskan takarir singkat pada unggahannya yang berbunyi, “Selamat datang di Israel.”

Sikap provokatif yang dipamerkan oleh pejabat tinggi kabinet Israel ini langsung memantik reaksi balasan yang masif dari komunitas global. Sejumlah pemerintahan asing di Eropa dan Amerika Utara bergerak cepat dengan mengambil tindakan diplomatik tegas, yakni memanggil Duta Besar Israel yang bertugas di ibu kota masing-masing untuk melayangkan nota protes resmi dan kecaman tajam.

Negara-negara berkekuatan besar seperti Italia, Prancis, Belanda, hingga Kanada dilaporkan telah memanggil perwakilan diplomatik Israel. Mereka menuntut penjelasan resmi sekaligus mengecam perlakuan sewenang-wenang otoritas militer terhadap para aktivis bantuan pangan menuju Gaza, yang nyatanya dicegat paksa saat masih berada di wilayah perairan internasional.

Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, menjadi salah satu pemimpin dunia yang paling vokal dalam merespons insiden memilukan ini. Melalui pernyataan resminya di platform X, Meloni tidak dapat menyembunyikan kemarahannya atas beredarnya video yang memperlakukan warga negaranya secara tidak manusiawi.

“Gambar-gambar yang dibagikan oleh Menteri Israel Ben-Gvir sama sekali tidak dapat diterima. Sangat tidak dapat dibenarkan bahwa para pengunjuk rasa ini, termasuk banyak warga negara Italia, diperlakukan dengan cara-cara yang merendahkan serta melanggar martabat kemanusiaan mereka,” tegas Giorgia Meloni.

Hingga berita ini diturunkan, tekanan dari PBB dan organisasi hak asasi manusia internasional terus mengalir deras mendesak pembebasan tanpa syarat bagi seluruh awak kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla, termasuk di antaranya para jurnalis dan aktivis asal Indonesia yang berada di bawah penahanan kepolisian Israel.

Penulis

Related Articles

Back to top button