Serangan Israel Meluas ke Seluruh Gaza, Badai Byron Perparah Penderitaan Pengungsi Tenda

Wamanews.id, 10 Desember 2025 – Situasi kemanusiaan di Gaza semakin kritis. Agresi militer Israel dilaporkan telah meluas dan mengintensifkan ke seluruh wilayah enklave, bertepatan dengan ancaman Badai Byron yang akan datang. Kombinasi serangan militer dan cuaca ekstrem ini menciptakan kondisi yang sangat berbahaya, terutama bagi lebih dari 1,5 juta warga Palestina yang kini mengungsi dan tinggal di tempat-tempat penampungan darurat.
Laporan dari jaringan berita Lebanon Al Mayadeen menunjukkan bahwa serangan Israel kini meluas ke seluruh wilayah Gaza, tidak hanya terbatas pada yang disebut zona kuning, dan secara signifikan telah meningkat di bagian timur enklave tersebut. Bukti kekerasan ini mencakup insiden di mana seorang pria Palestina tewas oleh tembakan penembak jitu Israel di daerah al-‘Attatra, Beit Lahia, di utara.
Pasukan Israel juga dilaporkan menargetkan rumah-rumah di Kota Tua dekat Deir al-Latin di Kota Gaza dan menembaki permukiman al-Shejaiya, yang menyebabkan kehancuran bangunan-bangunan perumahan dan memaksa pengungsian tambahan. Operasi pembongkaran ekstensif juga terjadi di persimpangan al-Shejaiya dan Khan Yunis di tengah tembakan artileri dan serangan pesawat tak berawak.
Meskipun pernah diumumkan gencatan senjata pada 11 Oktober 2025, kekerasan terus merenggut nyawa warga sipil. Kementerian Kesehatan Palestina mencatat data yang mengkhawatirkan: 377 warga Palestina telah tewas dan 987 luka-luka sejak tanggal tersebut. Dalam 24 jam terakhir saja, rumah sakit mencatat satu kematian dan enam luka-luka akibat agresi yang berkelanjutan.
Tragisnya, upaya untuk menyelamatkan korban di bawah reruntuhan terhambat parah. Tim tanggap darurat dan pertahanan sipil masih belum dapat menjangkau beberapa area di mana para korban diyakini terjebak karena intensitas serangan yang tak kunjung mereda. Dalam upaya pemulihan yang penuh risiko, total 626 jenazah telah dievakuasi dari lingkungan yang hancur.
Badai Byron diperkirakan akan melanda Gaza antara Rabu dan Jumat malam, membawa potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang laut tinggi. Kantor Media Pemerintah Gaza memperingatkan bahwa jutaan warga, terutama mereka yang tinggal di tenda-tenda usang, berada di bawah risiko serius dari banjir dan keruntuhan bangunan darurat.
Warga menyatakan keprihatinan mendalam tentang badai yang mendekat, khawatir ribuan keluarga pengungsi yang tinggal di tenda-tenda dapat menghadapi banjir saat mereka masih terperangkap di bawah blokade ketat. Kondisi ini diperparah oleh pembatasan Israel yang terus menghalangi masuknya material tempat tinggal dan bantuan, termasuk 300.000 tenda dan rumah mobil.
Kantor Media Pemerintah Gaza menilai pendudukan Israel bertanggung jawab atas paparan warga sipil terhadap bahaya iklim dan pelanggaran hak mereka atas perumahan yang aman. Mereka menyerukan PBB, organisasi internasional, dan negara-negara donor untuk segera bertindak.
Sementara itu, Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pengungsi Palestina, UNRWA, juga menyuarakan alarm. UNRWA menyatakan banyak keluarga tidak mampu membeli kebutuhan pokok untuk anak-anak mereka, seperti pakaian hangat dan perlengkapan sekolah, dan program bantuan tunai darurat mereka adalah satu-satunya harapan. Badan ini menghimbau masyarakat internasional untuk memberikan dukungan mendesak untuk membantu keluarga yang rentan ini di tengah kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk dan ancaman Badai Byron yang semakin nyata







