Hacker Baik dari Pinrang! Kisah Rehan, Anak Kuli Bangunan yang Tembus Hall of Fame NASA

Wamanews.id, 25 April 2026 – Nama Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, kembali harum di kancah internasional. Kali ini, prestasi tersebut datang dari seorang remaja bernama Rehan, siswa SMAN 8 Pinrang, yang berhasil membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk menguasai teknologi tingkat tinggi.
Rehan berhasil menembus sistem keamanan National Aeronautics and Space Administration (NASA), badan antariksa Amerika Serikat. Namun, bukan sebagai peretas jahat, melainkan sebagai “Bug Hunter” atau peneliti keamanan siber yang melaporkan celah kerentanan secara legal melalui program Responsible Disclosure. Atas temuan tersebut, nama Rehan kini resmi tercatat dalam Hall of Fame (HoF) NASA.
Kisah sukses Rehan tidak dimulai dari fasilitas mewah atau kursus mahal. Remaja ini lahir dari keluarga yang sangat bersahaja; ayahnya bekerja sebagai kuli bangunan, sementara ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Ketertarikannya pada dunia digital dimulai sejak ia duduk di bangku kelas 2 SMP.
“Orang tua saya, ayah itu kuli bangunan, sementara ibu saya ibu rumah tangga,” tutur Rehan saat diwawancarai pada Jumat (24/4/2026).
Tanpa komputer maupun laptop pada awalnya, Rehan mengandalkan sebuah telepon genggam (smartphone) untuk mempelajari dasar-dasar pemrograman. Di layar kecil itulah, ia mengeksplorasi dunia kode hingga sempat berhasil membangun sebuah situs web sendiri. Namun, rasa penasaran yang besar membawanya pada bidang yang lebih menantang: Cyber Security.
“Seiring waktu, saya memilih fokus untuk bidang cyber security sebab lebih tertarik dan menantang saja begitu,” jelasnya.
Melihat kesungguhan dan potensi sang anak, orang tua Rehan tidak tinggal diam. Meski penghasilan sebagai buruh bangunan tidaklah besar, mereka berupaya memberikan fasilitas terbaik demi masa depan anaknya. Rehan pun meminta dukungan berupa jaringan WiFi dan laptop untuk mendalami risetnya secara lebih serius.
“Saya minta agar ada WiFi dan laptop agar saya bisa lebih serius dalam mendalami sistem keamanan siber, dan alhamdulillah kedua orang tua mendukung,” ungkap Rehan penuh syukur. Dukungan ini menjadi titik balik bagi Rehan untuk mulai membidik target-target internasional yang memiliki standar keamanan super ketat.
Keputusan Rehan untuk mencoba mencari celah di sistem NASA didasari oleh rasa percaya diri sekaligus rasa penasaran akan kecanggihan sistem Amerika Serikat tersebut. Menurutnya, sehebat apa pun sebuah sistem, celah atau kerentanan (vulnerability) akan selalu ada seiring dengan perkembangan ancaman digital.
Rehan mengikuti Vulnerability Disclosure Program (VDP) yang diselenggarakan oleh NASA. Melalui riset yang tekun menggunakan laptopnya, ia berhasil mengidentifikasi celah keamanan yang signifikan. NASA pun memverifikasi temuan tersebut, mengakuinya sebagai kontribusi penting, dan memasukkan nama Rehan ke dalam daftar kehormatan mereka.
“Saya menemukan kerentanan pada sistem mereka dan itu masuk kategori yang bisa diakui hingga tercatat di Hall of Fame NASA,” pungkasnya.
Daftar Prestasi Gemilang Rehan
Prestasi Rehan tidak hanya berhenti di NASA. Bakatnya telah diakui oleh berbagai institusi pendidikan dan pemerintah di tingkat nasional maupun mancanegara:
| Instansi / Negara | Jenis Penghargaan | Keterangan |
| NASA (Amerika Serikat) | Hall of Fame (HoF) | Surat Pengakuan Resmi atas temuan celah keamanan. |
| TU Dresden (Jerman) | Surat Pengakuan Resmi | Pengakuan Internasional di bidang keamanan siber. |
| University of Oslo (Norwegia) | Surat Pengakuan Resmi | Pengakuan riset keamanan siber tingkat global. |
| San Diego State University (AS) | Surat Pengakuan Resmi | Sertifikasi apresiasi peneliti tamu digital. |
| Kampus Nasional (UB, UNDIP, UNAIR) | Sertifikat Apresiasi | Pengakuan dari universitas top di Indonesia. |
| Pemerintah Indonesia | Sertifikat Apresiasi | Penghargaan atas prestasi anak bangsa. |
Kisah Rehan adalah bukti nyata bahwa akses terhadap informasi dan kemauan keras dapat mengalahkan keterbatasan finansial. Dari sebuah HP di Pinrang, ia mampu “berkomunikasi” dengan badan antariksa paling canggih di dunia.
Keberhasilan Rehan diharapkan menjadi pemicu semangat bagi siswa-siswa lain di Sulawesi Selatan untuk tidak ragu mengejar mimpi di bidang teknologi. Di era digital 2026 ini, bakat bisa muncul dari mana saja, asalkan ada ketekunan dan dukungan yang tepat.







