Hujan Dominasi Sulsel Hari Ini 6 April 2026, Luwu Raya hingga Makassar Terdampak

Wamanews.id, 6 April 2026 – Mengawali pekan pertama di bulan April, masyarakat di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar merilis prakiraan cuaca terbaru yang menunjukkan dominasi awan hujan di sebagian besar kabupaten dan kota pada Senin, 6 April 2026.
Berdasarkan pantauan satelit dan dinamika atmosfer terkini, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprediksi akan mengguyur merata dari wilayah selatan hingga ke utara semenanjung Sulawesi Selatan. Kondisi ini dipicu oleh tingginya kandungan uap air di atmosfer yang mempercepat pembentukan awan konvektif.
Hujan diprediksi tidak hanya terpusat di satu titik, melainkan menyebar di beberapa zona kunci ekonomi dan pemukiman. Bagi Anda yang berencana melakukan perjalanan antarkota, berikut adalah wilayah-wilayah yang masuk dalam zona waspada hujan hari ini:
- Wilayah Metropolitan: Makassar, Maros, dan Gowa.
- Wilayah Selatan & Timur: Bone dan Bulukumba.
- Wilayah Utara (Luwu Raya): Kabupaten Luwu, Luwu Timur, dan Luwu Utara.
Menurut data BMKG, pagi hari akan dimulai dengan kondisi yang relatif tenang, yakni berawan hingga cerah berawan. Namun, perubahan signifikan akan terjadi menjelang siang hari di mana tutupan awan akan menebal dan memicu turunnya hujan yang berpotensi bertahan hingga malam, bahkan merembet ke dini hari di beberapa titik tertentu.
Kondisi suhu udara di Sulawesi Selatan hari ini tercatat cukup fluktuatif, bergantung pada topografi masing-masing daerah. Secara umum, suhu berada pada kisaran 18°C hingga 34°C.
| Karakteristik Cuaca | Detail Wilayah | Kisaran Angka |
| Suhu Terendah | Dataran Tinggi (Tana Toraja & Toraja Utara) | 18°C |
| Suhu Tertinggi | Wilayah Pesisir & Perkotaan (Makassar & Sekitarnya) | 34°C |
| Kelembapan Udara | Merata di seluruh Sulsel | 78% – 100% |
| Kecepatan Angin | Bertiup bervariasi | 5 – 17 km/jam |
Tingginya tingkat kelembapan yang mencapai 100% menjadi indikator kuat bahwa udara sangat jenuh dengan uap air. Hal ini sering kali menyebabkan udara terasa “sumuk” atau gerah sebelum hujan turun, serta meningkatkan potensi terjadinya hujan lebat dalam durasi yang singkat namun intens.
Dengan intensitas hujan yang dominan, BMKG mengingatkan masyarakat mengenai beberapa risiko yang mungkin timbul selama beraktivitas. Genangan air di wilayah perkotaan menjadi ancaman utama, terutama bagi daerah dengan sistem drainase yang kurang optimal.
Selain itu, para pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua, diminta ekstra hati-hati. Jalanan yang licin pasca-guyuran hujan serta penurunan jarak pandang (visibilitas) dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Aktivitas luar ruangan seperti konstruksi, pelayaran rakyat, dan pertanian juga kemungkinan besar akan mengalami gangguan akibat durasi hujan yang cukup lama.
Pihak Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah IV menekankan pentingnya persiapan mandiri bagi setiap warga. “Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan yang terjadi sepanjang hari, khususnya pada siang hingga malam,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Beberapa langkah mitigasi yang disarankan meliputi:
- Siapkan Perlengkapan: Selalu membawa payung atau jas hujan saat meninggalkan rumah.
- Cari Tempat Aman: Hindari berteduh di bawah pohon besar, papan reklame, atau tiang listrik saat hujan disertai angin kencang untuk menghindari risiko tumbang atau tersambar petir.
- Pantau Informasi: Gunakan aplikasi InfoBMKG untuk mendapatkan pembaruan cuaca secara real-timesebelum memutuskan melakukan perjalanan jauh.
- Cek Kendaraan: Pastikan lampu dan sistem pengereman kendaraan berfungsi optimal untuk menghadapi kondisi jalan basah.
Tetaplah waspada dan jadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam menjalani aktivitas di tengah cuaca yang tidak menentu ini.







