Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Nasional

Nekat! Korban Penipuan CPNS di Gresik Datangi Kantor Bupati Pakai Seragam Lengkap dan SK Palsu

Wamanews.id, 10 April 2026 – Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan aksi nekat seorang wanita yang menjadi korban penipuan rekrutmen Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kejadian tragis sekaligus mencengangkan ini terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Jawa Timur. Tak tanggung-tanggung, korban berinisial SE mendatangi Kantor Bupati Gresik dengan atribut lengkap layaknya seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang siap bertugas di hari pertama.

Peristiwa yang terjadi pada Senin (6/4/2026) pagi tersebut awalnya berjalan normal. SE datang dengan penuh percaya diri mengenakan seragam dinas cokelat khas PNS. Namun, semangatnya untuk mengabdi seketika sirna setelah petugas menemukan kejanggalan besar pada dokumen pengangkatan yang dibawanya.

Kedatangan SE pertama kali disambut oleh petugas di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Gresik. Ia bermaksud melaporkan diri untuk mulai bekerja berdasarkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan yang ia pegang. Namun, kecurigaan muncul saat SE menyebutkan unit kerjanya.

Kepala Bagian Prokopim Setda Gresik, Imam Basuki, menjelaskan bahwa kesalahan fatal pada dokumen tersebut langsung terlihat dari penyebaran nomenklatur instansi yang sudah tidak berlaku lagi.

“Awalnya saya pikir ada PNS yang dimutasi. Tapi dia bilang ditempatkan di Bagian Humas. Padahal, secara organisasi, nama Bagian Humas sudah tidak kami gunakan lagi karena telah berubah menjadi Bagian Prokopim,” ujar Imam kepada awak media.

Tidak berhenti di situ, pemeriksaan lebih dalam terhadap fisik dokumen SK pengangkatan PNS tahun 2024 miliknya menunjukkan tanda-tanda pemalsuan yang cukup kasar. Meskipun dokumen tersebut telah dilegalisasi dan mencantumkan nama pejabat daerah yang benar, namun tanda tangan yang tertera sangat berbeda jauh dengan spesimen asli pejabat yang bersangkutan.

Penipuan ini tergolong nekat karena para pelaku berani memalsukan dokumen negara dan mencatut nama pejabat teras di lingkungan Pemkab Gresik. Berdasarkan pengakuan SE, ia diduga menjadi bagian dari kelompok besar yang juga tertipu oleh oknum yang menjanjikan kelulusan melalui jalur belakang.

SE mengungkapkan bahwa dirinya tidak sendirian. Diduga terdapat jaringan penipuan yang melibatkan sekitar 12 hingga 15 orang lainnya. Para korban ini dijadwalkan mulai bekerja di berbagai lokasi instansi pada hari yang sama dengan membawa dokumen serupa yang mereka yakini sebagai surat resmi negara.

“Kami masih mendalami asal-usul dokumen tersebut dan siapa saja pihak yang terlibat dalam sindikat ini,” tegas Agung Endro Dwi Setyo Utomo, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Gresik.

Bagi masyarakat, sangat penting untuk memahami ciri-ciri dokumen resmi agar tidak terjebak dalam modus penipuan serupa. Berikut adalah tabel pembanding sederhana:

IndikatorSK PNS Asli (Resmi)SK PNS Palsu (Indikasi Penipuan)
NomenklaturMenggunakan nama instansi terbaru sesuai aturan SOTK.Sering menggunakan nama instansi lama atau yang sudah dihapus.
Tanda TanganTerverifikasi secara elektronik (TTE) atau basah sesuai spesimen.Tanda tangan terlihat janggal atau hasil pemindaian (scanning).
Proses RekrutmenMelalui sistem CAT (Computer Assisted Test) yang transparan.Menjanjikan kelulusan tanpa tes atau melalui “jalur dalam”.
BiayaGratis (Tidak dipungut biaya apa pun).Meminta sejumlah uang sebagai “uang pelicin” atau administrasi.

Menanggapi skandal yang mencoreng citra birokrasi ini, pihak Pemkab Gresik mengimbau dengan keras agar masyarakat tidak mudah tergiur oleh tawaran oknum-oknum tak bertanggung jawab. Seluruh proses rekrutmen ASN, baik CPNS maupun PPPK, dilakukan secara terpusat melalui portal resmi SSCASN milik Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa tidak ada jalur pintas untuk menjadi ASN. Jika ada yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang, bisa dipastikan itu adalah penipuan,” pungkas Agung Endro.

Kini, SE harus menelan pil pahit. Selain kehilangan materi dalam jumlah yang diduga tidak sedikit, ia juga harus menanggung malu setelah kedatangannya ke kantor bupati justru berujung pada pemeriksaan kepolisian. Kasus ini kini tengah ditangani oleh pihak berwajib untuk melacak keberadaan sindikat penyedia SK palsu tersebut. 

Penulis

Related Articles

Back to top button