Paduppa Resort Bira Terbakar, Dua Karyawan Tewas Terjebak

Wamanews.id, 4 Maret 2026 – Kabar duka menyelimuti industri pariwisata Sulawesi Selatan. Kawasan wisata Pantai Bira yang biasanya tenang dengan deburan ombak dan pasir putihnya, mendadak berubah menjadi mencekam pada Selasa siang (3/3/2026). Paduppa Resort Bira, salah satu penginapan eksklusif di wilayah tersebut, dilahap si jago merah dalam sebuah kebakaran dahsyat yang merenggut nyawa dua orang karyawan.
Insiden ini tidak hanya menyisakan abu dan puing bangunan, tetapi juga luka mendalam bagi keluarga besar resort dan masyarakat Bulukumba. Api yang berkobar sangat cepat membuat upaya penyelamatan mandiri menjadi sangat sulit dilakukan di tengah cuaca pesisir yang terik.
Peristiwa memilukan ini bermula sekitar pukul 12.30 WITA. Saat matahari sedang terik-teriknya, kepulan asap hitam pekat mulai terlihat membubung tinggi dari area penginapan utama Paduppa Resort. Struktur bangunan resort yang mayoritas menggunakan material kayu berkualitas tinggi yang selama ini menjadi daya tarik estetikanya justru menjadi bumerang saat api muncul.
Material kayu yang kering membuat kobaran api meluas dengan sangat cepat dari satu unit ke unit lainnya. Angin kencang dari arah pantai disinyalir memperparah situasi, membuat lidah api menyambar atap dan dinding bangunan dalam hitungan menit.
Tragedi ini memakan korban jiwa. Dua karyawan resort dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak di tengah kobaran api yang menutup jalur evakuasi. Berdasarkan laporan di lapangan, proses penemuan korban berlangsung cukup dramatis.
- Korban Pertama: Ditemukan oleh tim penyelamat dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kamar mandi salah satu unit penginapan. Diduga korban mencoba berlindung dari panasnya api namun justru terjebak asap tebal.
- Korban Kedua: Ditemukan setelah petugas melakukan penyisiran intensif di area bangunan yang terdampak paling parah.
Selain korban tewas, sejumlah karyawan dan tamu dikabarkan mengalami luka-luka, baik luka bakar ringan maupun sesak napas akibat menghirup asap. Para korban luka segera dilarikan ke puskesmas dan fasilitas kesehatan terdekat di Bulukumba guna mendapatkan perawatan intensif.
Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bulukumba langsung mengerahkan beberapa unit armada pemadam ke lokasi begitu menerima laporan. Petugas berjibaku selama beberapa jam untuk menjinakkan api agar tidak merambat ke penginapan lain yang berada di sekitar kawasan tersebut.
Aparat kepolisian dari Polres Bulukumba pun segera mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi (police line). Sterilisasi dilakukan untuk memastikan keamanan warga dan mempermudah tim identifikasi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti munculnya titik api masih menjadi teka-teki. Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) dijadwalkan akan melakukan pemeriksaan lebih mendalam untuk mencari tahu apakah ada unsur kelalaian manusia, korsleting listrik, atau faktor teknis lainnya.
Secara material, kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Paduppa Resort dikenal sebagai salah satu investasi properti pariwisata bernilai tinggi di Sulsel. Kerusakan berat pada bangunan utama dan furnitur mewah di dalamnya praktis melumpuhkan operasional resort secara total.
Kebakaran ini menjadi perhatian serius para pelaku industri pariwisata. Paduppa Resort bukan sekadar tempat menginap; ia adalah ikon akomodasi berkelas di Bira yang sering menjadi rujukan wisatawan mancanegara dan domestik.
Kejadian ini memicu diskusi hangat mengenai standar keamanan kebakaran pada bangunan-bangunan penginapan berbahan kayu di kawasan terpencil. Banyak pihak berharap insiden ini menjadi alarm bagi pengelola wisata lainnya untuk memperketat sistem proteksi kebakaran, seperti ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) yang memadai dan jalur evakuasi yang jelas.
Pihak manajemen Paduppa Resort sendiri belum memberikan keterangan resmi terkait rencana masa depan operasional mereka atau santunan bagi keluarga korban. Masyarakat kini menanti hasil penyelidikan resmi dari pihak kepolisian.







