Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Internasional

142 Negara PBB Restui Palestina Merdeka, Namun Gaza Terus Digempur Israel

Wamanews.id, 16 September 2025 – Di tengah upaya diplomasi yang intensif, ironi tajam terjadi. Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (12/9/2025) mengadopsi Deklarasi New York, sebuah resolusi yang menyerukan terwujudnya negara Palestina merdeka. 

Dukungan masif ditunjukkan dengan 142 negara menyetujui deklarasi tersebut. Namun, kemenangan diplomatik ini berbanding terbalik dengan realitas di lapangan, di mana serangan membabi buta Israel terhadap Gaza terus berlanjut tanpa henti.

Resolusi yang digagas oleh Prancis dan Arab Saudi ini bertujuan untuk memberikan solusi dua negara, menciptakan sebuah peta jalan tunggal untuk mewujudkan Palestina yang merdeka, berdaulat, layak dari segi ekonomi, dan demokratis, yang hidup berdampingan secara damai dan aman dengan Israel. 

Meskipun Deklarasi ini mendapat dukungan mayoritas, suara-suara penolakan pun datang dari 10 negara, termasuk Israel dan Amerika Serikat, serta 12 negara yang abstain. Perwakilan Israel menolak deklarasi tersebut, menyebutnya “sepihak” dan “sandiwara”. 

Ia menegaskan bahwa resolusi ini melemahkan negosiasi dan hanya menguntungkan Hamas. “Kami tidak akan membiarkan Hamas menang di Majelis ini apa yang tidak bisa diraihnya pada 7 Oktober 2023,” tegasnya. Senada dengan Israel, perwakilan Amerika Serikat menyebut deklarasi tersebut merusak upaya diplomatik dan merupakan “hadiah bagi Hamas,” sembari menyoroti kegagalan negosiasi gencatan senjata yang terjadi selama musim panas.

Namun, pernyataan-pernyataan dari PBB itu seakan tak terdengar di Gaza. Sehari setelah pengesahan resolusi, serangan Israel justru semakin masif. Menurut laporan Al-Jazeera, sebuah serangan udara Israel menewaskan 62 orang di Gaza. Lebih dari 6.000 warga Palestina juga terpaksa mengungsi akibat bombardir tanpa henti. 

Juru bicara Pertahanan Sipil Palestina, Mahmoud Basal, mengatakan kondisi warga Gaza sangat sulit akibat pengepungan dan bombardir Israel yang terus-menerus. Jet tempur menjatuhkan bom setiap 10 hingga 15 menit, menargetkan bangunan tempat tinggal dan fasilitas umum.

Situasi di Gaza semakin memburuk. Laporan terbaru dari kantor berita WAFA pada Minggu (14/9/2025) menyebutkan, sejumlah warga sipil terluka akibat serangan Israel di sebuah menara hunian di Kota Gaza. 

Total korban tewas di Gaza akibat serangan Israel sejak 7 Oktober 2023 kini melonjak menjadi 65.000 orang, dengan 164.000 lainnya dilaporkan terluka. Angka yang mengerikan ini menunjukkan bahwa meskipun ada kemauan politik dari mayoritas negara di dunia, diplomasi saja tidak cukup untuk menghentikan kekerasan jika tidak didukung oleh kekuatan yang nyata.

Penulis

Related Articles

Back to top button