Operasi Midnight Hammer: AS Kerahkan 125 Pesawat, 7 Bomber Siluman B-2 Hujani Iran dengan Bom Terkuat Dunia

Wamanews.id, 23 Juni 2025 – Kabut misteri di balik serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap tiga situs nuklir Iran akhirnya terkuak. Pentagon, markas besar pertahanan AS, secara mengejutkan mengungkap rincian operasi berskala besar yang melibatkan kekuatan udara dan laut yang masif.
Serangan yang diberi nama sandi Operasi Midnight Hammer ini melibatkan lebih dari 125 pesawat, kapal selam, dan 75 senjata berpemandu presisi, termasuk tujuh pesawat pengebom (bomber) siluman B-2 yang menjatuhkan 14 bom Bunker Buster GBU-57, bom non-nuklir terkuat di dunia.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Cainesecara langsung membeberkan rincian operasi militer yang sangat kompleks ini, sebagaimana dikutip dari Axios, Senin (23/6/2025). Detail-detail yang diungkapkan menggambarkan tingkat kecanggihan dan koordinasi yang luar biasa dari militer AS dalam melancarkan serangan terhadap target-target sensitif di wilayah Iran.
Berikut adalah rincian kunci dari Operasi Midnight Hammer:
- Misi Jarak Jauh Bomber Siluman B-2: Tujuh pesawat pengebom siluman B-2, yang dikenal memiliki kemampuan menembus pertahanan udara musuh tanpa terdeteksi, dikerahkan dalam misi pulang pergi yang memakan waktu lebih dari 30 jam. Pesawat-pesawat ini terbang dari pangkalan di Missouri, AS, menuju wilayah udara Iran, dibantu oleh puluhan pesawat pengisian bahan bakar yang memastikan jangkauan operasional yang sangat jauh. Penerbangan selama puluhan jam ini menunjukkan ketahanan dan kemampuan logistik udara AS yang tak tertandingi.
- Pembuka Jalan Pesawat Tempur Generasi Terbaru: Sebelum bomber-bomber B-2 masuk, pesawat tempur generasi keempat dan kelima dikerahkan untuk membuka jalan bagi serangan udara. Meskipun Pentagon menolak mengungkapkan merek dan model spesifik pesawat tempur tersebut, gambar grafis publik menunjukkan sesuatu yang tampak seperti jet tempur siluman F-22 Raptor, yang merupakan salah satu pesawat tempur paling canggih di dunia. Kehadiran jet tempur siluman ini memastikan superioritas udara dan menekan potensi respons dari pertahanan udara Iran.
- Serangan Rudal Tomahawk dari Kapal Selam: Tidak hanya dari udara, serangan juga dilancarkan dari bawah laut. Satu unit kapal selam AS menembakkan lebih dari dua lusin rudal jelajah Tomahawk ke situs nuklir Isfahan. Rudal Tomahawk dikenal karena presisi dan kemampuannya menjangkau target jarak jauh, memberikan dimensi serangan multi-arah yang sulit diantisipasi.
- Hujan Bom GBU-57 di Fordow dan Natanz: Puncak dari serangan ini adalah pengerahan 14 bom Bunker Buster GBU-57 Massive Ordnance Penetrators (MOP). Bom-bom ini, yang merupakan bom non-nuklir terkuat di dunia dan dirancang khusus untuk menembus fasilitas bawah tanah yang diperkuat, dijatuhkan oleh tujuh pesawat pengebom siluman B-2. Target utama adalah situs nuklir Fordow dan Natanz, yang keduanya merupakan fasilitas vital dalam program nuklir Iran.
Bukti visual dari dampak serangan ini pun tak terbantahkan. Citra satelit yang dibagikan oleh Maxar menunjukkan beberapa lubang atau kawah besar di Fordow, yang memang dikenal sebagai benteng nuklir bawah tanah. Area tersebut juga diselimuti hamburan tanah dan abu, mengindikasikan kehancuran yang signifikan.
“Penilaian awal kami adalah bahwa semua amunisi presisi kami menghantam sasaran yang kami inginkan dan memberikan efek yang diinginkan,” kata Menteri Pertahanan Pete Hegseth, menegaskan keberhasilan misi tersebut. Hegseth menambahkan, “Fordow adalah target utama di sini,” mengisyaratkan bahwa fasilitas bawah tanah itu menjadi prioritas strategis AS.
Yang paling mengejutkan dari pengungkapan ini adalah pernyataan Jenderal Dan Caine mengenai reaksi Iran. Menurutnya, negara Islam itu terkejut dan tidak menyadari adanya tembakan yang dilepaskan ke pesawat tempur AS saat pesawat-pesawat Amerika memasuki dan meninggalkan wilayah udara Iran. “Pesawat tempur Teheran tidak terbang,” kata Caine.
“Sistem rudal permukaan-ke-udara tidak melihat kami,” ujarnya, menunjukkan bahwa teknologi siluman dan strategi serangan AS berhasil melumpuhkan kemampuan deteksi dan respons Iran. Ini adalah klaim yang berani, dan jika benar, menunjukkan kegagalan telak pertahanan udara Iran.
Pengungkapan rincian operasi ini jelas mengirimkan pesan kuat kepada Iran dan dunia tentang kemampuan militer AS. Operasi Midnight Hammer menunjukkan kapasitas Washington untuk melancarkan serangan presisi berskala besar terhadap target yang sangat dilindungi, tanpa menimbulkan reaksi balasan yang berarti dari pihak lawan. Situasi ini tentu akan menambah ketegangan di kawasan dan memicu pertanyaan tentang langkah Iran selanjutnya.







