Modus Togel dan Giveaway Palsu, Tiga Pria Asal Wajo ditangkap Usai Tipu WNA Rp150 Juta

Wamanews.id, 30 Juli – Tim Siber Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) menangkap tiga pria asal Wajo yang terlibat dalam kasus penipuan daring di Jalan Bhayangkara Lorong 4, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Selasa (29/7/2025).
Ketiganya berinisial YH, TS, dan FN yang berhasil memperdaya seorang warga negara asing (WNA) asal Malaysia dengan modus bisa menebak angka togel. Akibatnya, korban mengalami kerugian hingga Rp150 juta.
Kepala Tim Siber Polda Sulsel, AKP Andi Reza, membenarkan penangkapan tersebut yang dinilai sangat meresahkan karena korbannya sudah menyasar hingga luar negeri.
“Memang benar, kami telah menangkap tiga pelaku penipuan online dari Wajo. Aksi mereka sangat meresahkan, sebab sasarannya bukan hanya warga lokal, tapi juga orang luar negeri, termasuk warga Malaysia,” ujarnya.
Menurut AKP Andi Reza, para menciptakan akun-akun media sosial, terutama di Facebook, dengan menyamar sebagai peramal angka togel. Mereka mengklaim berasal dari Malaysia dan menargetkan korban yang juga berasal dari negara tersebut. Setelah korban percaya, mereka diarahkan untuk mengirim uang ke beberapa rekening atas nama fiktif.
“Modusnya adalah membuat akun Facebook palsu yang mengklaim bisa menebak nomor togel. Mereka mengaku sebagai warga Malaysia agar mudah menyasar korbannya yang juga orang Malaysia,” jelas Reza.
Lebih lanjut, ia menambahkan, setelah korban menunjukkan ketertarikan, pelaku mengarahkan komunikasi lewat WhatsApp. Di sana, korban diminta memilih jumlah angka yang akan ditebak dan diminta mentransfer dana untuk keperluan ritual tertentu.
“Begitu korban mulai tertarik, mereka diarahkan berkomunikasi via WhatsApp. Korban diminta memilih angka dan mentransfer uang dengan alasan sebagai biaya ritual, misalnya untuk menyembelih kambing atau membeli sesajen,” ungkapnya.
Selain menggunakan modus togel, ketiga pelaku juga melakukan penipuan melalui TikTok. Mereka mengunggah konten giveaway palsu yang ditujukan kepada pengguna asal Malaysia. Setelah korban terjebak, mereka diminta mengirim tangkapan layar dan diarahkan ke WhatsApp.
“Korban lalu disuruh mengirim uang dengan alasan biaya pengesahan atau pajak hadiah. Setelah uang ditransfer, pelaku kembali meminta tambahan. Jika korban mulai curiga dan menolak, komunikasi langsung diputus oleh pelaku,” terang Reza.







